Tak terasa sudah sebulan sudah kematian Mira.
Yuda begitu pendiam dan murung ia hanya tertawa bila melihat putrinya. Putrinya sangat mirip dengan Mira. Setelah kematian Mira, Yuda pindah ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari rumahnya dahulu.
Dira... ya Dira..
Sejak kematian kakaknya dia berusaha untuk mandiri tak ingin menyusahkan Yuda. Dia perlahan menjauhkan diri dari Yuda dan keluarganya. Ia sangat sedih karena sudah tak memiliki keluarga lagi. Entah siapa yang akan mendengar keluh kesahnya.
"Almira.. sayang aunty ngga?? " kata dira pada ponakannya. Dia Almira putri wardhana. Yuda sengaja memberi nama putrinya hampir mirip dengan istrinya.
"Kalo aunty pergi Almira tetap sayangkan sama aunty.." tukasnya lagi. Yah Dira memang ikut kerumah orang tua Yuda setelah kematian Mira.
Saat ini ia bermain di kamar yang disediakan untuknya di rumah orang tua Yuda. Almira jika malam hari secara bergantian akan tidur di kamar Yuda atau orang tua Yuda bahkan di kamar dira sendiri.
Dia sangat menyanyangi keponakannya ini.
***
Saat ini aku sudah di terima di sebuah perusahaan periklanan yang cukup ternama. Aku di terima setelah melewati serangkain tes. Sebenarnya Mas Yuda memintaku bekerja di perusahaannya tapi aku menolak bukannya sombong tapi aku tahu diri dan hubungan kami tak lebih dari aku tantenya anaknya.
Walaupun kami satu rumah kami sudah sangat jarang untuk berinteraksi.
Aku canggung dengan orang tuanya serta dia lebih banyak menyibukkan diri tak seperti dulu ketika Mba Mira masih ada selalu pulang di sore hari dan kami biasa menghabiskan waktu dengan menonton sinetron sesuai kesukaan Mba Mira.
Akkhh.. Mba Mira aku kangen..
**
Ku putuskan malam ini untuk menemuinya di ruang kerjanya.
Tokk.tokk.
"Masuk."
"Kenapa Dir.. malam-malam gini?." Katanya setelah aku masuk dan menutup kembali pintu ruang kerjanya. Aku menghampirinya berdiri di depan meja kerjanya.
" hmmm.. gini Mas.. Dira kan udah kerja jadi dira ingin pindah. Dira pengen ngekos aja kak di dekat kanyor dira.." ucapku menunduk
"Kenapa kamu mau pindah, ini kan rumah orang tuaku otomatis rumahku juga kau berhak tinggal disini karena kau keluargaku juga." Ucapnya
"Bukan gitu kak.. dira pengen mandiri juga." Kataku kali ini ku dongakkan wajahku.
Dia hanya mebuang nafas dan membuka kaca matanya.
"Kamu tahu kan kamu itu di titipkan Mira sama saya. Jadi kamu itu tanggung jawabku Dir.." ucapnya menautkan jari-jarinya di atas meja
"Iya Dira tau Mas. Tapi Mira ngga pengen jadi beban Mas Yuda."
"Dira janji setiap minggu pasti Dira datang jenguk Almira."
"Hmmm.. baiklah.. tapi kamu janji kalo kau punya kesulitan jangan ragu hubungi Mas."
"Sip..Mas" kataku dengan senyum dan menaikkan jempol padanya.
"Nanti kapan-kapan aku liat kos kamu aman apa ngga supaya aku tenang melepasmu." Ujarnya padaku ketika aku berjalan ke arah pintu.
***
"Tante... Om.. Dira mau pamit dulu..." ucapku di ruang keluarga rumah orang tua Mas Yuda
"Kamu serius pengen pindah... Nak padahal tante suka kok kamu ada disini.." ujar Mama Mas Yuda sambil memangku Almira.
"Iya.. tante.. Dira juga suka kok tinggal disini. Cuma Dira pengen dekat kantor aja." Ujarku.
"Ya udah.. sering-sering main yah.."
"Iya tante..kalo gitu Dira mohon ijin sekarang takutnya kemalaman." Ucapku berdiri dan mencium tangan mama dan papa Mas Yuda. Aku juga sempat mencium lama Almira keponakanku.
Aku pun berlalu dengan menarik dua koperku keluar rumah dimana taksi sudah menungguku.
TBC
****
KAMU SEDANG MEMBACA
Turun Ranjang - END
Romance"Mas, kalo aku ngga ada tolong jaga adikku karena hanya kita yang dimilikinya...Jadikan dia keluargamu." *Amira Armano "Mba.. harus kuat ku mohon ka bertahanlah... *Adira Armano "Kalian adalah keluargaku aku akan menjaga kalian" *Yuda Wardhana
