-And they'll beg you to stay after they've spent all that time treating you like they wanted you to leave-
Playlist :
One Direction - Over Again
Maroon 5 - Nothing Lasts Forever
Shawn Mendes - Bring It Back
○●○
Israel tak membenarkan juga tak menyangkalnya. Karena ia sendiri tak tahu dengan jelas bagaimana perasaannya sekarang.
Ia terlalu takut untuk melangkah--menentukan pilihan. Jika ia lebih memilih Cindy, mengapa ia menghampiri Alsa? Namun jika ia memilih Alsa, relakah ia melepas Cindy yang jelas-jelas mencintainya?
Ia tak ingin gegabah. Lagipula, ia tak tahu apa yang dirasakan Alsa sekarang. Bagaimana perasaan gadis itu padanya, ia tak tahu.
"Lo jahat banget," ungkap Alsa memandang Israel sembari tertawa sinis.
Israel tak membantahnya. Membiarkan gadis ini melanjutkan perkataannya.
"Tanpa rasa bersalah lo dah ngambil first kiss gue dengan cara kayak tadi. Dan gimana kalo Cindy tau pacarnya nyium cewek lain? Lo gak mikirin perasaannya cewek lo? Lo gak mikirin perasaan gue yang lo lakuin seenak jidat lo?" tanya Alsa penuh amarah.
Alsa tersenyum miring serta memberikan applouse untuk Israel. "Lo bener-bener hebat, El."
Namun kini giliran Israel yang tertawa. Membuat Alsa menaikan sebelah alisnya--bingung. Israel gila.
"Oh God. Jadi lo lupa," ucapnya tersenyum senang. Entah apa yang ia maksudkan.
Dahi Alsa berkerut. "Lupa apaan?"
"Nothing," jawabnya dengan senyum yang masih mengembang menghiasi wajah tampannya.
"Okay. Let me ask you one question and you should be honest to answer it," ujar Israel yang berubah menjadi lebih serius.
"Whoa. Enak aja merintah-merintah. Emang lo siapa gue," kekeh Alsa mengalihkan pandangannya keluar. Firasatnya tak enak dengan pertanyaan yang akan diajukan oleh Israel.
Tangan Israel merengkuh wajah Alsa, menuntun gadis itu untuk menghadap ke arahnya. "Please."
Alsa termenung. Sorot mata Israel yang tepat memandang ke matanya membuatnya membeku. Seakan terhipnotis, Alsa menganggukan kepalanya.
"Lo... pernah cinta sama gue? Walaupun semenit ataupun sedetik," tanya Israel lirih.
Alsa melipat bibirnya. Terkesan enggan menjawab pertanyaan Israel. Namun, ia ingin semua ini berakhir dengan suatu kejelasan.
"Yeah. I did," jawab Alsa pelan.
Israel mendesah lega. "Kalo gue mau ambil hati lo lagi, boleh?"
Dahi Alsa mengrinyit. "Nggak usah bercanda, El. Gue gak suka dimainin," tegas Alsa.
Kepala pemuda itu menggeleng cepat. "Gue serius, Sa."
Alsa menatap manik mata Israel yang berwarna biru laut itu. Hanya ada keseriusan disana. Tak ada setitik kebohongan.
Namun, hatinya seakan belum bisa menerima Israel kembali. Lukanya belum benar-benar sembuh. Dan juga, ia masih terlalu takut untuk percaya pada orang yang telah berkali-kali mengecewakannya.
"Gue mau tanya sama lo," ucap Alsa lalu berhenti sejenak. "Kalo lo diposisi gue dan gue ngelakuin hal yang sama kayak apa yang lo lakuin ke gue. Setelah itu, gue minta maaf dan mohon ke elo buat buka hati lagi. Apakah lo mau?"
Israel terdiam seribu bahasa. Pertanyaan Alsa seakan membekukan otaknya. Membuat ia bertanya pada dirinya sendiri, dapatkah dirinya?
"Lo gak bisa kan? Gue juga. Stop wasting time, El," kata Alsa final.
"Lo boleh kok bales dendam ke gue. Gue akan terima itu. Tapi, izinin gue buat berjuang ngambil hati lo lagi, Sa," ucap Israel memelas. Jemarinya bergerak menggenggam tangan Alsa, enggan melepasnya.
Sorot matanya terlihat sangat memohon Alsa untuk kembali. Dirinya benar-benar menginginkan gadis itu kembali. Mengisi kembali hatinya yang hampa. Bahkan Cindy pun belum bisa mengambil alih posisi Alsa di hatinya.
Alsa melepaskan genggaman Israel perlahan. "Lo nggak cinta sama gue, El. Lo cuma ngerasa bersalah. Jalani hidup lo seperti sebelum lo ketemu gue hari ini. Lo bisa bahagia walau tanpa gue. Begitupun gue. Kita bisa hidup bahagia sendiri-sendiri, El," jelas Alsa sembari mengusap pipi Israel. Berharap Israel dapat menerimanya.
Kali ini tak ada amarah di mata gadis itu. Ia telah merelakan semuanya. Dan tentu saja terasa melegakan baginya. Seakan ia telah dapat bernapas kembali setelah kabut asap itu hilang.
"Yaudah. Gue mau keluar. Bisa tolong--"
"Malem ini, lo disini sama gue. Please," ujar Israel memohon.
Mungkin ini hal terakhir yang dapat dilakukannya untuk Israel.
"Okay."
○●○
HAIII IM BACK
Ouch. Hari ini kembaran gue ultah! HBD Alissa Violet! Yeay! XD
Okay. See ya tomorrow~
12/06/2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Los(t) Angeles
Cinta[COMPLETED] ▪Judul awal : Two Sides▪ ▪Seri pertama dari America Series▪ Seorang gadis tinggal bersama empat pemuda yang terkenal dan tampan?! Awalnya semua baik-baik saja hingga salah satu dari mereka memutuskan untuk pergi. Dan dengan seiring berj...
