00.00
Kau tetap menungguku
Bahkan disaat kau hanya bisa melihat punggungku
03.10
Masih disana, di bawah remang lampu jalanan
Menanti lepasnya tangan tuan dari seorang pujaan
07.45
Apakah kau tidak lelah?
Melangkah lah melawan waktu
Tanpa harus memikirkan perasaan sendu
10.35
Entah, diriku merasa bahagia
Dia sudah tak ada, dia yang lain pun tetap hadir dengan mesra
14.00
Masihkah yang pergi tetap pada perasaan yang sama? Atau sudah lupa?
Entahlah, aku hanya bisa mengucap semoga
17.30
Senang berubah menjadi gelisah seketika
Dia yang datang ternyata melakukan hal serupa kepada mereka
20.25
Aku harus bagaimana?
Aku merindukan dia yang setia menunggu di sudut jalan
Hangat, tenang, tanpa mematahkan harapan
22.55
Dia yang datang pun akhirnya pergi
Dia yang pergi tak pernah kembali
00.00
Masihkah kau duduk di bawah remang lampu?
Pelukmu yang dulu menjadi sesalku
Aku rindu, maafkan aku
KAMU SEDANG MEMBACA
Budak Sajak
PoetryBerbahagialah, aksara akan selalu menemani walau perasaan sudah tidak tertata lagi.
