..
..
..
..
Hari sudah larut malam. Salju yang turun membuat udara dingin semakin terasa.
Chanyeol membalikkan tubuhnya menghadap punggung Sehun. Lalu dia bergeser mendekati Sehun dan melingkarkan tangannya di perut Sehun dan melanjutkan tidurnya.
Sehun yang memang belum terlelap, tersentak ketika merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya. Sehun berpikir, jika Chanyeol tidak sedang bercanda, mungkin saja Chanyeol hanya sedang bermimpi.
Maka dari itu, dengan pelan Sehun memindahkan tangan Chanyeol dari tubuhnya.
Namun lagi-lagi Chanyeol menaruh tangannya.
Sehun berdecak dan menjauhkan tangan Chanyeol kembali.
Chanyeol membuka matanya,
"Kau belum tidur?"
Sehun terkejut dan segera membalikkan tubuhnya. Dia terperanjat ketika berbalik jarak Chanyeol sangat dekat dengannya bahkan hampir menempel.
"YAK! Menjauh dariku Park Chanyeol!"
Teriak pelan Sehun seraya mendorong bahu Chanyeol agar menjauh, namun Chanyeol malah memeluk pinggang Sehun sehingga tubuh mereka saling menempel sekarang.
"Aku tanya kenapa kau belum tidur? Dan apa ini? Kenapa ada sungai di matamu eoh?"
Sehun mengerjab,
"Lalu apa urusanmu? Aku mau tidur sekarang atau nanti itu mauku Park! Dan kenapa kau malah mendekat? Bukankah kita sudah sepakat aku di ujung sini dan kau di ujung sana"
Sehun mengelak.
"Kesepakatan kita adalah saat kita sadar, tapi ketika tertidur hampir setiap malam aku memelukmu dan kaupun tidak menolak bahkan kau seperti anak kucing di pelukanku"
Chanyeol menyeringai.
Sehingga mendelik, namun juga pipinya merona.
"YAK! Sudah sana menjauh! Aku mau tidur!"
Sehun akan membalikkan tubuhnya namun Chanyeol malah mencegahnya.
"Ada apa? Apa ada yang kau pikirkan?"
Tanya Chanyeol lagi.
Sehun menghela nafas pasrah.
"Tentu saja aku berpikir karena aku punya otak Park bo..."
Cup
Sehun membulatkan matanya terkejut.
"Aku tahu apa yang akan kau katakan. Jika bibir manismu itu mengumpatiku, maka aku akan menghukumnya dengan ciuman"
Ujar Chanyeol.
"Dasar kau.."
Sehun langsung mengatupkan bibirnya ketika Chanyeol hampir menciumnya.
Dasar egois!
Umpatnya dalam hati saat melihat Chanyeol tersenyum menang.
"Kau belum menjawab pertanyaanku. Ada apa? Apa kau ingin sesuatu? Jawab aku!"
Kini Chanyeol serius.
Sehun menatap Chanyeol sendu.
"Aku memikirkan semuanya. Mereka pasti sedang bingung mencari kita. Aku juga memikirkan Jihoon. Sekarang bagaimana keadaannya? Apa yang dilakukan penculik itu pada Jihoon, aku sama sekali tidak tahu. Bahkan sekarang aku berada dimanapun aku tidak tahu"
Chanyeol menatap dalam Sehun. Sejak dia memiliki perasaan dengan Sehun, dia mulai bisa merasakan apa yang Sehun rasakan.
Chanyeol menangkup wajah Sehun.
"Tidak akan terjadi hal buruk apapun, kita harus yakin itu"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beautiful Fate
FanfictionChanhun gs Kita tidak akan tahu takdir akan membawa kita kemana, tapi pada akhirnya semuanya akan memiliki takdir yang indah. "Sejak kapan aku milikmu Park Chanyeol?" "Sejak anakku memanggilmu mommy. Sejak anakku menganggapmu sebagai ibu!"
