Pejabat mulai berorasi
Menghasilkan berbagai ilusi
Rakyat pinggir tetap percaya
Oleh kata yang tak kunjung nyata
Marak pembunuh sukma
Seakan hal wajib terlaksana
Caci maki lewat sosial media
Tanpa malu tanpa rasa
Hei!
Tengoklah senja
Tenang, indah mempesona
Secangkir kopi tertawa
Melihat negeri pupus cita-cita
Miris..
Ibu pertiwi menangis dalam sunyi
berpikir; bangun negeri, harga mati
KAMU SEDANG MEMBACA
Budak Sajak
PoesíaBerbahagialah, aksara akan selalu menemani walau perasaan sudah tidak tertata lagi.
