Sudah satu bulan, Jihoon tinggal di rumah Chanyeol dan Sehun sudah kembali ke apartemennya satu minggu yang lalu. Walaupun Sehun kembali tinggal di apartemen, tapi intensitas pertemuan Sehun dan Jihoon serta keluarga Park sangat sering.
Besok adalah hari pernikahannya dengan Jongin. Joonmyeon dan Yixing memaksanya untuk tinggal di rumah mereka, namun Sehun menolaknya. Sehingga Yixing dan anaknya lah yang ikut menginap di apartemen Sehun.
Dilain tempat, Park Chanyeol sedang terduduk di ruangannya. Pikirannya terus tertuju pada Sehun. Apalagi besok adalah hari pernikahan Sehun dengan namja lain dan itu sukses membuat Chanyeol tidak bisa tidur dengan tenang.
Hubungannya sudah membaik, namun dia masih belum bisa mendapatkan hati Sehun apalagi mencegah pernikahan Sehun.
Jihoonie...
Seketika Chanyeol mengingat anaknya. Ya, hanya Jihoon yang bisa melakukannya. Dengan segera dia beranjak pergi untuk menjemput Jihoon. Beberapa hari ini, Sehun sangat disibukkan dengan urusannya sehingga dialah yang harus mengantar jemput Jihoon.
.
.
.
.
"Jihoonie.."
Jihoon menoleh pada Chanyeol.
Chanyeol berdeham dan masih memfokuskan untuk menyetir dan mencoba memulai percakapannya
"Apa kau senang besok mommy mu akan menikah?"
Jihoon tersenyum dan mengangguk kembali.
"Jadi kau senang jika mommy mu tidak bisa lagi mengurusmu, karena mommymu itu harus mengurus suaminya. Mommy mu pasti sangat sibuk.
Dia tidak akan punya waktu lagi untuk menemuimu"
Jihoon mengernyit dan mengerucutkan bibirnya.
"Tapi mommy tidak begitu. Mommy sayang Jihoonie, dan mommy tidak akan meninggalkan Jihoonie"
Jihoonie mengelak.
Chanyeol menghela nafasnya sabar.
"Benarkah?
Coba pikirkan, mommy mu belum menikah, tapi beberapa hari ini mommy mu tidak pernah menjemputmu, selalu saja appa. Lalu bagaimana jija mommy mu sudah menikah?"
Jihoon terdiam merenung.
"Jika kau membiarkan mommy mu menikah dengan orang lain, maka nantinya rasa sayangnya akan terbagi. Dia akan sibuk mengurusi keluarga barunya. Nanti jika mommy mu memiliki adik dari suami mommy mu, kau pasti akan tersingkir"
Jihoon menggeleng,
"Aku tidak mau! Aku ingin mommy!"
Chanyeol menyeringai,
"Jadi lakukanlah satu hal. Temuilah mommy mu dan cegah pernikahannya, maka mommy mu akan kembali kepada kita Jihoonie"
Jihoon terdiam lalu mengangguk,
"Ya appa! Antar Jihoonie ke apartemen mommy"
Chanyeol tersenyum sumringah dan mengusak pelan rambut Jihoon.
"Kau memang anakku Park Ji Hoon"
Kata Chanyeol bangga.
Jihoon tersenyum senang mendengar perkataan Chanyeol.
.
.
.
.
Ceklek
Grep
"Mommy!"
Ketika Sehun membukakan pintu apartemennya, tiba-tiba Jihoon langsung memeluknya dan mendapat sambutan bahagia dari Sehun.
"Hm, baiklah aku harus kembali ke kantor. Jihoon memaksa ingin menemuimu, jadi aku titipkan dia padamu?"
Sehun hanya mengangguk. Lalu Chanyeol berlalu pergi dengan seringaian mengerikan yang tidak dapat dilihat Sehun maupun Jihoon.
.
.
.
.
"Mommy?"
Sehun menoleh dan mengernyit,
"Jihoon? Kenapa kau bangun eoh? Kau pasti lelah, tidurlah. Nanti saat appamu menjemputmu, eomma akan bangunkan Jihoon"
Setelah mengatakan itu, Sehun kembali sibuk dengan ponselnya membuat Jihoon memberengut kesal dan merasa di abaikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beautiful Fate
FanfictionChanhun gs Kita tidak akan tahu takdir akan membawa kita kemana, tapi pada akhirnya semuanya akan memiliki takdir yang indah. "Sejak kapan aku milikmu Park Chanyeol?" "Sejak anakku memanggilmu mommy. Sejak anakku menganggapmu sebagai ibu!"
