"Mommyyyyyy...."
Park Ji Hoon berlari memeluk Sehun yang menunggunya di depan gerbang sekolah.
Ketika itu, Kim Jongin keluar dari mobilnya dan mendekati Sehun dan Jihoon.
"Hai ahjussi!"
"Hai Jihoonie! Apa kau siap hari ini?"
"Tentu ahjussi! Hari ini aku akan mengalahkan ahjussi seperti biasa"
Jihoon melebarkan senyumannya dan menatap remeh Kim Jongin.
Kim Jongin hanya terkekeh,
"Oh ya? Kita lihat saja nanti. Ahjussi sudah membuat strategi untuk mengalahkanmu Jihoonie"
Jihoon hanya memalingkan mukanya dan mendengus membuat Sehun dan Jongin tertawa melihatnya.
"Selamat siang nona cantik!"
Jihoon, Jongin dan Sehun menoleh pada seorang anak laki-laki seumuran dengan Jihoon datang dan menyapa Sehun.
"Oh hai! Selamat siang juga Kim Samuel! Terimakasih atas pujiannya!"
Sehun tersenyum sambil mencubit gemas Kim Samuel.
Kim Samuel adalah teman dekat Jihoon sejak Jihoon pindah ke sekolah Korea.
"YAK! Berhentilah menggoda mommyku Samuel! Atau Kim ahjussi akan memarahimu karena berani menggoda mommy"
Jihoon memandang sebal sahabatnya. Dia tidak mau mommy nya juga memanjakan Samuel, hanya dialah yang boleh dimanjakan oleh Sehun.
Sedangkan Samuel hanya mengembangkan senyumannya. Dia sudah terbiasa menggoda ibunya Jihoon dan tentu saja akan mendapat delikan dari Jihoon.
Lain halnya dengan Jongin, sebagai kekasih dari Sehun, sepertinya dia tidak perlu turun tangan untuk menghadang penggoda Sehun, karena sudah ada Jihoon yang akan lebih dulu membuat kapok mereka yang berani menggoda kekasih cantiknya itu. Dia hanya tersenyum melihat interaksi calon anaknya.
Hampir setahun mereka menjalin hubungan. Kim Jongin tentu tahu siapa Jihoon sebenarnya, dan dia justru bangga dan kagum pada Sehun. Diapun sangat menyayangi Jihoon.
.
.
.
.
.
"Yeiiiiiy! Jihoonie menang! Lihatlah mommy, anak tertampanmu mengalahkan Kim ahjussi lagi! Yah! Ahjussi payah!"
Sehun hanya tertawa menggelengkan kepalanya melihat Jihoon yang bahagia dan melompat senang karena menang, dan juga tidak percaya bahwa putranya sangat narsis. Siapa lagi kalau bukan Kim Joonmyeon yang mengajarinya.
Sedangkan Jongin memandang cuek Jihoon karena berhasil memenangkannya. Hei, dia pria dewasa dan dia baru saja dikalahkan oleh anak kecil. Untung saja dia adalah anak dari kekasihnya, kalau tidak mungkin Kim Jongin tadi mengeluarkan seluruh tenaganya untuk memenangkan permainan.
Asal kalian tahu saja, sebenarnya dia hanya "sedikit" mengalah, tentunya agar Jihoon menang. Sebenarnya kalah atau menang itu sama saja, Jihoon tetap saja akan minta ditraktir ini dan itu.
"Karena ahjussi kalah, maka ahjussi harus mentraktirku es krim yang besar"
Jihoon berkata dengan penuh ceria.
Jongin mengangkat sebelah alisnya,
"Kau yakin hanya es krim?"
Tanya Jongin ragu.
Jihoon tersenyum konyol,
"Hehe, itu tergantung"
Jongin memutar bola matanya malas mendengar perkataan Jihoon kemudian dia akhirnya mengangguk dan membuat Jihoon lebih ceria.
Cup
Sehun mendekati Jihoon dan mengecup pucuk hidung mancung Jihoon.
"Aigo, anak mommy daebak eoh"
Jihoon tersenyum senang.
"Apa kau hanya mencium Jihoonie? Aku juga mau"
Jongin merajuk.
"YAK! Tidak boleh. Yang menang kan Jihoonie, jadi Jihoonie yang dicium mommy!"
Timpal Jihoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beautiful Fate
FanfictionChanhun gs Kita tidak akan tahu takdir akan membawa kita kemana, tapi pada akhirnya semuanya akan memiliki takdir yang indah. "Sejak kapan aku milikmu Park Chanyeol?" "Sejak anakku memanggilmu mommy. Sejak anakku menganggapmu sebagai ibu!"
