Toko Roti

4.5K 205 2
                                    

Lisa merutuki kertas yang bertimbun di depannya. Formulir anak kelas XI tahun inu harus ia harus baca beserta Surat penting lainnya.

"Dio,bantuin dong"rengek Lisa ke Dio yang tugasnya sudah selesai.

Dio menaikan kaca mata bacanya menatap Lisa yang merengek di depannya.

"Yaudah,gue relain ML gue buat lo"Lisa cekikian mendengar ucapan Dio.

Dio membantu Lisa membaca serta memisahkan semua berkas.

Lisa merenggangkan badannya ketika kerjaannya telah selesai.

"Gue cabut ya,lo pulang sama siapa?"Tanya Dio.

"Sama Varo.."Dio mengangguk lalu berpamit ke Lisa.

Lisa menatap punggung Dio yang telah menjauh. Ada rasa nyeri ketika Lisa bertatapan dengan Dio. Bagaimana kalau Lisa ada di tempatnya?,pasti Lisa bakalan hancur banget.

Fauzan berjalan menuju lapangan sekolah. Hari ini ia sangat kacau,setelah kejadian tadi malam.

Fauzan mencampak tasnya dengan sembarangan lalu mengambil bola basket yang tergeletak. Ia mulai mendribbling bola dengan cepat dan langsung memasukan ke ring.

Lisa yang baru saja mengunci ruangan Osis ia langsung turun untul menunggu Varo.

Lisa merasa hand phone miliknya bergetar. Langsung saja ia meraih hand phonenya yang di saku rok.

Varo : lis,gue gak bisa jemput. Mntk antr Dio\pacar lo

Varo: bye...dear....

Lisa : BIADAP!!!.

Lisa berjalan lesu, Sama siapa Lisa pulang?, Fauzan pasti udah pulang Mamanya kan lagi  sakit.

Lisa makin cemberut membayangkan ia pulang naik Ojek yang otak mesum.

Lisa menoleh ke lapangan basket dan melihat sang pacar sedang memasukan bola basket ke ring.

Lisa mengerutkan kening. Ngapain Fauzan di sini sedangkan Mamanya sakit.

Lisa berjalan cepat ke arah lapangan dan menuju ke Fauzan yang sedang fokus.

Lisa berdiri di depan Fauzan yang hendak melempar bola ke ring. Fauzan terkejut langsung melempar bola dengan arah tak menentu.

Lisa yang terkejut ketika bola mengarah tepat ke arahnya langsung mengelak spontan.

"Kamu mau bikin aku gagar otak ya?!"Lisa melotot menatap Fauzan yang terbenggong.

"Kamu ngapain sih?,Tiba Tiba muncul gitu?"Lisa memutar bola matanya melipat tangannya di Dada.

"Ngapain masih di sekolah? Mama kamy lagi sakitkan?"Fauzan mengusap wajahnya. Lisa pasti akan menyuruhnya pulang Sekarang juga.

"Ayok pulang,aku ikut ke rumah kamu"Lisa berbalik dan berjalan meninggalkan Fauzan.

Fauzan masih diam  di tempat. Menatap punggung Lisa yang menjauh.

"FAUZAN ABDILLAH, KALAU KAMU MASIH DI SITU KITA BAKAL---"Fauzan berlari kecil mengambil tasnya lalu berjalan ke arah Lisa.

"Kamu tuh,ratunya ngancam"Fauzan berdecak ketika ia selalu mendapatkan ancaman ketika ia membangkang dari perintah Lisa.

"Kamu sih!,kalau gak di gituin gak bakalan gerak"Fauzan terkikik lalu mengusap pelan kepala Lisa.

***
Lisa dan Fauzan memasuki rumah Fauzan yang sangat harum bau cake coklat yang lezat.

"Fauzan kamu udah pulang?"Lili tersenyum mendapati anaknya Sudah pulang.

Senyuman Lili kian melebar ketika ia melihat Lisa yang di genggam tangannya oleh Fauzan.

"Mama,masih sakit. Ngapain masak kue segala"Lisa menyikut perut Fauzan ketika ia berbicara Sama Mamanya sendiri sangat kasar.

"Zan,lembut dikit. Tante masih sakit ngapain masak kue?" Lisa menuntun Lili untuk duduk di kursi meja makan.

"Udah sembuh,lagian pengen aja buat kue"Lisa tersenyum ia mengambil beberapa piring kecil serta sendok.

Lisa membagi kue yang di meja lalu memberikannya pada Fauzan dan Lili Serta untuk dirinya.

"Enak banger tante"Lisa tak bohong kue yang dibuat oleh Mama Fauzan sangat lezat.

"Makasih sayang"ucap Lili tersenyum. Fauzan hanya menatap kue buatan Mamanya tak ada keinginan untuk mencoba. Melihat Lisa tersenyum dan tertawa bersama Mamanya membuat Fauzan malu sendiri akan dirinya.

Fauzan berdiri dari kursinya mengambil tas yang tergeletak di bawah.

"Aku mau mandi dulu"ucapnya dingin. Lili tersenyum maklum bahwa anaknya belum bisa menerima ia di sini sepenuhnya.

"Tante,tinggal di sini?"Tanya Lisa karna sepengetahuan Lisa mamanya Fauzan itu tinggal di Amrik.

"Mungkin,lagian kasian liat Fauzan di tinggal sendirian"Lisa tersenyum cerah karna Fauzan pasti hidup aman ketika ada yang mengawasi.

"Kamu sekelas sama Fauzan ya?"Lisa mengangguk menjawab pertanyaan Lili.

"Masih bandel?"Lisa langsung mengangguk tegas bahwa Fauzan sangat bandal di sekolah.

"Dia itu ada musimannya gitu Tan,Kadang dia bandel, kadang baik,kadang dingin"Lisa memasukan potongan kue terakhirnya ke mulutnya.

"Btw Tan,Lisa boleh mintak resep kuenya gak?,buat Mama di rumah. Mana tau bisa buat juga di rumah"Lisa nyengir ke Lili ketika tak malunya ia meminta resep rahasian Mamanya Fauzan.

"Boleh dong.."jawab Lili mengambil notes yang ada di meja lalu menulis bahan bahan kue tersebut.

"Gak minat buat toko roti Tan?"tanya lisa berbinar. Lili terdiam sebentar menatap manik anak perempuan di depannya dengan lembut.

"Pengen,tapi gak ada yang bantuin"Lisa tersenyum penuh arti ke arah Lili.

"Bisa di atur Tan,kita buat bareng bareng. Lagian Lisa tuh,pengen punya toko roti walaupun cuma bantu bantu gak papa deh"celoteh Lisa semangat.

Lili tersenyum mengacak lembut rambut Lisa. Kalaupun ia kembali Lili tak khawatir memikirkan Fauzan. Karna dia sudah ada yang ngawasi.

***
"Zan, besok pulang sekolah kawanin liat liat toko yang bisa di sewa ya?"Fauzan menautkan alisnya mendengar ucapan Lisa.

"Mau ngapain?".

"Aku sama Mama kamu mau buat toko roti"Fauzan membelalakkan matanya menatap Lisa.

"Kenapa?,gak ada yang larang kok"Lisa mengedikkan bahunya lalu berjalan menuju gerbang rumahnya.

"Besok pulang sekolah kan?"Lisa tersenyum penuh arti lalu mengangguk.

"Mau singgah?"tawar Lisa.

"Gak usah,mau pulang langsung aja"Ucap Fauzan.

Lisa melambaikan tangannya ketika kereta merah yang di naiki Fauzan berlalu dari hadapannya.

Lisa senang ketika Mamanya Fauzan bisa lebih ia rangkul. Karna Lisa tau dari mata Mamanya Fauzan ia sangat sayang sama Fauzan dan benar benar khawatir serta menyesal telah meninggalkan Fauzan sendiri di kota ini.

Untuk toko tadi itu hanya bualan Lisa kalau ia ingin mempunyai toko roti. Lisa hanya ingin membuat Fauzan dan Mamanya bisa lebih dekat.

Setidaknya kalau tidak ada Mamanya Fauzan,tu anak gak bakalan ada di dunia ini. Dan begitu juga kita semua!.



Haiiiii maaf lama upnya thks for baca cerita aku.
Oiya baca ceritaku juga ya yg judulnya
"Ersa"
Dadadadad.......

Miss you.....

Ketua Osis Vs Bad BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang