Chapter 21 : The South

14.5K 2.5K 109
                                        

I think this is the better version, will post new chapter tomorrow :)

***

Alex mendadak diam cukup lama, setelah pesan dari Jimmy kusampaikan kepadanya. Tidak tahu apa yang tengah dia pikirkan saat dia menatapku tanpa putus sambil menggigiti bibir bawahnya.

"Kenapa Alex?" tanyaku ragu, merasa sedikit gugup dengan diamnya dia yang sangat tiba-tiba itu.

"Hmmm?" dia menyahut seperti tertegun, lalu menoleh ke arah lain. "Tidak ada apa-apa."

"Kau... mau aku mengoleskan obat ke badanmu dulu sebelum kita pergi ke bawah tanah itu?" tawarku, dengan cepat meraih kaleng obat di atas meja, agar aku punya sesuatu untuk dikerjakan yang bisa mengurangi rasa canggung ini. Tapi bukannya mencairkan suasana, aku justru semakin gugup waktu Alex, di luar kebiasaannya justru menolak tawaranku tanpa ada gurau dalam kalimatnya. Dia malah sibuk bangkit dari tempat tidurnya, dan mencari baju untuk dipakai sementara aku hanya berdiri memperhatikannya sambil memeluk kaleng obat yang tidak jadi digunakan itu.

"Ayo." Dia menoleh ke arahku sebelum membuka pintu dan berjalan keluar. Buru-buru kuletakan obat tersebut kembali ke atas meja, sebelum bergegas mengikutinya. Berjalan tepat dibelakangnya yang melangkah dengan penuh wibawa walau masih sedikit limbung. Orang-orang masih bergeser dengan penuh rasa hormat untuk memberikan jalan waktu dia melintas. Dia masih Alex yang sama menakutkannya di mata survivor lain. Perubahan sifat Alex ini membuatku berpikir dan menyadarkan diriku. Bahwa meskipun aku merasa dekat dengannya dan sudah bicara jauh lebih banyak dengannya waktu dia sakit, bukan berarti dia akan menganggapku sedikit lebih istimewa dari sekedar tawanan. Kurasa ini yang sering ditertawakan Alex dariku, kalau aku naif sekali.

Dia berhenti di depan pintu besi di bawah lantai yang menuju langsung ke tangga bawah tanah. Dengan satu tangannya yang sehat, dia membuka pintunya dan mulai turun ke bawah.

Alex mendadak berhenti dan melihat ke arahku setelah dia menuruni beberapa anak tangga, "Perhatikan pijakanmu, tidak perlu terburu-buru karena tangganya licin,"

Aku mengangguk. Alex mulai memanjat turun kembali setelah menungguku mengikuti. Setiap anak tangga turun yang jejaki seperti menyelimutiku dengan kegelapan yang semakin tebal. Udara pun terasa semakin lembab sementara suara yang terdengar hanyalah tetesan air dan pijakan kaki di anak tangga ini.

Samar-samar kulihat Alex mengurulurkan tangannya padaku waktu kami sudah berada cukup dekat dengan tanah. Aku tidak begitu bisa melihat wajahnya walaupun aku tahu dia berdiri di dekatku. "Sepertinya kau sudah pernah masuk ke dalam sini ya? Gayamu tenang sekali." Ujarnya. Suara Alex sedikit menggema di tengah ruang hampa ini.

Aku menyambut uluran tangan Alex dan membiarkan dia menggendongku turun ke tanah dengan salah satu tangannya yang sehat.

"Iya. Sekali." Begitu jawaban itu terlontar dari mulutku, mendadak teriakan yang tidak asing terdengar memanggil-manggil Danielle dari tempat mereka menahannya hari itu. Dia mendengarku.

Alex langsung menoleh dan terdiam, sementara aku bersyukur dalam hati karena sepertinya mereka sudah tidak lagi menyiksa Tyaga dari keras dan lantangnya suara teriakan itu.

"Apa lagi itu?" bisik Alex, sepertinya lebih kepada dirinya sendiri. Tapi aku tetap menjawab.

"Tyaga, pemimpin Eagle Eyes. Mereka menahannya di sana."

Siluet Alex yang buru-buru menoleh ke arahku berhasil kulihat walaupun samar-samar, "Kenapa mereka belum membunuhnya?"

Napasku tercekat mendengar dinginnya reaksi Alex terhadap Tyaga, "Mungkin... karena dia masih penting." Kupaksa diriku menjawab.

"Ya. Bisa jadi. Informasi seperti apa menurutmu yang dimiliki orang gila seperti dia?" Alex kembai bertanya, Memiringkan kepalanya waktu dia melihatku.

Aku menggeleng dan menunduk, tidak ingin bicara terlalu banyak. Entah itu hanya perasaanku saja, atau memang demikian, perasaanku mengatakan Alex sengaja menanyakan hal-hal itu kepadaku untuk memancing sebuah reaksi yang dia inginkan.

Behind The Wall (Behind The Wall Trilogy #1)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang