"What ever! Gue udah coba peringatin lo semua! Kalo cinta sama seseorang, biar dia yang perjuangin! Perjuangin seseorang itu, capek! Sakit! Pikiran kita jadi buyar tau gak! Mending lo semua fokus sekolah! Buat masa depan lo juga kan?!" Cetus Zahra.
"Gue tanya ya sama lo, emang nya lo gak naksir sama Fauzan?" tanya Azel yang membuat Zahra berhenti bicara.
Zahra menatap Azel dengan tatapan sinis. "Kalo lo emang naksir, mending lo suport kita, bukan malah nge-downin gini. Lo juga kan cewek, Ra. Lo harus nya ngerti perasaan sesama cewek," sambung Viola seperti menceramahi Zahra.
Azel berdecak. "Zahra mah emang gak punya perasaan! Semenjak di phpin sama cowok waktu SMP, lo jadi takut buat mencoba sayang lagi. Lo itu galak, tapi jiwa lo sebenernya itu penakut!"
"Eh maksud lo apa ungkit-ungkit masa lalu??!" sahut Zahra tidak terima.
"Udah udah! Setiap ada masalah pasti ada ribut nya! Gak bisa berpikir jernih apa lo semua? Bagi gue Devan itu penyemangat gue, Ra. Begitu juga dengan Azel dan Viola." ucap Shela berusaha mendinginkan mereka.
"Gue juga sih gak terlalu berharap, Shel." lanjut Viola membuat Azel memutar bola mata nya.
Bel berbunyi, tanda seluruh siswa harus masuk ke kelas nya masing-masing. Tidak lama setelah bel berbunyi, Bu Yani guru BP, masuk ke kelas Shela. Bu Yani masuk membawa beberapa lembaran kertas putih yang belum tau apa isinya. "Pagi anak-anak, Ibu kesini ingin memberi tau kalian semua, bahwa angkatan kalian lusa akan mengadakan tour ke daerah Lampung. Kalian di sana akan mepelajari lebih luas tentang lingkungan nya. Dan kalian akan berada 3hari 2malam. Ibu akan membagikan surat edaran nya dan akan membagikan kelompok kepada kalian."
"Bu, kenapa harus di kelompokin? Emangnya kita anggota paduan suara apa bu?" sambung Azel mengacungkan tangan.
"Gak usah banyak ngatur! Yang guru disini kamu atau saya?" sahut Bu Yani sembari membagikan lembaran kertas kepada seluruh anak di kelas.
"Bu, kita di sana dikasih tugas apa?" tanya Viola mengacungkan tangan.
"Iya, Ibu akan jelaskan ya. Kalian di sana akan diberi tugas yang lumayan berat. Karena berat, kalian harus Ibu bagikan kelompok. Dan kelompok itu tidak Ibu bagikan bersama teman kalian, paling hanya beberapa. Karena Ibu juga mau kalian berbaur. Tugas kalian adalah mencatat dan mempresentasikan apa kebutuhan warga setempat, dan bagaimana keadaan desa disana. Sebelum di persentasikan, Ibu mau kalian foto keadaan disana, dan jelaskan apa yang menjadi ciri khas dari desa itu sendiri. Tetapi kalian buat dengan Microsoft power point."
"Bu, kok jadi kayak PKL gitu sih? Kita kan bukan anak SMK, bu" celetuk Azel.
"Tetapi ini berhubungan dengan Ilmu pengetahuan kalian. Kalian akan menginap di salah satu penginapan yang terkenal besar juga." jelas Bu Yani.
"Tapi yang namanya penginapan itu kan gak ada AC nya. Banyak nyamuk, itu gak banget deh, Bu buat saya," ucap Azel sembari membayangkan bagaimana tinggal di sana.
"Eh nge-bacot aja lo, Zel! Biasa tidur pake kipas kayu aja begayaan pake AC," pekik Shela membuat seisi kelas tertawa.
"Ya pokoknya kalian izin ke orangtua dulu, setelah sampai di sana, baru Ibu bagikan kelompok nya. Kalau saya bagikan sekarang, dan kalian gak terima, kalian pasti tidak mau ikut." ucap Bu Yani langsung meninggalkan kelas.
"Jadi gimana? Lo semua mau kerumah nyokap lo masing-masing atau mau bareng-bareng aja?" tanya Shela.
"Kalo gue lebih baik telepon aja," kata Zahra mengingat kejadian waktu mereka disiram.
"Gue juga deh, nyokap gue jauh rumah nya." ucap Azel.
"Ngikutin aja loh!" sahut Zahra mengeplak kepala Azel. Azel pun meringis.
"Gue juga deh." ucap Viola.
"Lo juga! Ngikutin gue!" sahut Zahra juga mengeplak pipi Viola. "Ih apa sih, Ra, sakit tau..."
"Lebay!" celetuk Zahra.
Shela menghela napas. "Yaudah, lo semua anter gue ke rumah nyokap gue ya..."
"Gampang lah, Shel. Nanti sore kita ke rumah nyokap lo." ucap Zahra.
***
16:50
Terlihat hampir pukul 5 sore, mereka sudah berada di keberadaan Mama Shela, tetapi rumah Mama Shela sangat sepi, bahkan rumah itu terkunci.
Shela berusaha membuka pintunya, tetapi tetap tidak bisa, Zahra berusaha mendobrak pintu itu, alhasil tangan Zahra terasa sakit.
Shela menatap di sekeliling halaman rumah, tidak ada satu pun penduduk yang melewati rumah itu. Hingga beberapa menit kemudian, ada seorang laki-laki setengah paruh baya melewati rumah Mama Shela membawa 2 ikat padi yang ia gotong. "Pak, permisi, Ibu Kamelia kemana ya? Kok rumah mya terkunci? Apa bapak tau kemana pergi nya Mama saya?" tanya Shela pada bapak itu.
"Saya tidak tau, beberapa hari yang lalu ada taxi yang membawa nya entah kemana bersama pembantu nya. Seperti membawa 1 koper dan 2 tas besar, seperti ingin pergi jauh." ucap Bapak itu.
"Oh gitu, makasih ya atas info nya, Pak." kata Shela sambil tersenyum kebingungan. Lalu Bapak itu pergi.
"Nyokap lo gak bilang apa-apa sama lo, Shel?" tanya Viola.
"Enggak. Kalo bilang, gue gak akan bolehin nyokap gue kemana-kemana, dan gue gak akan ajak lo semua kesini!" ucap Shela sambil mencoba menghubungi Mama nya.
Tetapi, nomor Mama Shela tidak aktif. Lalu Shela mencoba menghubungi Papa nya...
...
"Halo ini dengan siapa?"
____________________________________
Ngebosenin gak?
No siders!
Vote and Comment💋
KAMU SEDANG MEMBACA
Shine Bright Like a Diamond
Fiksi Remaja"Kini harapan gue hangus ketika dia membalas cinta Devan. Ya Tuhan... apa aku harus mundur? Kenapa ini terjadi disaat kita sudah dekat?" batin Shela. Ketika aku bahagia karena kamu telah berada didekat aku, seketika, aku berfikir bahwa itu hanya ima...
