Seseorang bercengkerama dengan pujangga
Membahas apa yang ada di ibukota
Bukan hanya dia yang merasa
Permasalahan pun menjadi acuan fakta
Maraknya kriminalitas
Menjadi tak terbatas
Moral makin meretas
Ampas!
Urbanisasi menjadi saksi
Tentang dia yang umbar janji
Kau akan hidup makmur disini
Lalu terciptalah sebuah elegi
Orasi hanya sebagai pemanis
Dibalik kehidupan yang kian miris
Hati ibu pertiwi pun teriris
Mendengar kata-kata yang kian sadis
Seseorang bercengkerama dengan pujangga
Ia tak banyak bicara
Bertanya, ada apa dengan ibukota?
Fana, jawabnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Budak Sajak
PoetryBerbahagialah, aksara akan selalu menemani walau perasaan sudah tidak tertata lagi.
