Bellvania membuka matanya pelan. Ia bisa melihat cahaya matahari yang menyelinap di balik gorden. Dengan lemas ia bangkit dan duduk setengah sadar. Ia menatap Arza yang masih tertidur pulas di sampingnya. Dengan hati-hati Bellvania menyingkirkan bantal yang membatasi antar keduanya.
Sangat tampan!
Ya, karena memutuskan untuk saling mengenal, Bellvania dan Arza selalu tidur dengan bantal yang membatas keduanya. Arzalah yang memintanya untuk melakukan itu karena Bellvania selalu gelisah dan sulit tidur saat pertama kali tidur dengan Arza. Merasa Bellvania gelisah karenannya membuat Arza meminta wanita itu untuk melakukannya. Jadi, setiap selesai membantu Arza tidur, Bellvania selalu meletakkan bantal di antara mereka sebagai pembatas. Ia bersyukur karena Arza begitu mengertinya dan tidak menuntut banyak hal padanya.
Setelah puas memandang wajah Arza, Bellvania bangkit untuk membersihkan diri dan membuat sarapan untuk Arza.
Bellvania selalu merasakan dirinya yang salah tingkah setiap memgingat perkataan Arza semalam. Pria itu berjanji akan memgajaknya ke suatu tempat setelah jam makan siang. Ucapan Arza agar Bellvania menjaga hatinya membuat Bellvania semakin gugup. Apa yang akan di lakukan pria itu? Apa yang harus ia lakukan jika ia jatuh cinta pada Arza?
Setelah menata sarapan di atas meja, Bellvania berjalan menuju kamar Arza untuk membangunkan pria itu.
"Pakaianku?" Tanya Arza begitu Bellvania membuka pintu kamar
Sedangkan Bellvania masih kaget melihat Arza yang sudah selesai mandi. Selama tinggal sama Arza pria itu tidak akan bangun sebelum Bellvania membangunkannya.
"Kamu bangun sendiri hari ini?" Tanya Bellvania sambil memilih pakaian untuk Arza
"Tentu saja, inikan hari spesial"
"Spesial? Kamu ulang tahun?"
"Tidak"
"Lalu?"
"Seperti yang aku janjikan, hari ini kita akan melakukan kegiatan romantis"
Deg!
Bellvania mematung beberapa saat. Jatungnya berdetak kencang seakan-akan ingin lepas dari tempatnya.
"Kamu sudah mempersiapkan hatimu?" Bisik Arza dan mengambil pakaiannya yang masih di pegang oleh Bellvania
"Za, ini masih pagi, jangan usil seperti itu"
Arza tersenyum senang melihat Bellvania yang salah tingkah karenanya. Sepertinya menggodai wanita ini akan sangat menyenangkan. Bellvania benar-benar begitu polos.
"Sarapan sudah siap, aku tunggu di luar" ucap Bellvania dan langsung keluar secepat mungkin
Tepat saat Bellvania selesai menyeduh greentea kesukaan Arza, pria itu keluar dari kamar dan duduk untuk menikmati sarapannya.
"Bell..."
Alis Bellvania berkerut mendengar Arza yang memanggilnya 'Bell'
"Bell?" Tanya Bellvania bingung
"Boleh aku memanggilmu seperti itu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRY YOU? [END]
RomanceBellvania memilih untuk menyetujui pernikahannya dengan seorang pria bernama Arzachel. Pria yang berumur 8 tahun lebih tua darinya. Baik Bellvania maupun Arza sama-sama memiliki alasan tersendiri menyetujui pernikahan tersebut. Awalnya pernikaha...
![MARRY YOU? [END]](https://img.wattpad.com/cover/101928362-64-k111807.jpg)