Ceklek
"Pagi ahjumma!"
Sapa Baekhyun ramah.
Ibu Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya.
Baekhyun dan ibu Chanyeol mengalihkan perhatiannya pada sebuah mobil yang memasuki kawasan rumah Chanyeol.
"Cucuku Park Ji Hoon!"
Ibu Chanyeol mengembangkan senyumannya ketika Sehun dan Jihoon menuruni mobilnya.
Baekhyun mengerutkan dahinya bingung.
Sehun menuntun Jihoon mendekati ibu Chanyeol sambil tersenyum ramah dan sesekali melirik Baekhyun yang sedang melayangkan tatapan tajam padanya.
Sehun menyeringai,
"Eomma.."
Sehun memeluk sekilas ibu Chanyeol yang disambut hangat pula oleh ibu Chanyeol.
Baekhyun membelakkan matanya terkejut.
"Eomma senang akhirnya kalian berkunjung ke rumah eomma. Jihoonie, halmoni merindukanmu"
Ibu Chanyeol hendak memeluk Jihoon namun Jihoon mundur sehingga menimbulkan tatapan bingung dari Sehun dan ibu Chanyeol serta Baekhyun.
"Eomma Siapa yang ..."
Ucapan Chanyeol terhenti ketika menemukan Baekhyun, Sehun dan juga Jihoon ada di teras rumahnya.
"Hiks..."
Sehun terkejut dan langsung berlutut di hadapan Jihoon karena tiba-tiba Jihoon menangis.
"Hei! Anak mommy kenapa menangis?"
Tanya Sehun sambil menangkup wajah Jihoon.
Jihoon menunduk dan menangis.
"Hiks...
Kenapa mommy membawa Jihoonie ke rumah ini? Hiks...
Apa mommy akan meninggalkan Jihoonie disini? Hiks..."
Sehunnie tercekat dan mencoba untuk menahan tangisannya juga.
Sehun mengarahkan wajah Jihoon agar menatapnya,
"Siapa bilang mommy akan meninggalkan Jihoonie disini hm? Kita hanya akan bermain di rumah appa Jihoon. Bukankah sekolah Jihoon libur 1 minggu eoh?"
Jihoon menggeleng,
"Mommy bohong! Hiks..
Kemarin Jihoonie dengar pembicaraan mommy dengan Kim Ahjussi juga dengan Yixing ahjumma.. hiks..."
Sehun terdiam,
"Tidak sayang. Kita hanya berkunjung disini"
Jihoon menggeleng lagi,
"Hiks...
Jihoonie mau pulang... hiks.."
Sehun melirik ibu Chanyeol dan Chanyeol sekilas, dia harus memiliki ide agar Jihoon berhenti merengek.
"Lihatlah rumah ini, rumah ini sangat besar. Bagaimana kalau selama liburan kau berlibur dan bermain disini saja? Oya, jika perlu kau ajak saja Samuel. Lalu membuat sejarah baru di rumah besar ini"
Semua menatap bingung Sehun.
"Se.s.sejarah baru? Maksud mommy?"
Tanya Jihoon bingung.
Sehun menyeringai.
Chanyeol yang melihat Sehun, hanya memutar bola matanya malas. Pasti ada rencana gila di pikiran yeoja gila seperti Sehun.
"Mmm Jihoonie, kapal itu biasanya ada dimana?"
Jihoon berpikir sejenak dan mengerucutkan bibirnya lucu,
"Di lautan"
Jawab Jihoon polos.
"Nah, mulai hari inikita akan membuat kapal di rumah yang besar ini"
"Hah?"
Jihoon menganga.
Sehun mengangguk,
"Ya. Kita akan membuat kapal di rumah ini, tapi ini bukan kapal biasa. Kita akan merubah rumah ini seperti kapal pecah! Kau mau?"
Jihoon tersenyum antusias namun hanya sementara,
"Tapi?"
Sehun mengikuti arah pandang Jihoon yang menatap takut Chanyeol, lalu Sehun menoleh lagi pada Jihoon.
"Kau tidak perlu takut, kan ada halmoni! Appamu itu tidak menakutkan Jihoonie, perhatikan appamu! Dia memiliki telinga lebar seperti peri, bukankah itu lucu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beautiful Fate
FanfictionChanhun gs Kita tidak akan tahu takdir akan membawa kita kemana, tapi pada akhirnya semuanya akan memiliki takdir yang indah. "Sejak kapan aku milikmu Park Chanyeol?" "Sejak anakku memanggilmu mommy. Sejak anakku menganggapmu sebagai ibu!"
