"Shel, kok nyokap lo agak pucet gitu ya?" tanya Viola tiba-tiba
"Gue gak tau, Vi" sahut Shela kebingungan
Mereka pun segera pergi untuk bertemu Mama Zahra. Setelah sampai disana, mereka mendapat Mama Zahra yang sedang menyiram rumput hijau di halaman nya sambil mendengarkan musik di earphone nya.
"Assalamualaikum Maa..." panggil Zahra namun Mama nya tidak mendengar.
"Nyokap lo bolot apa gimana sih, Ra?" tanya Azel dengan tampang watados nya.
"Eh! Gini-gini nyokap gue! Lo gak liat nyokap gue lagi dengerin musik?" pekik Zahra.
"Emang Mama kekinian deh nyokap lo. Is the best" ucap Viola seraya mengangkat kedua ibu jari nya.
"Gimana kalo kita kagetin aja nyokap lo?" Usul Shela tetapi Zahra tidak setuju, namun mereka tidak menghiraukan apa kata Zahra.
"TANTE!!!!" teriak mereka bertiga bersamaan bermaksud mengagetkan Mama Zahra. Tetapi mereka malah kena siraman dari selang biru yang dipakai Mama Zahra.
Brrrrr!!!
HUAAAAAAAAAA!!!!!!!
"MAMAAA!!!" Teriak Zahra meminta selangnya di singkirkan pada tubuh mereka yang sudah basah kuyup.
"Elo sih pake kagetin nyokap gue!" Lanjut Zahra kesal.
"Aduh... maafin mama, Ra. Mama gak tau kamu kesini. Ayo masuk aja. Kalian ganti baju di dalam." ucap Mama Zahra
Ketika sudah didalam rumah, Mama Zahra mengambil baju yang sudah kecil tetapi pas untuk mereka. "Ini baju nya, kalian gak bilang-bilang sih mau kesini. Ganti baju sana dikamar Zahra yang lama."
"Makasi ya Tante." kata Azel sambil beranjak dari tempat duduk untuk berganti pakaian.
Setelah mereka berganti pakaian, mereka kumpul diruang tengah...
"Eh tante kurusan yaa..." ucap Azel basa-basi.
"Eh, Zel, lo jangan asal ngomong dong! Nyokap gue emang kurus dari dulu! Kalo kurusan, nyokap gue pasti udah kayak orang kurang gizi." protes Zahra.
"Sudah, langsung ke inti saja, kalian mau apa kesini?" sahut Mama Zahra
"Kita mau minjem duit, Tante." jawab Shela dengan wajah cengenges.
"Lo yang bener aja dong, Shel, to the point banget sih." Viola membulatkan mata nya.
"Tau! Terlalu frontal tau gak!" Pekik Azel.
"Yang frontal siapa? Gue kan cuma ikutin apa kata nyokap nya Zahra kalo kita langsung ke inti. Kan emang kita mau minjem--" ucapan Shela terpotong karena jari Zahra sudah menutup mulut Shela "Bacot lo kebanyakan!"
"Jadi gimana, Ra?" tanya seorang ibu pada anaknya.
"Iya ma, Zahra mau pinjem uang, untuk bayar kos"
"Berapa?"
"Untuk 2bulan ma, Mama tau kan?"
Tak lama kemudian Mama Zahra beranjak menuju kamar dan memberi sebuah amplop putih berisi uang. "Ini untuk kalian."
"Makasih banyak ya ma" ucap Zahra seraya memeluk Mama nya.
"Yasudah, kalian langsung pulang sana, nanti kalau kemalaman bahaya."
"Hmm, yaudah ma, kita pulang ya ma." Ucap Zahra sambil mencium tangan Mama nya.
"Dah tante, makasih ya, Tan." Shela juga mencium tangan Mama Zahra begitupun Azel dan Viola.
"Maaf ya tante gak bisa anter ke depan"
"Iya gapapa tante" sahut Viola
Saat mereka keluar dan menaiki motor, Azel menggerutu karena baju yang dia pakai saat berangkat berbeda dengan pulang.
"Gara-gara lo, Shel. Gue jadi pulang pake baju kegedean gini!"
