Seventeen

58 14 2
                                        

Pagi ini, mereka berangkat dari Jakarta ke Lampung untuk melakukan study tour angkatan nya. Semua siswa siswi berkumpul di Pelabuhan seraya menunggu panitia study tour datang.

"Shel... gimana nyokap lo udah ada kabar?" tanya Viola saat sedang duduk menunggu panitia datang.

"Hmm belum, Vi. Gue harus cari kemana ya?" keluh Shela lalu bertanya.

"Shel, lo emang harus cari nyokap lo, tapi lo kabarin dulu kalo lo mau berangkat ke Lampung sekarang. Dari pada nyokap lo cariin lo di kos..."

"Iya sih bener... gue kabarin dulu deh," Shela langsung mengeluarkan ponsel nya.

Saat Shela sedang mengabari Mama nya yang entah dimana keberadaan nya, Azel dan Zahra datang berteriak kegirangan.
"Woy Bu Yani udah dateng... baris, guyss." ucap Azel.

"Oke, anak-anak, saya bagi kelompok nya dulu ya... kelompok 1 diketuai oleh Rizky dengan anggota Azel, Zahra, Rendi dan Reza.." saat Bu Yani menyebut nama Azel, dan Zahra, Azel kegirangan membuat seluruh anak menutup telinga nya, termasuk Bu Yani.

"Kelompok 2... dengan ketua Fauzan dan kelompok Shela, Devan, Putri dan Viola.

"Whattt??? Saya mau satu kelompok sama Devan, tapi saya gak mau sama Shela, Bu." ucap Putri tiba-tiba.

"Gak ada ralat!" sahut Bu Yani.

Shela masih tertuju pada ponselnya, Bu Yani yang sedang berbicara dengan Shela pun menegur nya. "Shela?! Siapa kelompok kamu???"

"Eh, emm... Azel, Zah-"

"Sudah-sudah, kamu langsung masuk ke kapal! Di tempat kelompok 2!" Bu Yani memotong pembicaraan Shela. Shela pun menurut.

"Ya sudah, yang sudah ibu bagikan kelompok langsung masuk yaa!" lanjut Bu Yani.

Shela masuk kapal bersama Azel, Zahra dan Viola, setelah sampai di dalam, Shela bertanya pada Azel. "Zel, kelompok gue siapa aja?"

"Udah masuk aja..." jawab Azel datar.

"Lohh? Lo gak di kelompok gue?" tanya Shela melihat Zahra dan Azel memisahkan diri dari Viola dan Shela.

"Mereka kelompok 1, Shel. Lo udah kabarin nyokap lo?" jelas Viola lalu bertanya.

"Udah kok." jawab Shela dengan wajah datar.
Beberapa saat setelah kapal ingin berangkat, Devan, Putri dan Fauzan datang duduk berdampingan dengan mereka.

"Lo??? Kenapa disini?" tanya Shela seraya menunjuk keheranan.

"Kenapa? Gak boleh?"
"Jan, masa gue gak boleh di kelompok ini sih? Gue joinan lu kan?" ucap Devan lalu Putri tersenyum sombong.

Shela Point Of View.

Gue terdiam mengembus napas. Disaat gue males buat mikirin lo, lo muncul. Bukan gue gak mau ketemu lo, tapi saat ini, gue tidak ingin memikirkan siapa-siapa, gue mau fokus. Fokus untuk melupakanmu.

Tidak lama setelah semua berkumpul didalam kapal, kami pun berangkat. Pikiran gue masih tertuju ke nyokap gue. Entah kenapa gue khawatir banget sama nyokap gue. Ya iyalah, karena ibu adalah sosok yang paling berharga di dunia ini.

Gue terduduk disalah satu tempat duduk disana, menikmati angin yang menghembus menerpa rambut, melihat indahnya ciptaan Tuhan di sekeliling gue.
"Shel!" ucap seseorang membuat kaget.

"Gak bisa ya alus sedikit? Jantungan tanggung jawab ya." jawab gue jengkel karena itu adalah Devan.

