LEYYA
Entah apa yang harus kukatakan pada Ronald? Entah darimana harus kumulai? Aku bahkan tak berani menghadapinya dan menceritakan kisahku yang satu itu. Tapi itu semua harus kumulai, harus kuberanikan diri atau mereka semua dalam bahaya! Saat ini ku kembali lagi dalam kesadaran, mengambil alih dan sementara waktu menekan flora di bawah sana! Ada geliat-geliat kecil dalam benakku, posisi flora tidak aman dibawah sana, ada astro yang mengintai... Percayalah bahkan dalam sadarku kini, aku mulai berdoa dengan lantang agar astro tak menyentuhnya.
"RONALD...!" Teriakku seraya melompat dan melambai-lambaikan tangan keudara.
"Le..Leyya?" Ron tergagap.
"Iyalah.. siapa lagi?" mungkin ia berharap Flora, maaf mengecewakanmu Ron.
"What a Surprise..! Sudah lama kamu tidak dipermukaan." Ron berjalan menghampiriku, tersenyum...
"Did you miss me?" Bad joke leyya..!
Ron tidak menjawab! Hanya memiringkan kepalanya, mengamatiku sejenak dan tertawa.
"Hei... apa yang kau tertawakan ron!" aku bingung..
"Heum... aneh! Padahal kau dan Flora memiliki tubuh yang sama, tapi mengapa bila kau yang muncul. Tubuh itu nampak menyusut 10 cm..." Ron cekikikan. Kakiku refleks menendang tulang keringnya!
"Auch.. untuk apa tendangan barusan?" Ron masih mengusap-usap tulang keringnya.
"Hukuman karena mengataiku CEBOL.." Bibirku mengerut seperti cumi kering.
"Maaf-maaf.. lagi pula mengapa kau berdiri ditepi kolam ini? Mengapa tidak keruanganku?" Masih tersisa senyum bodoh di wajah ron, ekspresi yang sangat mengganggu!
"Sebenarnya sudah kucoba.. Tapi aku melihat kau sedang berduaan dengan Anna disofa! Sebagai penderita gangguan mental yang pengertian, lebih baik ku urungkan niatku untuk masuk.." Dusta... Sebenarnya aku iri melihat kalian, tidak ada ruang untukku disana. Hanya Kalian.....!
seketika raut wajah Ron berubah, ia mengacak-acak rambutnya, berdecak dan mengambil nafas panjang. Menatapku lekat-lekat, namun tak dapat kuartikan maksudnya...
"Baiklah.. terkadang apa yang kau lihat tidak seperti kenyataannya" Suaranya memberat, pernyataannya membuatku semakin bingung.
"Oyya, sebenarnya ada yang ingin kubicarakan denganmu Ron..! Bisakah kita keruanganmu sekarang?" nada bicaraku meragu, namun Ron paham pembicaraan ini bukan sebuah permainan. ia mengangguk dan mempersilahkan ku keruangannya.
..................
Kutarik nafas dalam-dalam, dan berkali-kali kusentuh jemari ini, jemari yang seolah tertempel begitu saja di tanganku, pucat dan begitu kecil. Seorang Leyya tidak pernah merasa cemas dan begitu gugup untuk bercerita dengan seseorang, tolong garis bawahi dan pertebal... TIDAK PERNAH..!! Apakah karena aku malu memnceritakan masa laluku yang satu itu atau kenyataan bahwa aku merupakan ancaman bagi ronald? Entah bagiku semua itu mulai bercampur aduk menjadi satu, seperti kenyataan dan delusi yang mulai tak dapat kubedakan. Tuhan aku memang gila, tapi adakah tombol restart dalam kuasamu?
Aku telah menemui Ronald, memberitahukan padanya mengenai pertemuanku dengan astro dan pembicaraan kecil kami. Tidak seperti saatku memulainya, begitu berat dan lidahku seolah kelu. Kini aku bahkan tak dapat berhenti tuk bicara, kata perkata keluar begitu saja. Meluncur turun tanpa dapat kuhentikan. Semua hal kumuntahkan, bahkan mengenai perkosaan yang menimpa kami! Dan itu bukanlah hal yang membanggakan untuk dibagi, namun ia perlu tahu semuanya! Ia perlu tahu bahwa tidak ada tempat aman bagiku dan Flora serta mereka yang berada disekitar kami. Setidaknya semua tidak akan aman selama IA masih ada!
KAMU SEDANG MEMBACA
Shards Of Glass
Misterio / SuspensoSemua luka ini tidak terlihat, ibuku pandai menutupinya! Dibalik gaun indah yang kukenakan, dibalik rambut kuncir dua yang ibu ikatkan, terdapat puluhan memar dan belasan sabetan yang ia torehkan. (pernahkah orang tua memikirkan, apa akibat perbuata...
