-The worst distance between two people is misunderstanding-
○●○
Sinar matahari menerobos masuk kedalam kamar bernuansa merah muda. Dua orang berada di atas tempat tidur itu seakan enggan bangun walaupun terusik dengan sang mentari.
Sebuah tangan tiba-tiba memeluknya. Memaksa Alsa bangun dari tidurnya. Seketika ia merasa pening menghujam kepalanya akibat terlalu banyak minum saat pesta.
"AAAKKHH!" pekik Alsa saat tersadar bahwa ada Israel diatas ranjangnya.
Bukan masalah jika Israel tidur bersamanya ataupun memeluknya. Satu hal yang menjadi masalah utama adalah Israel yang tak mengenakan baju.
Pikiran Alsa seketika menjadi negatif. Pikirannya menjalar kemana-mana, membayangkan sesuatu hal yang mungkin terjadi saat ia mabuk.
Ia pun segera menepis segala pikiran buruknya dan lebih baik bertanya langsung sehingga mendapat jawaban yang pasti. Ia segera menggerak-gerakan tubuh Israel, mencoba membangunkan pria itu.
"Apaan sih, Sa?" tanyanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Lo kenapa gak make... tadi malem kita ngapain?" tanya Alsa panik mengingat Israel masih tak mengenakan bajunya.
Senyum lebar terukir pada wajah Israel.
"Lo tadi malem--"
Alsa meletakan jari telunjuknya pada bibir Israel. "Sssttt! Udah gausah ngomong. Gue dah inget," ucap Alsa lalu bergegas pergi ke kamar mandi.
Israel tertawa kecil sembari menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alsa yang masih seperti anak kecil. Senyumnya bertambah lebar ketika mengingat kejadian semalam antara dirinya dan Alsa. Beserta ciuman itu.
Israel menjatuhkan dirinya kembali ketempat tidur. Memejamkan kedua matanya dan mengulang kembali kejadian itu di pikirannya.
.
.
.
Alsa mencuci wajahnya dengan kasar. Ia sangat malu mengingat kejadian tadi malam. Seharusnya ia tak banyak minum jika berakhir seperti itu.
"Alsa bego. Udah tau gak kuat minum, masih aja sok-sokan. Jadinya gue muntah kan. Ke bajunya Israel lagi. Malu-maluin," rutuknya pada diri sendiri.
Ia teringat kejadian saat ia mengeluarkan isi diperutnya ke baju Israel. Hal ini benar-benar memalukan baginya.
'Semoga aja hal-hal yang gak gue inget gak lebih parah dari itu,' batin Alsa berharap.
Ia lebih memilih untuk tak mengingat kejadian semalam daripada mengingat sesuatu hal memalukan yang dilakukannya.
.
.
.
Sekeluarnya dari kamar mandi, Alsa langsung menghampiri Israel yang masih tetap pada posisinya semula.
"El, yang tadi malem tolong lupain aja ya."
Seketika, perkataan Alsa itu meruntuhkan kebahagiaan Israel.
XxX
What do you think about this chapter guys? Share ur opinion!
Don't forget to voment kay!
See ya next week!
Xoxo,
02/04/2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Los(t) Angeles
Romance[COMPLETED] ▪Judul awal : Two Sides▪ ▪Seri pertama dari America Series▪ Seorang gadis tinggal bersama empat pemuda yang terkenal dan tampan?! Awalnya semua baik-baik saja hingga salah satu dari mereka memutuskan untuk pergi. Dan dengan seiring berj...
