BANGTANVEROSSA: 21

314 20 1
                                    

"Jisoo-ah.."

"Ya?"

"Sepertinya kedekatan kita ini salah...."

"Apa maksudmu?" Apa yang dia katakan?

"Ya kita tidak seharusnya bersama.."

"Hah?"

"Aku ingin kita berpisah...." Deg. Apa-apaan ini? Katakan ini hanyalah sebuah lelucon.

"Kenapa?"

"Kita sudah tidak bisa bersama lagi, Putri.."

"Tidak! Apa alasanmu hingga berkata bahwa kita harus berpisah?" Air mataku mulai terbendung. Dadaku sudah terasa sesak sekarang.

"Maafkan aku, Putri. Aku tidak bisa memaksakan perasaanku. Aku mencintaimu, tapi perasaanku padamu kini luntur.."

"Kenapa bisa hah?" Aku benar-benar tidak mengerti. Air mataku sudah tumpah mengalir di pipiku.

"Bukankah kau yang mengajakku menikah dan berkata kita akan hidup bersama?" Aku memukul dadanya beberapa kali.

"Maaf, Putri. Aku tidak bisa.."

"Kau tidak bisa seperti itu! Kau tidak mengatakan alasan yang sebenarnya mengapa kita harus berpisah.."

"Tapi, Putri-"

"Kumohon, jangan meninggalkanku. Aku masih membutuhkanmu...." Tangisanku pun menjadi. Aku menggenggam lengannya kuat, tidak akan kubiarkan dia pergi.

"Aku tidak bisa!" Suga melepaskan genggaman tanganku dari lengannya dan berlari keluar ruangannya. Aku pun berlari menyusulnya.

"Sugaa!" Aku berteriak memanggil namanya tapi ia terus berlari hingga keluar istana lalu menunggang kudanya pergi dari sini.

"Astaga, kenapa ini terjadi?! Hubunganku dan Suga baik-baik saja, tapi kenapa tiba-tiba jadi seperti ini?!" Aku menangis. Tuan Cody datang menenangkanku. Aku harus menyusulnya dan menanyakan apa sebenarnya yang membuatnya jadi seperti ini.

"Ayo, Hoseok!" Aku menunggang kudaku dan pergi mencari Suga.

"Jangan menangis, Putri. Kita akan menemukannya.." ucap Hoseok meyakinkanku.

Sampailah kami hingga di istana Bangtanverossa milik ayahku. Kegelapan memenuhi seluruh wilayah istana. Awan gelap dan petir. Aku pun masuk ke dalam istana.

Author POV

Pangeran Yoongi pun sampai di istana Bangtanverossa. Ia mengeluarkan pedangnya dari tempatnya dan berjalan menuju pintu istana.

"Oh, Pangeran Min, kau AKH!" Pangeran Yoongi menusuk perut Raja Namjoon dengan pedangnya.

"Pangeran Min apa yang kau lakukan?!" Ratu Rose berteriak hingga para ksatria istana datang.

"Bangtanverossa harus menjadi milikku.." Pangeran Yoongi pun mengayunkan pedangnya lagi dan para kstaria istana itu pun melawannya. Ratu Rose dan beberapa orang istana membawa Raja Namjoon ke dalam.

"HAHAHAHAHA-" Terdengar tawa jahat si penyihir di seluruh sudut istana.

"Suga! Apa yang kau lakukan?!" Putri Jisoo sampai di hadapan Pangeran Yoongi.

"Sekarang aku tahu bagaimana memusnahkan kutukanku. Bangtanverossa akan menjadi milikku.." Yoongi menatap kejam mata Putri Jisoo.

"KAU JAHAT, YOONGI!" Teriak Putri Jisoo.

"Ayah!!" Putri Jisoo menangis seketika saat melihat ayahnya tidak sadarkan diri di pelukan Ratu Rose.

"Yoongi, dia keterlaluan!" Putri Jisoo berlari keluar istana menuju taman istana. Ia menemukan bunga mawar di tengah taman yang tidak pernah ada sebelumnya. Ia mencoba mengambil bunga itu namun jarinya terkena duri bunga mawar itu. Putri Jisoo pun jatuh tidak sadarkan diri.

"Bagaimana ini? Jisoo benar-benar tidak dapat bangun.." ucap Ratu Rose panik. Pangeran Yoongi datang ke ruangan Putri Jisoo terbaring. Dia berhasil mengalahkan semua kesatria dan prajurt istana.

"Yang Mulia, aku akan datang kembali untuk merebut Bangtanverossa.." Pangeran Yoongi tersenyum licik lalu pergi dari istana. Beberapa pegawai istana datang dan menenangkan Ratu Rose.

Berhari-hari Putri Jisoo terus tertidur. Raja Namjoon masih bisa selamat walaupun ia tertusuk kemarin. Pangeran Seokjin pun datang karena ia mendengar apa yang terjadi pada keluarganya.

TOK! TOK! TOK! TOK! TOK!

Seorang pria masuk ke dalam istana dan berlari mencari sesuatu.

"Siapa kau?" Tanya Raja Namjoon saat sosok Pangeran itu masuk ke ruangan Putri Jisoo.









Don't forget to give your comment and vote to get the next part. Thank you!

bangtanverossa👑 [jisooxjimin] ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang