Pernahkah kau merasakannya?
Sendiri, di rintik air ciptaan Tuhan
Sendiri, berpikir bahwa kau akan kehilangan seorang teman
Kali ini aku merasakannya
Perasaan ini,
tak main-main
Lebih sakit dibanding dengan patah hati karena sang pujaan
Apa kabar kau? Baik, kah?
Aku berharap kau senang dengannya
Aku ingin dia lebih mengerti
Lebih baik dan lebih bisa membimbingmu
Lebih dari apa yang biasa kau sebut aku
Tak apa jika aku terpuruk disini, sisa semalam yang mudah sekali kau tinggalkan
Perasaan ini terluka hebat
Karena hilangnya seorang sahabat
Aku lebih memilih untuk diam
Karena sedihku tak akan menjadi gundahmu
Lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
Budak Sajak
PoesíaBerbahagialah, aksara akan selalu menemani walau perasaan sudah tidak tertata lagi.
