Dua belas

47K 2.1K 9
                                        

Dira masih menatap Almira dan tak terasa air matanya mengalir. Almira begitu mirip dengan kakaknya..

"Dira, Almira tidur..?" Ucap Yuda membuka pintu setelah menenangkan detak jantungnya.

Dira tak menjawab. Yuda melihat almira menangis. Lalu Yuda ikut Berbaring menghadap Dira sehingga posisi Almira berada diantara keduanya.

Yuda menghapus air mata Dira dengan jari telunjukknya. Dira diam dan menutup matanya merasakan sapuan telunjuk Yuda menghapus air matanya. Yuda lalu mencium kening Dira.. mencium satu matanya dan mencium sudut bibirnya..

Dira membuka matanya yang masih merah.

"Mas.." lirih Dira

"Hush.." Yuda lalu membawa tangan Dira yang berada di paha Almira ke pipinya dan mengecup telapak tangan Dira.

"Istirahatlah." Ucap Yuda... Dirapun menutup matanya karena hari ini sudah terlalu banyak menguras emosinya.

Setelahnya Yuda menggendong Almira memindahkan ke box bayi yang memang di tempati Almira biasanya tidur.

Yuda memperhatikan Dira. Duduk di tempat tidur dan menyingkirkan rambut Dira ke belakang telinganya. Rambut yang di bahunya juga tertarik kebelakang sehingga baju yang tadi di jilat Almira menampakkan bayangan cup bhnya. Yuda menelan liurnya melihat itu. Dia tak pernah membayangkan ini sebelumnya. Dia menunduk mengecup bibir Dira dan tergoda mengecup bagian baju yang basah itu. Diapun mengecup bagian yang basah itu.

"Aku harus berendam" gumamnya berdiri dan pergi meninggalakn Almira dan Dira sedangkan dia kekamarnya menenangkan dirinya lagi.

****

"Mama kangen loh kita kumpul begini lagi" Ujar Mama Yuda

"Iya tante.. Dira juga.. Soalnya Dira kalo Makan Malam pasti sendiri jadi biasanya Dira malas makan." Ucap Dira

"Jadi kamu biasa ngga makan malam??" Tanya Yuda

"Iya Mas.. "

"Kamu kan punya sakit maag Dir..??"

"Iya.. yah palingan kalo udah sakit banget baru deh minum obat.." ucap Dira sambil menyuapkan nasi ke mulutnya sambil bercanda dengan Almira dengan duduk di baby chair yang di letakkan di antara Dira dan Yuda. Almira tidak lagi makan karena dia sudah makan tadi sore dan baru selesai minum susu.

Orang tua Yuda menyukai pemandangan didepannya seperti melihat keluarga kecil yang bahagia, suami istri dan anak yang lucu.

"Om..Tante... Dira pamit pulang dulu yah.. besok besok Dira main lagi.." pamit Dira karena Almira telah tidur dan sudah sangat malam

"Dir.. sering-seringlah main kesini kalo perlu kamu nginap juga sekalian.." ucap Papanya Yuda

"Iya. Bener Dir..kamu sekali-kali nginep disini.." kali ini kata mama Yuda..

Dira menanggapi keduanya dengan senyuman.

"Ayo.. aku antar.." ucap Yuda

"Tapi Mas.."

"Ini udah Malam.. ngga baik kamu oulang naik taksi.."

"Tante.. Om..Dira pamit pulang... Permisi.."

***

"Seharusnya Mas Yuda nggga perlu repot nganterin aku.. aku dah biasa pulang sendiri kok naik taksi.."

" kamu dah biasa..? Memang kamu dari mana pulang mana" ucap Yuda ketus

"Ya kerjalah Mas. Kan kalo lembur bisa dapat sedikit bonus.. lagian aku sendiri di kosaan kan lebih baik lembur menghasilkan Mas."

"Kalo gitu kanu pindah ke kantor Mas. Kamu bakal dapat semua fasilitas temoat tinggal hingga kendaraan pribadi kalo perlu dengan supirnya.."

"Ngga perlu kok..aku dah nyaman kerja di sana."

"Bukan karena atasan kamu kan.. kamu betah disana..??" Ucap Yuda dengan lebih ketus

"Ikhh... mas kok gitu ngomongnya..kalo Mas ngga mau nganter jangan di paksain."

"Sapa yang ngga mau nganter kamu..?"

"Akkhh... aku cape Mas.." Dira membalik badannya menatap ke jendela mobil daripada berbicara dengan Yuda dan akhirnya kembali tertidur.

TBC

****

Turun Ranjang - ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang