Happy Reading
***
Semua mata langsung mengarah ke arah mereka berdua, menatap heran ke arah jin yang bertanya seperti itu. Sowon pun yang tadinya menunduk menutupi bengkak di matanya mendongak menatap jin kaget.
***
"Aku tidak suka melihat mu seperti ini!" ujar jin, yang membuat semua orang di sana tercengang kecuali umji dan suga.
"Apa kalian saling kenal?" tanya sinb.
Tidak ada yang saling menjawab diantara keduanya, hanya saling memandang satu sama lain.
"Sebentar lagi bel masuk, kita harus cepat kembali ke kelas!" sowon mengalihkan pembicaraan dan memalingkan wajahnya dari jin.
"Sowon-ah jangan seperti itu. Aku mengkhawatirkan mu." ucap jin sekali lagi.
"Semua ayo kembali!. Permisi sunbaenim." sowon tak menggubris ucapan jin, dan mencari alasan lain untuk pergi.
Umji yang saat itu mengerti langsung ikut berpamitan dengan semua sunbaenim yang ada disana.
"Permisi sunbaenim, kita pergi dulu!" ucap umji. "Oppa jaga dirimu, jika butuh sesuatu telepon saja aku!. Arra?"
"Arraseo." jawab rapmons sambil mengacak poni umji asal.
Dan sekarang tinggallah para 6 namja di sana dengan pikiran mereka masing-masing.
"Siapa sebenarnya namja ini?, kenapa mereka sangat dekat?, tau mereka berpacaran?" batin suga.
"Yerin-ah? Kenapa dia terlihat sangat terpesona dengan namja ini?, apa aku kurang tampan?" batin taehyung.
"Yuju-ssi? Nama yang bagus. Ini akan lebih mudah memberinya pelajaran." batin jimin.
"Dia menangis karena aku?... aku tidak tega melihat mata bengkak nya. Apa dia menangisi ku?" batin jin.
RapMons hanya menatap bingung kepada 5 namja di sampingnya yang dari tadi hanya diam.
***
"Ada apa denganmu oppa?" tanya yerin pada taehyung yang saat ini sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
"Temani aku keluar asrama sebentar yerin-ah!" pinta taehyung memelas.
"Aku sedang malas oppa." jawab yerin.
"Ayolah!, kau tidak biasanya seperti ini!" ucap taehyung. "Ada denganmu?"
"Aku hanya tidak ingin." jawab yerin lagi.
"Arraseo. Aku pergi dulu." taehyung akhirnya mengalah dan memutuskan pergi sendiri.
***
"Jin oppa kau membuat suasana nya menjadi kacau di aula tadi!" kesal umji.
Umji langsung menemui jin saat melihat sowon memarahi eonni nya yang lain saat mereka bertanya tentang hubungan sowon dan jin.
"Apa aku salah? Aku hanya khawatir dengan sowon."
"YAK... oppa! Sowon eonni tadi sangat kesal mendengar pertanyaan dari eonni ku yang lain, dan sekarang mungkin dia akan menangis lagi." keluh umji.
"Apa benar?, Lalu bagaimana?"
"Oppa, jangan lakukan apa pun! Aku kasihan melihat sowon eonni jika setiap hari selalu menangis. Aku tidak akan membantu mu lagi."
"Yak... Umji-ya jangan seperti itu, aku masih butuh bantuan mu!" pinta jin memohon pada yeoja di depannya.
"Akan aku pikirkan." setelah menjawab itu umji pergi meninggalkan jin sendirian di sana.
"Mianhae sowon" batin jin.
***
Sinb berjalan gontai memasuki gedung asrama, pikirannya juga kacau saat ini.
Click~
Bunyi pesan masuk dari ponsel sinb, tapi sang empu nya malah tak menggubris dan membiarkan ponsel itu terus berbunyi.
Sinb sudah tau itu pasti jhope yang mengirimnya pesan. Sinb masih tidak ingin berbicara dengan namjachingu nya itu.
BRUGHHH...
Yeoja itu terjatuh dengan posisi terduduk, pantat mulusnya pun mencium dingin nya lantai.
"Mianhae... mianhae... aku tidak sengaja." suara bariton itu membuat sinb mendongak.
Sinb benar suara itu sudah tak asing lagi di telinganya. Itu adalah taehyung.
"Sinb-ya mianhae. Gwenchanayo?" taehyung membatu sinb untuk berdiri dari jatuhnya.
"Ah... gwenchana sunbae!" jawab sinb. "Tadi aku jalannya juga melamun."
"Sinb-ya kenapa kau terus saja memanggil ku sunbaenim?. Aku sudah bilang panggil saja oppa."
"Em... itu? Aku hanya tidak terbiasa memanggil mu oppa sunbae." jelas sinb, "dimana yerin eonni? biasanya kalian selalu berdua?"
"Dia sedang tidak ingin ikut denganku." jelas taehyung.
"Ayo aku antar ke kamarmu." tawar taehyung.
"Nde..."
***
"Bukankah yeoja itu sangat cantik hyung?!" ucap jungkook antusias pada hyung nya.
"Siapa yang kau maksud kookie? Semua yeoja di dunia ini pasti cantik. Tidak ada yang tampan." jawab jimin.
Saat ini mereka sedang berjalan-jalan untuk mencari udara segar ke gedung sekolah.
"Ah... eunha hoobae hyung." ujar jungkook.
"Daebak... kau menyukai nya?" tanya jimin terkaget.
Jungkook yang mendengar itu hanya tersenyum lebar menampilkan deretan gigi rapinya. "Bukan seperti itu hyung. Hanya saja, dia terlihat seperti seseorang yang aku kenal, dan mimpi itu..."
"Mimpi apa?" tanya jimin saat jungkook menggantung kalimatnya.
"Ani!... aku seperti mengenalnya dekat. Tapi entah lah?..." jimin semakin bingung dengan ucapan jungkook.
"Kookie apa kau melihat sesuatu?" tanya jimin tiba-tiba.
"Jangan menakuti ku hyung! Langit saja masih belum gelap."
"Lihatlah itu!" tunjuk jimin.
***
"Hoobaenim... apa yang kau lakukan di sana?"
"Mwo?... andwae."
"Lama tidak bertemu."
***
Jangan lupa vote dan commend nya.
Makasih yang udah ngasih vote dan commend cerita ff ku ini.
Kritik dan sarannya ditunggu loh.
Bye
KAMU SEDANG MEMBACA
High School (END)
FanfictionMenceritakan tentang kisah cinta anggota BTS Dan anggota G-FRIEND di masa sekolah. Cerita pertama ku, dengan genre FF. Sinopsis ada dibagian awal.
