Kau bercerita jika kau menyukai hujan
Saat aku menjelma ia, mengapa kau memilih berteduh menghindarinya
Rumit
Perasaan ini bercampur aduk
Seperti kopi pahit yang disajikan di warung sudut jalan
Lampu itu mulai takut
Seiring munculnya cahaya bulan yang sedang menari diantara awan itu
Ada orang yang mengikuti dibaliknya
Menangis, berharap datangnya asa
Berteriak, namun tak bersuara
KAMU SEDANG MEMBACA
Budak Sajak
PoetryBerbahagialah, aksara akan selalu menemani walau perasaan sudah tidak tertata lagi.
