Lisa menginjakan kakinya di apartemen Jiyong, dengan jiyong yang mengikutinya dari belakang. Ini adalah kencan pertama mereka setelah beberapa hari lalu memutuskan untuk memulai hubungan mereka.
"woah... apartemenmu benar benar mewah oppa, seperti yang ditulis di artikel artikel," komentar lisa begitu melihat sekeliling apartement jiyong
"di kulkas ada beberapa bahan makanan, masaklah, aku mandi dulu,"
"ne oppa," lisa melangkahkan kakinya ke dapur dan mulai melihat lihat isi dapur itu sebelum mulai memasak.
20 menit berlalu dan seelah puas mengagumi isi dapur jiyong, lisa mulai memasak.
"akhirnya apa yang kau masak?" ucap jiyong yang sudah selesai mandi dan melangkah masuk ke dalam dapur.
"pasta, oppa suka pasta kan?"
"tentu, aku makan apapun,"
Pasta yang lisa masak sudah jadi dan ia menghidangkannya di depan jiyong yang tengah focus pada hpnya.
"hm... sepertinya enak," komentar jiyong dan meletakan hpnya diatas meja. Lisa memberikan garpu pada jiyong dan berharap jiyong menyukai masakannya
"kau tidak meracuninya kan?" Tanya jiyong dengan nada bercandanya
"aku menambahkan sabun cuci piring didalamnya,"
"sungguh? Kau makan duluan kalau begitu," senyum jiyong sembari mengarahkan segarpu pasta ke mulut lisa dan dengan wajah yang sangat bahagia lisa menerima suapan itu.
"ah kau akan mati sebentar lagi," canda jiyong dan ikut menyuapkan pasta itu kemulutnya sendiri "aku akan ikut mati bersamamu,"
"haha oppa mau mati bersamaku?"
"kau tidak mau aku ikut denganmu?"
"aku tidak mau oppa mati, tapi aku senang kalau oppa ingin bersamaku,"
"kau pernah dengan seorang naga mati??"
"aku bahkan tidak pernah dengar ada naga yang masih hidup,"
Jiyong makan dengan lisa yang terus menontonnya, menikmati setiap gerakan yang dilakukan jiyong.
"Sampai kapan kau akan mengagumiku seperti itu?" goda jiyong masih sambil mengunyah makanannya
"Kau terlalu percaya diri oppa,"
"Apa aku salah?? Kau terus menatapku seperti ingin memakanku,"
"Kalau aku bilang iya, kau akan mengizinkanku memakanmu oppa?"
"Aku yang jadi ingin memakanmu,"
"Sungguh? Masih lapar? Kau sudah makan sepiring pasta,"
"Hm... ini lapar yang berbeda, tidak bisa di selesaikan dengan sepiring pasta,"
"Oppa cukup, kau membuatku berdebar debar,"
"Kau cantik kalau berdebar debar," jiyong terus menggoda lisa dengan kata kata manis dan pujian pujiannya hingga lisa tidak dapat menahan rona merah dari pipinya dan beranjak pergi dari meja makan itu.
Lisa duduk di ruang tengah dengan mata menghadap tv namun tv itu tidak menampilkan pertunjukan apapun. Hanya layar datar berwarna hitam gelap. Tidak lama setelah jantungnya berhenti berdebar debar tak karuan, jiyong duduk disebelahnya dan merangkulnya, membawa gadis itu kedalam dekapannya. Dengan tangan kanan dan kiri yang melingkari tubuh gadis itu. Gadis itu terdiam, terpaku karena terkejut. Hingga beberapa detik kemudian gadis itu dapat mengeluarkan suara dari mulutnya
"Op-pa-" ucapnya dengan sangat pelan dan sedikit tergagap
"Hm?" jiyong memberinya tanggapan dengan sebuah gumaman pelan
KAMU SEDANG MEMBACA
Kiss The Rain
Fanfikce[END] how can you love me like i loved you when you can't even look me straight in my eyes
