Delapan

47.7K 2.3K 23
                                        

"Jadi kamu tinggal disini..??" Ucap Yuda ketika mereka memasuki kos Dira. Kos Dira berisikan kamar-kamar yang memiliki teras sendiri-sendiri sehingga tidak ada ruang tamu khusus untuk tamu. Kamar Dira berada di lantai dua.

"Iya.. Mas.." ucap Dira sambil membuka pintu kamarnya.

Dirapun membuka sepatu heels dan menunduk membenahi sepatu menaruh di pojok dekat pintu tidak sengaja menyenggol Yuda yang berdiri di dekatnya sehingga dia oleng untung saja Yuda menahannya tapi dengan posisi yang.... bisa dikatakan sangat dekat.

Yuda memegang kedua pinggang Dira dari belakang dan ketika Dira ingin membetulkan posisinya kini malah hidung mereka bertemu.. Keduanya terpaku.

"Eh...makasi Mas.." Dira yang pertama memutus kontak

"Iya.." Yudapun melepas tangangnya di pinggang Dira dan membuka sepatu menggunakan kedua kakinya secara bergantian dan masuk ke dalam kosnya dan menutup pintunya. Kos Dira tidak memiliki jam bertamu karena diperuntukkkan untuk kos karyawan yang biasanya memiliki waktu lembur.

Yuda menatap sekeliling kamar Dira yang tak terlalu besar
"Kamu betah ngekos.."katanya dan milih langsung diatas tempat tidur.

"Yah dibetah-betahin aja mas.." ucapnya sambil memberikan yuda minuman kaleng.

"Kamu udah bisa mandiri juga yah.." serunya lalu meminum minuman kaleng itu. Lalu di tanggapi dengan senyuman.

"Kamu berdiri aja, sini temani Mas Duduk.." Ucap yuda menepuk kasur disampingnya. Dira pun beranjak duduk.

Suasana sedikit canggung karena mereka sudah tak pernah berinteraksi sedekat ini lagi.

"Almira sama tante udah balik Mas?" Tanya Dira yang mengetahui kalau Almira sedang ke Australia bersama orang tua Mas Yuda

"Mungkin minggu depan mereka balik.." jawab Yuda menaruh minuman kaleng di meja kecil dekat tempat tidur Dira.

"Itu tadi pacar kamu yang mau nganter pulang..?"

"Bukan Mas..? Jawab Dira dengan muka cemberut

"Masih jomblo sampai sekarang...?"

Dira mengangguk kepalanya dan Yudapun mengacak rambutnya.

"Ikh Mas..." ucap dira menepis tangan Yuda secara berulang hingga yuda memang tangannya.

"Mas lepass...!!" Tapi yuda malah makin memegangnya erat.

Mata mereka beradu pandang. Entah siapa yang memulai bibir mereka kini menempel. Mata mereka masih saling memandang. Lalu Yuda mulai mengecup bibir Dira dan menutup matanya menikmati ciumannya. Seakan tak cukup untuk mengecup Yuda mulai berani mengulum bibir Dira serta mengisap bibir atas dan bibir bawah dira secara bergantian. Dira tak melakuka perlawanan atau membalasnya. Otaknya seakan tak berfungsi.

Yuda mengigit bibir bawah Dira.. aaaauhhh ringisan Dira malah membuat kesempatan bagi Yuda untuk memasukkan lidahnya pada mulut Dira. Dira pasrah saja dan mulai mengikuti nalurinya untuk membalas ciuman yuda..

Tangan mulai meraba payudara Dira awalnya pelan dan mulai meremas sedikit. Remasan itu menyadarkan Dira. Kesadarannya kembali ia membuka matanya dan mendorong Yuda dengan sedikit kasar hingga Yuda juga sadar apa yang mereka lakukan tadi.

"Huftt..huft...Mas sebaiknya pulang." Ucap Dira dengan nafas terputus-putus.

"Hmmm.. maaf Dira. Hmmm Mas...." ucap yuda tak tau harus mengatakan apa

"Mas pulanglah... ku mohon.." kata dengan suara serak. Dira menunduk dan mulai menangis

Yuda mencoba menenangkan dengan cara mengelus punggung Dira tapi Dira menghindarkan punggungnya dari sapuan tangan Yuda

"Baiklah Mas pulang Dulu.." Yuda pergi. Tangis Dira semakin kencang tapi tak mengeluarkan suara

"Kak Mira maafin Dira..Maafin Dira Kak..." gumamnya. Dia tertidur dengan tangis penyesalan.

Yuda tak langsung menjalankan mobilnya dia hanya diam didalam mobil sambil menatap pintu kamar Dira. Memikirkan apa yang dia telah lakukan pada dira.

TBC

****

MAAF KALO ADA TYPO..

HEHEHE

Turun Ranjang - ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang