Hai readers... hai teman... hai wattys..
Welcome back with noe...
Sorry banget kalo noe slow slow banget up nya, soalnya noe mulai sibuk nih..
Thanks yg masih setia ngikutin cerita Chanhun gs...
Let's enjoy the reading...
..
..
..
Matahari telah menunjukkan cahayanya. Sinarnya menembus celah-celah gubuk dan terbias ke wajah dua insan yang masih betah dalam mimpinya.
Sehun yang berada di atas tubuh Chanyeol, semakin menyamankan tidurnya.
Chanyeol mengerjapkan matanya. Dia merasa ada beban berat dan gerakan di atas tubuhnya. Matanya menyipit menyesuaikan cahaya yang masuk dalam retinanya. Chanyeol mengernyit.
Sehun menggeliat dalam tidurnya, lalu mulai membuka emerald indahnya. Sehun mendongak.
Glek
Chanyeol dan Sehun sontak membulatkan matanya.
Melihat Chanyeol akan membuka mulutnya, Sehun langsung menarik Chanyeol dan membuatnya bertukar posisi menjadi di bawah Chanyeol. Kedua tangan Sehun memeluk leher Chanyeol agar Chanyeol tidak bergerak sedikitpun.
"Jangan pernah melirik maupun bergerak kemanapun. Cukup tatap aku!"
Perintah Sehun.
Sehun merutuki dirinya yang bangun kesiangan. Dia sungguh tidak ingin Chanyeol melihatnya telanjang.
Sedangkan Chanyeol mengerutkan dahinya tidak mengerti. Namun karena tubuh mereka yang saling menempel dan kini selimut sudah tersingkap, tanpa melihat apapun dia sudah menyadari sesuatu.
Chanyeol menyeringai.
Chanyeol mendekatkan wajahnya dan hendak mencium Sehun.
"YAK! Apa yang akan kau lakukan ahjussi mesum?"
Sebelum Chanyeol berhasil mencium Sehun, Sehun lebih dulu membungkam mulut Chanyeol dan menjauhkan wajah Chanyeol dari wajahnya.
Chanyeol pura-pura berdecak, lalu hendak mengangkat tubuhnya, namun lagi-lagi Sehun menarik Chanyeol untuk semakin merapat pada tubuhnya.
"Ada apa denganmu baby girl? Aku hanya ingin morning kissmu, tapi kau menolak. Ketika aku mau bangun, tapi kau malah tidak ingin aku menjauh dari tubuhmu"
Ujar Chanyeol dalam hati tersenyum.
Sehun mengerucutkan bibirnya kesal,
"Kau harus terlebih dahulu menutup matamu ketika bangun, lalu kau boleh membuka matamu ketika aku sudah mengizinkannya"
Ketus Sehun.
"Aturan dari negara mana itu?"
Chanyeol tersenyum miring. Lalu dia berpura-pura ingin bangun dan mengabaikan peringatan Sehun.
Namun sekali lagi Sehun hendak mencegah Chanyeol,
"YAK! Akhh... sakit.. sshhh..."
Chanyeol terkejut, karena tiba-tiba Sehun merintih kesakitan. Dia terduduk.
"Sehun! Kau tidak apa-apa?"
Tanya Chanyeol khawatir, lalu mengalihkan pandangannya pada paha Sehun yang terluka. Sepertinya lukanya terbuka kembali karena ada darah yang merembas dari balutan kain tersebut.
Sehun menggigit bibir bawahnya dan menggelengkan kepalanya menahan perih di kakinya.
Chanyeol panik dan merasa bersalah, pasti tadi dia tidak sengaja menyentuh luka Sehun.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beautiful Fate
FanfictionChanhun gs Kita tidak akan tahu takdir akan membawa kita kemana, tapi pada akhirnya semuanya akan memiliki takdir yang indah. "Sejak kapan aku milikmu Park Chanyeol?" "Sejak anakku memanggilmu mommy. Sejak anakku menganggapmu sebagai ibu!"
