Keadaan Dira sungguh tidak baik. Dia sangat lemas tapi memaksakan diri berangkat kerja.
"Dir..kamu baik-baik ajakan? Ujar Sita ketika mereka memasuki ruang rapat. Yuda yang telah tiba memperhatikan Dira. Ia mencoba menahan diri merengkuh tubuh lemah itu karena sikap acuh yang di berikan Dira padanya.
Dira hanya mengangguk memberi jawaban Sita. Rapat tak butuh waktu lama. Semuanya bersiap undur Diri. Dira yang berdiri mendadak oleng untung saja Edo dengan cepat menangkapnya.
"Dir.. elo kenapa.. Dir ?" Ucap Sita panik memancing orang melihat kearahnya. Belum ada yang meninggalkan ruang rapat.
Semuanya berkumpul melihat keadaan Dira yang berada di rengkuhan Edo.
"Gue ngga papa kok.. Ta.." ucap Dira lemah
Yuda yang melihat itu tak bisa lagi menahan diri apalagi melihat Edo merengkuh Dira seperti itu.
Pak Tony yang melihat karyawannya sakit
Meminta edo mengantarkan pulang.
"Edo bawa Dira kedokter dan biarkan dia istirahat."
"Baik. Pak.." Ucap Edo yang siap dengan posisi mengbungkuk ingin menyampikan tangan Dira di pundaknya. Sebenarnya ia bisa saja menggendong Dira tapi ia masih mempunyai kecanggungan karena adanya Bosnya
"Lepaskan tangan kamu dari Dia.." Ucap Yuda keras sehingga mengagetkan orang di ruang rapat. Dia tak marah melihat wajah Dira telah tenggelam di leher Edo.
"Maksudnya.??" Edo menjawab tidak mengerti dan tetap memapah Dira
"Kubilang lepaskan tanganmu dari Dira.. Tunanganku.." ucap Yuda keras dan berjalan kearah Dira dan merengkuhnya.
Suasana hening.
"Mas Yuda..." lirih Dira
"Iya sayang.. aku disini.." Yuda segera mengendong Dira ala bridal style. Keluar dari dari ruang rapat. Edo dan yang lain tak percaya dengan kejadian barusan. Dimana Dira memiliki tunangan dari orang yang bisa dibilang sukses dibidangnya.
**
Yuda membawa Dira ke rumah orang tuanya. Menempatkanya di kamarnya. Menelpon dokter
"Dia cuma kelelehan saja.. sehingga dia begini.." ucap dokter setelah memeriksa Dira
"Ini resepnya.. ini hanya beberapa vitamin agar kondiainya lekas pulih." Lanjutnya lagi
Sepulang dokter ia menyuruh supir membeli obata yang diresep tadi.
Entah berapa lama Dira tertidur.
"Eeegghjhh.." ucap Dira. Yuda yang berada di sampingnya menaruh laptopnya di nakas disamping tempat tidurnya.
"Kau sudah bangun.."
Dira tidak menjawab malah ingin bangun duduk. Yuda yang melihat itu membantu Dira meyandarkan punggunya di kepala tempat tidur. Lantar turun mengitari tempat tidur sehinngga dududk di pinggiran kasur di sisi Dira.
"Minum Mas.." Yuda memberinya air minum setelah Dira minum Yuda mengusap bibir Dira dengan punggung tangannya.
"Kau makan dulu yah sedikit.. setelah itu minum vitamin." Dira hanya mengangguk.
Yuda menyuapinya bubur beberapa sendok lalu memberinya vitamin.
Yuda kembali mengitari tempat tidur dan naik keatasnya menyandarkan tubuhnya di kepala temoat tidur dan merengkuh Dira.
"Sayang.. kamu jangan sakit lagi yah.."
"Aku ngga sanggup liat kamu kayak tadi..." Dira hanya mengangguk dalam rengkuhan Yuda. Yuda mencium puncak kepala Dira. Yuda mempererat rengkuhannya pada tubuh Dira.
TBC
****
KAMU SEDANG MEMBACA
Turun Ranjang - END
Romance"Mas, kalo aku ngga ada tolong jaga adikku karena hanya kita yang dimilikinya...Jadikan dia keluargamu." *Amira Armano "Mba.. harus kuat ku mohon ka bertahanlah... *Adira Armano "Kalian adalah keluargaku aku akan menjaga kalian" *Yuda Wardhana
