"Dir.. proposal yang kantor ini diterima... jadi kita bakal dapat proyeknya dalam waktu dekat siap-siap deh lembur." Ujar sita
"Iya... Ta,, kok aku ngerasa melvi merhatiin kita dari tadi deh.." ujarku ketika makan siang di kantin
"Bukan kita.. tapi elo.."
"Hah..? Maksudnya.."
"Kan gue udah bilang kalo Pak Edo suka elo and Melvi ngga terima soalnya dia udah lama ngejar Pak Edo."
"Kan gue ngga ngapa-ngapain balas perhatian Pak Edo aja ngga, ngapain marah sama gue."
"Karena elo ngga bales perhatiannya makanya dia malah makin gencar dekatin elo"
***
"Semuanya... perhatian sebentar lagi kita akan ngadaiin rapat untuk proyek besar. Jadi kamu Sita dan Dira akan menangani budget buat iklan ini." Putus Pak Edo
"Jadi kemungkinan rapat kalian akan diikut sertakan juga." Lanjutnya dengan fokus ke Sita dan Dira
"Oke rapat selesai" Katanya penutup dan pergi
"Bangga yah lo udah dipilih ma Pak Edo.." kata Melvi pada Dira ketika sisa mereka berdua di ruang rapat.
Dira tidak menanggapi malah meninggalkan Melvi yang makin marah.
***
"Kalian siapin bahan rapat orang dari W Properti udah menuju kesini."
Dira dan yang lain sudah siap di ruang rapat. Pintu ruang rapat itu terbuka dan yang di maksud dengan orang yang dari W Properti adalah Yuda.
Keduanya belum menyadari satu sama lain.
"Hmm.." deham Yuda menarik perhatian
"Silahkan Masuk Pak.." Rio bagian desain
Yuda mengambil posisi duduknya. Meja rapat berbenntuk persegi panjang yang menampung sepuluh orang di sisi panjangnya dan tiga kursi di sisi lebarnya sedangkan sisi lebar satunya lagi tak terpakai karena menunjukkan layar dari proyektor.
"Bisa rapatnya di percepat saya tak punya banyak waktu" kata yuda
Riopun segera mematikan lampu ruangan agar fokus mata tak terganggu ketika melihat layar proyektor yanng menampilkan ide-ide rancangan iklan. Hampir tiga puluh menit rapat itu berlangsung.
Hampir sebagian orang yang mengikuti rapat telah keluar karena memang rapat diadakkan di waktu lembur karena mengikuti jadwal W Property.
"Dira.. Dira.." panggil Edo yang berdiri di dekat layar Proyektor sedangkan diri berada di sisi lebar meja bersama Sita kegiatan merapikan kertas Dira terhenti.
"Gue antar yah dah malam nih.."ujar Edo ketika sudah berada di dekat Dira yang tanpa mereka ketahui Yuda memperhayikan interaksi mereka. Yuda baru menyadari ketika Edo tadi memanggil nama Dira sedikit keras.
Pak Tony Yang melihat Yuda memperhatikan anak buahnya berdeham keras. Sehingga perhatian kini tertuju padanya.
Sita, Dira Dan Edo menegok ke arah pak Tony dan beberapa staf yang masih sibuk merapikan kertas materi rapat mereka. Mereka terpana melihat wajah Yuda yang tampan dan berwibawa lain dengan Dira yang kaget bertemu dengan Yuda kembali.
Yudapun meninggalkan ruang rapat diantar Pak Tony. Tak berapa lama hp Dira berbunyi di Meja menampilkan Yuda menelponnya. Dira segera mengangkat.
"Dir. Mas tunggu di parkiran..." Ucap Yuda dan langsung menutup telponnya
"Gimana Dir, maukan gue anter pulang.." todong Edo lagi setelah Dira selesai menelpon
"Ngga usah, Pak... duluan.." tolak Dira buru-buru dan segera keluar dari ruang rapat itu.
Dira berjalan kearah parkiran. Melihat mobil yang menyalakan lampu mobilnya. Samar-samar Dira melihatnya dan Menghampiri mobil tersebut. Yuda membuka kaca mobilnya setelahnya barulah Dira masuk mobilnya.
"Pasang safety belt... mas anter pulang." Ucap Yuda Dirapun segera memasangnya.
TBC
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Turun Ranjang - END
Romans"Mas, kalo aku ngga ada tolong jaga adikku karena hanya kita yang dimilikinya...Jadikan dia keluargamu." *Amira Armano "Mba.. harus kuat ku mohon ka bertahanlah... *Adira Armano "Kalian adalah keluargaku aku akan menjaga kalian" *Yuda Wardhana