"Kok gara-gara gue? Kan lo juga yang mau! Terus aja salahin gue! Lagian baju lo kekecilan itu! Badan lo kan gede, bisa-bisa kalo lo banyak gerak, bagian ketek nya robek." Shela terkekeh
"Yeh, mau kegedean, kekecilan, tetep aja ini bukan baju gue!"
"Eh lo bilang kegedean ya!"
"Heh! Suka-suka gue dong! Gue mau nya kegedean!"
"LO BERDUA BANYAK BACOT! Kalo lo gak suka pake baju itu! Lepas aja! Gak usah dipake! Kita pulang sekarang!" Zahra ketus.
Akhirnya mereka pulang, setelah sampai di depan kos, ada Ibu kos yang berdiri didepan pintu kamar mereka dengan tangan bertolak pinggang dan dengan wajah sangar.
"Dari mana aja kalian?!" Ketus Ibu kos.
"Kita--
"Kalian itu udah nunggak! Nyusahin lagi!" Omongan Zahra terpotong oleh Ibu kos.
"Yeh Ibu asal ngomong aja, dengerin kita dulu!" pekik Azel.
"Kalian itu gak tau diri ya! Kalau kalian masih nunggak besok! Kalian keluar dari kos ini!!!"
"BU! KITA PULANG MALEM, KARENA KITA MINJEM UANG SAMA NYOKAP KITA! NIH UANG NYA! KALO ORANG NGOMONG JANGAN ASAL CEPLOS! KITA TAU IBU LEBIH TUA! TAPI KITA GAK BISA DI GINIIN! KITA BELA-BELAIN MINJEM UANG SAMPE PULANG MALEM. TAPI KITA MALAH DIMARAHIN GINI?! crazy!" Zahra menyerocos tanpa henti.
Hening... Shela, Azel dan Viola saling menatap ketakutan. Mereka segera meninggalkan Zahra yang kini masih dihadapan Ibu kos. Setelah itu Zahra menyusul mereka dengan tatapan sinis pada Ibu kos.
Sesampainya di kamar... Viola menggigit jari nya, tanda Viola takut. "Gimana kalo kita beneran diusir coba???" Viola khawatir.
"Gimana? Ya kita keluar lah! Emang gak ada kos lain di Jakarta??" Cetus Zahra.
Azel menghela napas...
"Ra, kita disini udah lama, dan banyak banget kenangan nya."
"Kenangan kata lo??? Lo semua kali yang banyak kenangan! Gue sih enggak!"
"Ra, gue gak mau..." ucap Shela gantung
Mereka saling menatap, Zahra merenyutkan dahi lalu menghela napas, tanda Zahra mengerti.
"Kita liat besok Ibu kos bakal usir kita atau enggak. Gue ngerti keadaan lo yang masing-masing punya kehidupan baru di kos ini. Tapi yang pasti, gue muak disini!" ucap Zahra lembut lalu pergi keluar kamar.
Saat Zahra berada di depan pintu kamar, ada Devan yang mengejutkan Zahra.
"Dev? Ngapain lo disini?"
"Eh, baru gue mau ketuk pintu, gue mau ketemu sama Shela, boleh kan, Ra?"
"Gak."
"Ra... pliiss... ini penting."
"Kalo karena lo mau minta makan, gue abisin lo!" pekik Zahra bertingkah seperti singa yang kelaparan.
"Thanks."
Saat Devan berada di dalam, Shela tidak menyadari nya.
"Shel..." panggil Devan pelan.
"Devan?" Shela kebingungan
Dengan cepat Zahra menyuruh Azel dan Viola menjauh dari Shela, tetapi mereka mengintip Shela dari dapur.
"Gue mau kembaliin ini, Shel."
____________________________________
Sorry telat Up yaa😂
Sorry juga belum Up cast nya✌
Btw,
Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin😇
KAMU SEDANG MEMBACA
Shine Bright Like a Diamond
Fiksi Remaja"Kini harapan gue hangus ketika dia membalas cinta Devan. Ya Tuhan... apa aku harus mundur? Kenapa ini terjadi disaat kita sudah dekat?" batin Shela. Ketika aku bahagia karena kamu telah berada didekat aku, seketika, aku berfikir bahwa itu hanya ima...
