Chapter 5 Confused

3K 272 20
                                        

"Berapa lama Jihoonie les musik?"

Sehun menoleh ke samping.
"3 jam. Kenapa? Oh tidak! aku harus kembali ke kantor"

Sehun hendak membuka pintu mobil Chanyeol,

Klik

Sehun mendelik lalu menoleh pada Chanyeol,
"YAK! Kenapa kau menguncinya. Biarkan aku pergi Park Chanyeol!"

"Aku tidak mau. Kau harus ikut aku menemui eomma. Aku tidak bisa memaksa Jihoon, tapi aku bisa memaksamu"
Chanyeol menyeringai lalu melajukan mobilnya.

"YAK! Dasar licik! Pemaksa! Egois! Tidmmmppphhh..."

Chanyeol langsung membungkam mulut Sehun dengan salah satu tangannya karena tidak tahan dengan teriakan dan umpatan yang Sehun berikan padanya.

.
.
.
.

"Ayo turun!"

Sehun mengabaikan Chanyeol yang telah membukakan pintu mobil di sampingnya.

Chanyeol berdecak,
"Ck, ayo cep..."

"Tunggu! Ada telepon!"
Sehun dengan cepat menginterupsi Chanyeol dan mengangkat panggilan di ponselnya.

"Hallo oppa?"

Chanyeol menoleh.

"Sehunnie, barusaja Yoona nuna mengabarkan kalau gaun pengantinnya sudah jadi, jadi kau bisa datang ke butiknya dan mencobanya"

"Wah benarkah? Baiklah oppa, aku akan segera kesana"
Sehun tersenyum senang.

Chanyeol penasaran, apakah namja yang dipanggil oppa itu adalah kekasih Sehun. Entah mengapa hatinya menjadi panas mendengarnya.

"Tidak perlu terburu-buru chagi, kabari aku jika kau menyukainya ne?"

Sehun mengangguk,
"Baikan oppa, saranghae"

"Nado. Aku merindukanmu"

Sehun tertawa,
"Hn. Cepatlah pulang"

Chanyeol mulai tidak nyaman. Sampai kapan dia akan menunggu.

"Iya bye"

Baru saja Chanyeol membuka mulutnya Sehun telah menutup ponselnya dan mendongak pada Chanyeol.
"Apa?"

Chanyeol menggelengkan kepalanya,
"Sekarang cepat turun dan temui eomma dan appa ku"

Sehun akhirnya turun.

Chanyeol menutup pintu mobilnya dan langsung melangkah memasuki teras rumahnya dan berharap Sehun akan mengikuti dengan sendirinya. Namun ketika dia menoleh, dia terkejut ketika melihat Sehun malah berjalan ke luar dari gerbang rumahnya. Dengan cepat dia berlari menyusul Sehun.

Grep

"YAK! Turunkan aku ahjussi! Apa yang kau lakukan! YAK! Apa kau tidak dengar huh?! Park Chanyeol! Park Yoda! Dasar telinga lebar jelek! Turunkan aku....!!!"

Chanyeol sesekali memejamkan kedua matanya karena Sehun terus berteriak dan memukul punggungnya.

Bagaimana Sehun tidak mengumpat, tiba-tiba Chanyeol menggendongnya seperti menggendong karung beras dan membawanya ke dalam rumahnya.

.
.
.
.

Bruk

"Aakkhh..."
Sehun merintih lirih ketika Chanyeol membantingnya ke sebuah sofa.

Sehun membelakkan matanya ketika dia baru menyadari ada seorang namja dan yeoja paru baya yang juga sedang duduk menikmati kopi mereka dan kini juga sedang menatap terkejut padanya.

My Beautiful FateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang