.
.
.
"Baiklah nuna cantik, sampai bertemu besok!"
"Hati-hati di jalan Samuel!"
Sehun tersenyum dan mengusak rambut Samuel.
"YAK! Sudahlah pulang sana Kim Samuel! Jangan ganggu mommy ku!"
Jihoon mengerucutkan bibirnya kesal.
Sedangkan Samuel sudah berlari dan melambaikan tangannya dan tertawa.
"Samuel sangat menggemaskan ne?"
Tanya Sehun pada Jihoon.
Jihoon mendelik,
"YAK! Mommy menyebalkan! Tidak ada yang lebih menggemaskan dari Jihoonie!"
Jihoon meninggalkan berbalik sambil menghentakkan kakinya kesal.
Sehun hanya tertawa, menyenangkan sekali menggoda Jihoon.
"Jihoonie..."
Pergerakan Jihoon saat akan membuka pintu mobil terhenti dan menoleh.
Jihoon terkejut dan membeku ketika melihat 2 orang yang sangat dikenalnya berada di hadapannya.
Sehun membalikkan badannya ketika mendengar seseorang memanggil anaknya. Sama seperti Jihoon, dia lebih terkejut melihat Park Chanyeol berdiri bersama seorang yeoja yang dia kenal juga berdiri di depan mobilnya. Sehun merapat pada Jihoon ketika Chanyeol dan yeoja paru baya itu berjalan mendekat.
"Sehunnie..."
Chanyeol mengernyit menoleh pada ibunya,
"Eomma mengenalnya?"
"Dia yeoja yang menolong eomma tempo hari. Sehun, apa dia anakmu yang kau ceritakan waktu itu?"
Ibu Chanyeol menatap penasaran pada Sehun.
Sehun menjilat bibirnya dan gugup. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Dia belum siap untuk berada di posisi seperti ini.
Sehun mengangguk,
"Ya, dia anakku"
Lalu Sehun menggiring Jihoon memasuki mobilnya,
"Ayo Jihoonie, Kita harus pulang sekarang"
Jihoon mengangguk kecil dan memasuki mobilnya.
Braakk...
"YAK! Lepaskan aku!"
Sehun meronta.
Ketika Sehun hendak membuka mobilnya, dengan cepat Chanyeol mencengkeram lengan Sehun dan membanting pintu mobil dengan keras sehingga membuat Jihoon terlonjak kaget dan menatap khawatir Sehun. Dia jadi teringat ketika dia pernah diam-diam melihat Chanyeol hampir memukul ibunya dulu.
"Tidak! Aku tidak akan pernah melepasmu sebelum kami bertemu Park Ji Hoon!"
Chanyeol menatap tajam Sehun.
Sehun balik menatap tajam Chanyeol,
"Ck, siapa kau berani memberi perintah padaku hah?!"
"Lalu siapa kau berani melarangku bertemu dengan ANAKKU?! Aku adalah AYAHNYA!"
"Siapa bilang dia anakmu? Bahkan dia takut padamu tuan Park Chanyeol!"
Sehun menantang Chanyeol.
Rahang Chanyeol mengeras,
"Aaakkhh..."
Sehun merintih karena Chanyeol mempererat cengkramannya.
"YAK! LEPASKAN mommy! Menjauhlah dari mommy ku!"
Chanyeol dan Sehun tersentak ketika tiba-tiba Jihoon berlari mendekat lalu mendorong Chanyeol hingga Chanyeol mundur beberapa langkah dan menatap nanar Jihoon.
Taeyong memeluk Sehun dan hampir menangis.
"Mommy ayo pulang... Jihoonie takut..."
"Jihoonie..."
"Park Chanyeol!"
Chanyeol menghentikan langkahnya dan menoleh pada ibunya.
Ibu Chanyeol mendekati Sehun dan Jihoon sehingga Sehun menatap waspada ibu Chanyeol.
"Jangan takut Sehun ah. Eomma hanya ingin tahu, benarkah dia Park Ji Hoon? Kau tahu, dia adalah cucuku, seperti yang aku ceritakan waktu itu. Cucuku, Park Ji Hoon yang hilang 4 tahun lalu"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beautiful Fate
FanficChanhun gs Kita tidak akan tahu takdir akan membawa kita kemana, tapi pada akhirnya semuanya akan memiliki takdir yang indah. "Sejak kapan aku milikmu Park Chanyeol?" "Sejak anakku memanggilmu mommy. Sejak anakku menganggapmu sebagai ibu!"
