Shela melirik satu persatu teman nya "Apa kabar Devan ya guys?"
Mata Viola berputar "Aduhh... Shel, jangan pikirin Devan dulu!"
"Eh, kita pulang sekolah ke rumah Mama Shela dulu buat kasih tau bahwa liontin itu hilang." ucap Azel mengusulkan
"Iya juga sih, pinter juga lo, Zel" puji Zahra
"Siapa dulu dong... Azel..." Azel membanggakan diri
#Kos putra story
"Gue salah gak sih kalo gue bilang itu ke Shela tadi?" tanya Devan dengan raut wajah bersalah
"Lo gak usah pikirin apa yang lo lakuin, karena cewe itu, pantes digituin! Jangan di manja mulu, jangan di baikin mulu, nanti baper" jawab Iki tanpa dosa
"Heh! Sembarangan lo! Cewe itu gak boleh digituin. Emang sikap nya kurang ajar tadi, tapi itu pasti ada sebab nya. Masa perempuan yang bertaruh nyawa saat melahirkan, masih aja dikasarin? Menurut gue sih, lo salah!" ucap Fauzan layaknya Ustad diantara mereka
"Gue setuju sama Ojan." sambung Reza
Tak lama kemudian, Devan beranjak dari tempat duduk nya, menuju keluar perbatasan. "Lo mau kemana, Dev?" tanya Iki namun Devan tidak menjawab sepatah kata pun
***
Waktu menunjukan pukul 13:45.
Terlalu siang jika mereka pergi ke rumah Mama Shela dan Zahra. Kerena rumah Mama Shela dan Zahra tidak berdekatan, mereka akan pulang malam. Tetapi mereka akan tetap kesana karena sudah menunggak bayaran kos.
"Ayo dong lelet lo semua!" Ketus Zahra pada temannya
"Emang lo kira kaki gue kaki singa apa bisa lari cepet-cepet!" Keluh Azel sambil berteriak
"Panas banget lagi." keluh Viola
Ketika mereka sedang terburu-buru, ada Devan yang teriak memanggil nama Shela
"Shell......." teriak Devan sambil melambaikan tangan nya
"Shel, Devan manggil lo..." ucap Viola histeris
"Kita kesana yuk... samperin Devan" ajak Azel
"Eh... eh, lo semua gimana sih? Kita dari tadi ngejar waktu buat ketemu nyokap Shela! Malah cowo mulu yang diurusin." pekik Zahra dengan mata membulat
"Siapa tau aja ada yang penting, Ra. Lagian kan kemarin Devan marah sama Shela." ucap Azel
"Enggak! Zahra bener. Gak usah pikirin Devan. Kita ke rumah nyokap gue sekarang!"
Mereka pun pergi menuju rumah Mama Shela terlebih dahulu, Devan yang merasa dihiraukan terdiam. "Apa Shela marah sama gue?" batin Devan.
Sesampainya di rumah Mama Shela, mereka menaruh tas nya di sofa, dan langsung mencari Mama nya untuk berbicara.
"Mama...?" panggil Shela di suasana yang sangat hening.
"Shel, kok sepi banget sih?" tanya Zahra melihat rumah yang sangat sepi.
Shela Pov.
Gue berjalan naik ke atas, menaiki satu per satu anak tangga sambil melihat keadaan diatas. Gue memasuki kamar Mama, ternyata nyokap gue sedang tidur, tapi kenapa pintu nya tidak di kunci? Atau Mama ketiduran?
Lebih baik gue gak ganggu Mama istirahat, pasti Mama cape banget. Gue pun turun untuk menemui teman-teman gue.
"Guys, nyokap gue tidur."
"WHAT?" teriak Azel hingga seisi rumah bergetar.
"Shhttt... bisa gak gak usah teriak?"
"Tapi ini udah jam berapa, Shel?" ujar Zahra seraya menunjuk jam tangan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shine Bright Like a Diamond
Novela Juvenil"Kini harapan gue hangus ketika dia membalas cinta Devan. Ya Tuhan... apa aku harus mundur? Kenapa ini terjadi disaat kita sudah dekat?" batin Shela. Ketika aku bahagia karena kamu telah berada didekat aku, seketika, aku berfikir bahwa itu hanya ima...