"Sorry... emang lagi pikirin apa sih? Sampe menyendiri gini?"

"Bukan urusan lo!" jawab gue ketus.

"Gue harus tau lah. Kan lo udah jadi priority di hidup gue..."

"Gak mempan sama gombalan klasik lo!" sahut gue dan langsung pergi dari hadapan Devan.

Author Point Of View.

Devan melihat Shela dengan wajah polos nya. Entah apa yang Devan pikirkan, Devan mengejar dan menarik tangan Shela. "Shel, lo kenapa sih sama gue? Dulu lo gak gini," tanya Devan lalu Shela langsung melepaskan tangan Devan.
"Gue lagi mau sendiri! Gak usah sok kasih perhatian!" sahut Shela lalu pergi bergabung bersama teman-teman nya.

Devan terdiam, memikirkan perkataan Shela barusan.

Shela berjalan menghindar dari Devan lalu duduk di sebelah Zahra. "Cieeee sekelompok sama Devan..." ledek Zahra yang langsung menyenggol-nyenggol bahu Shela.

"Gue lagi gak mau bahas cinta. Gue kepikiran nyokap gue, guys. Apa kabar nyokap gue?"

"Shel, kita yakin kok nyokap lo gak bakal kenapa-kenapa... percaya sama kita..." sambung Azel seraya menggenggam tangan Shela.

"Gue takut nyokap Shela di culik sama pembantu nya deh," sahut Viola tiba-tiba.

"Ih bego! Gak di jaga banget omongan nya!" celetuk Zahra memarahi Viola.

"Tapi Shel, lo harus jaga emosi lo, karena lo sekelompok sama ratu panu. Dan hati-hati nanti panu nya nular loh..." saat Azel berkata seperti itu, semua ketakutan.

"Ih ngaco!" sahut Shela menjitak kepala Azel.

"Nanti lo gue beliin topeng deh biar kuman nya gak nempel ke muka lo, Shel." 

"Ribet sendiri lo, Zel. Santai aja kali. Siapa juga yang mau deket-deket sama Putri?" Viola terkekeh kecil.

Ketika mereka sedang membicarakan Putri, Shela melihat kearah belakangnya. Terlihat Putri yang manja kepada Devan dan menarik nya kedalam kapal.

"Masuk yuk, Shel... banyak angin diluar. Nanti kalo lo masuk angin siapa yang panik? Yuk..." ajak Viola.

Berjam-jam kemudian, kapal telah sampai di pelabuhan dearah lampung. Sorakan girang terdengar sangat lantang di pesisir pantai saat semua murid sudah turun.

"Ibu tunggu di penginapan ya murid-murid. Penginapan nya ada di belakang karang disana. Sehabis ashar Ibu tunggu di aula bawah." teriak Ibu Yani karena suara nya kalah dengan ombak dan penginapan nya pun tidak jauh dari pantai.

Azel, Shela, Viola dan Zahra melepas dan menenteng sepatu nya. Berjalan sembari menikmati angin yang berhembus menerpa mereka.

"Guys, kita foto dulu dong..." ucap Azel mengeluarkan ponsel nya. Gaya demi gaya mereka praktekan. Dari yang tersenyum manis hingga mata menjereng.

"Udah dong gue capek gaya mulu!" Zahra ketus tak tahan dengan ke-alay an teman nya.

"Yaudah lo fotoin kita aja deh kalau gak mau selfie. Nanti gantian lo gue fotoin sama mereka." usul Viola.

Setelah berlama-lama di pesisir pantai, akhirnya mereka pergi ke penginapan nya untuk berganti baju dan bersiap untuk materi pertama.

__________________

Yeeyy akhir nya bisa update jugaa😂 maaf banget lama gak update😭 tugas numpuk banget gengss😂😂😂

Ceritanya makin seru atau ngebosenin?

Tolong kritik saran nya💞

Shine Bright Like a DiamondTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang