Chapter 3

6.5K 290 3
                                        

(Laura pov)

Tante Easly sungguh baik padaku.Sore ini aku di ajari masak olehnya, pelajaran yang tak pernah ku dapat dari Mommy tiriku Anne. bagaimana mau mengajariku, dia saja tak bisa masak.

Aku sedang sibuk mengiris wortel untuk bahan sup, sedangkan tante Easly begitu lembutnya mengajarkan tahap demi tahap cara memasaknya.
Sesekali tante Easly melontarkan gurauan yang menurutku itu konyol.

Ku lihat Mike yang sedang sibuk dengan ponselnya, entah dengan siapa dia sedang berbicara. Sesekali ia tersenyum dan mimik wajahnya sungguh memancarkan kehangatan, tapi bila dia denganku, aku tak merasakan kehangatan itu, wajah kaku dan tegang selalu di perlihatkan untukku.

"Auuuw.!!!!" aku memekik kesakitan, kulihat darah segar mengalir dari telunjukku.

"Laura, kamu ga' papa sayang"ujar tante Easly padaku.
Aku tak sengaja mengiris jariku sendiri, saking fokusnya aku memperhatikan Mike, aku sampai lupa kalau aku sedang mengiris wortel sekarang.

"Aku ga' papa kok tante" Ku ulas senyuman agar tante Easly tak terlalu kuatir padaku.

"Hati hati sayang,apa sih yang sedang kamu lihat" Tante easly mengikuti arah pandangku, dan ia tersenyum setelah tau apa yang sedang ku lihat.

"Ouuwww, calon suami mu.."Ujarnya, ia mendorong tubuhku keluar dari dapur.

"Sekarang dekati dia, berbincanglah dengan mike biar lebih dekat" lanjut tante Easly

"Tapi tante, masaknya---"

"Biar tante yang lanjutin"

Aku sedikit ragu untuk melangkah mendekati Mike, tapi tante memberiku dorongan semangat.

"Hi" Aku duduk di samping Mike. melihat kedatanganku dia seperti terganggu dan langsung menutup percakapannya.

"Maaf, apa Aku mengganggu mu Mike?"

Mike tak menjawab pertanyaanku,dia lebih memilih diam, menatap kedepan tanpa menoleh ke arahku.

Ada apa dengannya Sikapnya sangat berbeda dengan saat malam pertunangan itu, apakah dia sesungguhnya tak mengharapkan hubungan ini, tapi hari itu, ia menatapku dengan senyumannya.

Jika hanya Aku yang
mencoba menerima hubungan ini,tapi bila Mike tak dapat menerimaku apa yang harus aku lakukan selanjutnya.

"Mike, apakah kau menyesal bertunangan denganku?" Ku beranikan diriku mengeluaran uneg uneg yang terus berputar di fikiranku. Ku tatap lekat lekat wajah tampannya yang tak sedikitpun menghiraukan kehadiranku.

Lama aku menunggu jawaban darinya, akhirnya mike mau membuka mulutnya

"Hubungan ini dari awal hanya keinginan ibuku. aku hanya tak ingin menjadi pembangkang untuknya, jadi biarlah hubungan ini berjalan seperti sekarang dan untuk selanjutnya kita lihat saja nanti" Ujar mike dan ia pergi meninggalkanku terduduk sendiri.

Jawaban itu seolah menembus hingga ulu hatiku, walau mike tak memberi jawaban yang jelas, namun aku sudah dapat menyimpulkan bahwa ia tak mengharapkanku sekarang.



Malam ini kami duduk melingkari meja, menyantap makan malam kami dalam Kehangatan. Sesekali tante Easly menggodaku namun aku hanya dapat tersenyum menanggapinya, sedangkan om Reynald ayah Mike selalu bertanya soal kantor mereka pada Mike.

Aku seolah sudah menjadi keluarga disini, aku diterima dengan tangan terbuka oleh orang tua Mike, namun Mike....Entahlah

.........

Masih berantakan ya?
Maaf, aku akan berusaha yang terbaik untuk para pembaca,jangan bosan bosan mampir ya😀😀

Kasih masukan, saran atau kritik juga boleh tapi kritik yang membangun!!!

Jangan lupa votenya juga ya..Makasiiiih...😊😊😊😊

The love of the ringsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang