Part 21 (Sowon x Jin)

3.2K 221 2
                                        

Happy Reading...

***

Semenjak kejadian di halte bus perlahan hubungan sowon dan jin mulai membaik, walau terkadang masih sedikit cekcok diantara mereka.

Seperti hari ini jin, sowon, umji, suga tengah duduk di kantin dengan makanan yang sudah ada di atas meja.

Sowon dan jin meributkan masalah kecil.

"Kenapa kau mengambil sendok ku?" ucap sowon sedikit berteriak.

"Aku tidak mengambilnya, sendok ini berada di tengah-tengah sini!" balas jin sambil menunjuk yang dia maksud.

"Namja aneh!" gerutu sowon sebal.

"Gomawo chagi, kau juga cantik hari ini." bukannya marah mendengar ucapan sowon, jin malah menanggapinya dengan santai dan terkesan menggombal.

Umji dan suga hanya menggelengkan kepala melihat tingkah eonni dan hyung mereka, yang seperti anak kecil.

"Baiklah aku sudah!...aku akan pergi-"

"Aku ikut!" celah umji.

"Baiklah ayo!" tanpa menunggu jawaban, suga langsung menggenggam tangan umji dan membawanya pergi. Kini tinggallah sowon dan jin yang ada di sana.

"Jadi apa jawabannya?" celetuk jin.

"Jawaban apa?" tanya sowon balik.

Jin menggenggam tangan sowon erat. "Apa kau mau memulainya lagi denganku dan membuat akhir yang berbeda?"

Sowon tertegun, sekelebat ingatan di masa lalu menyapanya.

Flashback>>>

Sowon tengah duduk di taman sekolahnya, mata nya terus berkeliaran mencari seseorang.

"Sowon-ah!" seorang namja melambaikan tangannya sambil tersenyum.

Namja itu menghampiri sowon yang sudah berdiri dari duduknya. "Apa kau sudah menunggu lama?"

Sowon menundukkan kepalanya sambil menggeleng.

"Baiklah ayo pulang!" namja itu meraih tangan sowon, dan menggandeng nya.

"Jin sunbae...bukankah mau bilang sesuatu?" ucap sowon gugup menatap tangannya yang masih di genggam erat namja bernama jin.

Jin memberhentikan langkahnya, berdiri menghadap sowon yang masih menundukkan kepalanya.

Tangan jin terulur menyentuh dagu sowon dan menaikkan nya. Membuat pandangan mereka saling bertemu satu sama lain.

Jin meraih tangan sowon yang satu lagi lalu ikut menggenggam tangan itu erat.

"Apa kau mau menjadi yeojachingu ku?"

Dirasakan pipi sowon memanas. "Tapi...kenapa sunb-"

"Aku tau ini terlalu cepat, kau juga masih kelas satu. Tapi apa salahnya? Aku mencintaimu sejak kita bertemu pertama kali dia acara penyambutan murid baru."

Yeah... seperti itulah dulu jin menyatakan perasaannya pada sowon. Di saat mereka duduk di bangku sekolah menengah atas.

Dan mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Jin adalah segala yang pertama bagi sowon.

Sowon yang awalnya bertemu dengan jin terlihat sangat ketus dan dingin, setelah itu berubah menjadi gadis yang sangat ceria. Mereka sama-sama saling mencintai.

Satu tahun sudah hubungan mereka. Dan sowon sudah merencanakan kejutan di hari anniversary 1 tahun hubungan mereka.

Sowon dengan membawa balon dan juga kue tart di tangannya, sangat bersemangat menghampiri rumah namjachingu nya.

Karena memang hari ini rumah jin sepi, kedua orang tua jin sedang berada di luar seoul.

"Kenapa rumahnya tidak dikunci?" tanya sowon bingung.

Dengan langkah semangat sowon memasuki rumah jin tanpa permisi, karena sowon pun sering datang ke sini, jadi dia sudah tidak canggung lagi jika ingin masuk.

"Aahhh.... jiinnn...ah...."

Samar sowon mendengar suara perempuan mendesah dari arah kamar jin.

Jantung yeoja itu berdegup sangat kencang, memikirkan kemungkinan buruk di otaknya. Firasat nya pun sudah tak enak.

Ckelkk....

Kue di tangan sowon jatuh ke lantai, balon yang dia bawa pun terlepas. Matanya memanas melihat pemandangan di depannya.

Namjachingu nya tengah asyik berciuman panas dengan yeoja lain di saat hari jadi mereka yang pertama.

Jin menatap sowon yang berdiri mematung tengah memandangnya, mata jin beralih ke arah bawah kaki sowon.
Mata jin membulat, kemudian menatap sowon lagi yang sekarang sudah berlinang air mata.

"Sowon..." jin meninggalkan yeoja di depannya dan berjalan menghampiri sowon. Jin sudah tak menghiraukan lagi panggilan yeoja yang berciuman dengannya.

"Gomawo oppa. Aku akan mengingat hadiah ini!"

Flashback end>>>

"Aku tidak bisa!" sowon langsung pergi meninggalkan jin.

"Ahkk...." jin berteriak frustasi lalu mengacak rambutnya.

"Kenapa tidak ada kesempatan kedua?"

***

Malamnya di kamar sowon, umji dan eunha.

"Eonni!... kenapa kau melamun?" tanya umji melihat tingkah sowon.

"Anio!" sowon menggelengkan kepalanya lemah.

"Kau bisa cerita eonni," tambah eunha.

"Sebenarnya..." sowon pun menceritakan apa yang terjadi di kantin pada dua sahabatnya. "...apa yang harus aku lakukan?"

Eunha dan umji saling melirik lalu mengusap punggung sowon untuk menenangkan nya. "Ikuti saja kata hatimu eonni!" ucap eunha.

"Aku takut."

***

Jangan lupa vote dan commend ya

Makasih yang sudah kasih vote commend di part sebelumnya...

Bye

High School (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang