105 - Cerpen

107 7 0
                                        

Judul : Rindu terpendam dalam diriku
Uname Wp : Natasya_Nara27
Tema : Penyesalan
Cerpen / Drabble : Cerpen

Aku duduk di samping jendela cafe Christa sambil mengaduk-aduk cappuccino latte-ku. Kupandang keluar kearah jendela yang berada disampingku. Diluar sana sedang mendung. Beberapa orang berlari kesana kesini mencari tempat teduh. Sebentar lagi akan hujan. Rintik-rintik air perlahan turun dari langit. Lama lama rintikan itu semakin deras hingga menimbulkan suara gemericik air yang membuatku agak terganggu. Tidak ada lagi orang yang berlari lari diluar seperti sebelumnya. Hanya ada beberapa orang yang berjalan memegang payung dan beberapa lagi berteduh di sebuah halte bus.

Aku meletakkan kembali sendok kecil yang tadi kugunakan untuk mengaduk cappuccino latte-ku. Kuangkat cangkir yang berisi cappuccino latte-ku dan kuminum satu tegukan. Sambil menatap kearah jendela diluar sana, aku kembali mengenang masa laluku. Masa dimana aku pertama kali merasakan penyesalan karena aku menyesal mempunyai sahabat.

Hujan terjadi ketika aku merasakan penyesalan pertamaku. Sama seperti yang terjadi di depan Cafe Christa ini. Aku saat itu baru kelas empat. Sebut saja aku seorang gadis introvert. Karena tidak ada yang mau berteman denganku atau aku yang terlalu malas berteman dengan mereka.

Saat itu, aku dan keluargaku berencana liburan ke pegunungan. Kami berencana untuk pergi ke Puncak. Saat di mobil, yang kulakukan hanyalah mendengar musik sambil menutup mata lalu tertidur. Aku benar benar merasa bosan dan malas untuk ikut.

Beberapa jam kemudian, lebih tepatnya lima jam kemudian, kami-pun sampai di sebuah Villa yang tidak terlalu besar. Hanya terdapat empat kamar di dalam villa itu.

Aku bangun dari tidurku dan turun dari mobil. Kedua adikku begitu senang ketika sampau disini. Mereka adalah Angela dan Zion. Angela adalah anak perempuan yang begitu periang sekaligus pemarah. Zion adalah anak laki laki berkepribadian yang akrab dan penyayang. Mereka bertolak belakang dengan karakterku yang pendiam dan tidak suka bergaul.

Aku turun dari mobil dan membantu mama yang mendorong dua koper. Kutarik koper ynag berada di tangan kanannya, koper berwarna biru milikku. Lalu kedua adikku menyusul dan mobil yang terparkir di depan villa itu-pun terkunci.

"Kata mama, kita bakal dapat teman baru loh ce," Angela yang tiba tiba menghampiriku mengatakan begitu. Aku hanya mengangguk malas. Teman ? Teman baru ? Hal yang tidak begitu spesial.

"Ela, seperti tidak tahu saja, cece-mu inikan tidak suka dengan teman baru,". Mama membalas kata Angela sambil tersenyum iseng. Aku mulai kesal. Aku-pun berjalan mendahului mereka dan menyusul papa yang berada paling depan bersama Zion.

"Pa, kapan kita pulang ?" Kataku bertanya. Aku tidak sabar ingin pulang dan menonton serial drama kesukaanku. "Memang kenapa ? Kamu ngak suka ada disini ya ?" Tanya papa.

"Jelas banget. Disini ngak ada wi-fi. Trus aku mau gimana ? Di hp juga gak ada game offline pula," kataku lalu memasang raut kesal.

"Jangan gitu dong, namanya juga liburan kan ? Trus disini juga ada teman baru. Mereka anaknya teman papa. Cobalah bergaul Shen," kata papa berusaha menghiburku. Oh ya, namaku Shenna.

"Malas," kataku singkat sambil memasang raut wajah malas. Akupun mendahului papa dan Zion. Papa dan Zion malah ketawa ketawa melihat ekspresi mukaku.

Ketika aku sudah sampai, villa masih kosong. Apa teman teman papa belum sampai ? Akupun berjalan kearah sofa hijau dan meletakkan koper biruku disamping sofa lalu duduk di sofa itu. Kunyalakan kembali lagu di hp-ku, Heart Attack. Karya Demi Lovato.

Tak butuh waktu lama, papa dan mama juga Angela dan Zion ikut masuk kedalam villa. Villa ini katanya dikenalkan oleh teman papa. "Kita tidur disitu aja," kata papa sambil menunjuk salah satu kamar yang didalamnya ada kamar mandi. Aku mengangguk dan kembali mendorong koperku masuk kedalam kamar. Kubiarkan lagu Heart Attack melatun di depan kamar. Kubiarkan hp-ku tergeletak di sofa hijau itu.

Mensive 5th Month Wattpedia [CLOSE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang