01. Relationship Goals

4.9K 612 63
                                        

Yera mendecak sebal, memandangi layar hape dengan gelisah. Gadis berambut sebahu itu merengek panjang sambil menghentakkan kaki tak sabar.

Ia duduk di kursi paling depan dekat jendela. Menempelkan pipi di meja merasa cemas, lalu mengedarkan pandangan, menatap temannya yang lain.

Di kelasnya cuman tersisa beberapa orang yang mengikuti organisasi atau sekedar nongkrong karena malas pulang.



Hapenya bergetar.

Yera melotot terkejut, mengecek notifikasi yang baru saja masuk.



Jeka: iya

Jeka: kamu ke lapangan aja sini

Jeka: aku lagi latihan basket



Raut wajah Yera merekah, meraih ransel dan botol minumnya. Kemudian berdiri untuk pergi menjauhi kelas dengan cengiran lebar di wajahnya.

"HEH ANJIR MAU KEMANA LO NYET?????"

Tanpa memperdulikan teriakan Sera dan Jojo, cewek itu berjalan menuruni tangga, berbelok menyusuri koridor yang sudah sepi.

Di pinggir lapangan, Yera mengerutkan kening, mencari sosok Jeka di antara anggota yang lain.

Jeka melambaikan tangan, membuat Yera langsung tersenyum lebar. Ia berlari kecil menghampiri Jeka yang duduk di tribun dengan handuk kering melingkar di lehernya.

Cowok itu terlihat lebih tampan saat memakai seragam basket. "Sini duduk," kata Jeka menepuk tempat di sisinya yang kosong.

Yera menurut, duduk di samping Jeka. Kemudian menatap anak basket lain yang sudah bersiap akan pulang.

"Ck, kok belum beres sih? Lama banget lu ngapain ha? Liatin cewek-cewek lagi latihan cheers?"

"Hehehe," sahut Jeka menyengir lebar. Berikutnya merintih kesakitan saat Yera menjambaknya dari belakang.

"AAAA YAAAAANG, AMPUUUUN."



Beberapa anak cheers dan basket menoleh, cekikikan sendiri melihat kedua orang itu yang sibuk dengan dunia sendiri.

"Ih lucu ya, kak Jekanya jadi jinak," kata salah satu anak cheers.

Vena —teman Jeka— terkikik, "jinak lu kira buaya?" Vena diam sesaat, "ya emang buaya sih...." sahut Vena mendesah pelan.





"Mau pulang gak sih? Aku udah ngantuk asli lagian manja banget pengen ditungguin," kata Yera mengomel kecil, melipat kedua tangan di dada.

Jeka mendengus, "nanti kamu nebeng sama cowok lain. Gak boleh," sahutnya jadi jutek.

Yera meledakkan tawanya, "emang kenapa sih? Gak bakal selingkuh juga gue. Yang ada elo kali."



"Hn?"


"Kenapa?" tanya Yera jadi bingung menyadari raut wajah Jeka menurun.

Jeka mengerjap kecil, "nggak, nggak papa kok. Pulang yuk, sekalian mau mampir makan dulu gak?" balasnya mengalihkan pembicaraan.

Yera mengangguk, tak berpikir banyak. Cewek itu berdiri, membenarkan letak tasnya.

"Mauuuuu!"

Jeka mencubit pipi Yera dengan gemas, "lucu banget."



Tak jauh dari sana, adik kelas yang sedang berlatih cheers sudah merapat satu sama lain.

"BENTAR, BENTAR. PEGANGIN DONG GUA AMBYAR."

"KENAPA LU YANG AMBYAR ROMLAH?????"

"UGH HATIKU SAKIT MELIHAT KEUWUAN INI."




**




Yera dan Jeka duduk di tempat makan ramen. Cewek itu memainkan sumpit di tangannya, menatap Jeka dengan sebal.

"Main hape mulu kenapa sih?" gumam Yera mencicit kecil sambil memajukan bibir.

Jeka mengangkat alis, tertawa kecil baru menyadari. "Iya maaf. Tadi ada info, katanya nanti ada pertandingan," kata Jeka menjelaskan, memasukan hape ke dalam saku.

Yera mengangkat alis, "kapan? Aku mau nonton hehehehe."

"Jangan bilang mau liat mantan-mantan kamu? Kan, mantan kamu anak basket semua," sahut Jeka menebak, memicingkan mata menatap Yera penuh selidik.

Yera mengangguk dengan polos, "hm. Udah lama gak ketemu," balasnya tanpa dosa.

"Lu mau gua rante apa gimana sih, Yer?" kata Jeka sudah sewot dengan perubahan jelas.

"Santuy lah santuy. Cuman sapa-sapaan doang kali bukan balikan," jawab Yera santai membuat Jeka semakin melotot saat mendengar jawaban dari Yera.

Yera tuh ya... bener-bener bikin kesel. Apalagi kalau udah tengil begini. Tapi bikin gemes.

"Oh iya. Katanya di kelasku bakalan ada murid baru. Aduh semoga aja cowok, ganteng pula," celetuk Yera asal.

Jeka membuang muka dengan sebal, "menel banget sih lu."

"Huft, sayangnya dia cewek sih. Baru aja masuk grup kelas, namanya Ghea," kata Yera menggebu-gebu antusias.


Hn?

Sebentar.... Ghea?


"Hah? Ghea?"

"Iya, kamu kenal?"


Jeka menggelengkan kepala cepat, langsung membuang muka dengan tatapan tak terbaca.






**

(a/n):

eh ntar bandingin ye ngeselin yang dulu apa yang ini?

Dua ArahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang