Ronald
Seminggu yang lalu aku mulai tersadar, pengalaman nyaris mati seperti yang digambarkan banyak orang tidak terjadi padaku rupanya! Melihat sebuah pintu dan cahaya putih, lalu ada larangan jangan pergi kesana. Kurasa itu semua hanya terjadi di film-film saja... Apa yang terjadi padaku justru sebaliknya, samudra gelap dan hitam pekat, tanpa batas! Tiada awal dan akhir, bentangan hitam yang tak berkesudahan..! Apakah itu yang dirasakan Leyya, Flora atau bahkan Astro ketika terendap dibawah? Dibuang dari kesadaran nyata!
Hari ini anna datang menjenguk, ia duduk pada sisi kiri ranjang tempatku berbaring. Kulit kuning langsat yang serupa kilau emas ketika mentari menimpa permukaannya, anna begitu indah pagi ini. Ia memandangku lembut sambil mengupas apel yang dibawanya, entah sejak kapan ritual membawa buah untuk yang sakit dimulai? Itu bukan urusanku tapi. Teringat pada ucapan Leyya –Hanya seorang homo yang tidak tertarik pada Anna- ataukah aku memang seorang Homo? Akh tidak mungkin! Anna memang menarik dan itu bukan kiasan, namun mengapa ketubuhan anna terasa DATAR?
“Dok, silahkan apelnya” ia menyodoriku sepiring apel yang telah dikupas.
“Terimakasih Anna, oyya bagaimana dengan keadaan leyya?” aku tak bisa berhenti mengkhawatirkannya!
“Ia baik dok. Hanya sedikit terguncang dan nafsu makannya menurun!”
“Berilah ia puding, 2 loyang kalau perlu. Percayalah ia sanggup menghabiskannya” Anna tertawa pelan mendengar ucapanku.
“Akan saya minta ibu dina membuatkannya Dok, saya lupa Leyya anda juluki monster puding” oh iya ibu Dina, kepala juru masak rumah sakit kami. Tapi puding buatannya tetap belum bisa mengalahkan puding ibuku. Apakah Leyya akan kecewa?
Ternyata menyebalkan juga rasanya menjadi pasien, Dokter mengatakan aku belum bisa keluar sampai bulan depan. Suatu ironi memang, dokter yang dikuliahi oleh dokter lain. Mereka berkata aku beruntung bisa diselamatkan, namun bagiku itu semua bukan keberuntungan... Ia yang menikamku adalah seorang pembunuh berantai profesional, mengetahui bagian mana yang harus dipotong, disayat, ataupun dibelah-belah,.. Bagaimana mungkin dari jarak sedekat itu ia meleset? Jawabnya adalah bukan keberuntungan. Pasti ialah Leyya yang memaksa keluar pada detik-detik terakhir, dan membuang Astro dari kesadarannya. Leyyalah yang menyelamatkanku! Leyya si pemberontak sekali lagi memberontak keluar untuk menyelamatkanku.. Masih terbayang jelas di pelupuk mata, tangan kecil yang gemetar dan raut wajahnya yang begitu pucat ketakutan. Basah oleh air mata... Matanya mengisyaratkan penyesalan, ia bahkan tak mampu bergerak saat itu.
Selama seminggu ini, aku selalu memikirkannya? Anna berkata ia nampak masih tergguncang, ia tetap makan walaupun sedikit. Semangatnya untuk menjaga floralah yang membuatnya bertahan melalui semua cobaan yang ada. Aku ingin melihat wajah dinginnya lagi, sikap acuh tak acuhnya, cara ia melahap puding, mendengar sindiran dan kata sarkasnya, melihat tangannya bergerak bebas ketika ia berkisah... Tuhan aku memang bukan pemeluk agama yang taat. Namun jika aku diijinkan tuk meminta, maka akan kusisipkan dalam doaku namanya. kumohonkan padamu ijinkan aku memberinya bahagia... Saat ini aku ingin kembali padanya, dan berkata -Tenang Leyya, kali ini semua akan kita hadapi bersama- Setidaknya aku berhutang budi padamu.
Leyya... Jika ada suatu tempat dibelakang kata, maka disanalah kita berada!
Leyya
Piazza Navona, Petersdom, Pantheon, Roma. Matamu tertutup rapat, nafasmu teratur, senyum kecil mengembang dibibirmu. Kutahu kau sedang memimpikan kota yang sama, tempat muasal cinta kita. Ingatkah jembatan Tiber dijalan Peter? Tempat kita menghabiskan senja. Seruak perasaan yang datang dari ruang ajaib antara suka dan duka memenuhiku, menguapkan kembali kenangan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shards Of Glass
Misterio / SuspensoSemua luka ini tidak terlihat, ibuku pandai menutupinya! Dibalik gaun indah yang kukenakan, dibalik rambut kuncir dua yang ibu ikatkan, terdapat puluhan memar dan belasan sabetan yang ia torehkan. (pernahkah orang tua memikirkan, apa akibat perbuata...
