Chapter 5

5.7K 261 1
                                        

Laura berbaring di ranjangnya, menatap langit lagit kamar yang berwarna jingga. Terlintas bayangan saat mike bercanda gurau dengan wanita itu, rasa nyeri dalam hatinya, rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Ia menatap cincin pertunangannya, cincin emas bertahtahkan berlian pemberian Mike, Laura sangat suka cincin itu hingga tak pernah sedetikpun ia melepasnya.

Di dalam lamunannya entah kenapa air mata laura bergulir tanpa permisi di pipinya.

"Laura" panggil Sam ayah Laura masuk ke dalam kamar putrinya dengan menggunakan kursi roda,

Mendengar namanya di panggil seketika itu laura menoleh,

"Daddy" Sahutnya, dengan segera ia turun dari ranjangnya menghambur langsung ke arah Sam.

Ia duduk bersimpuh di lutut sam, menangis disana dan menumpahkan kesedihannya

Dengan lembut Sam membelai rambut putri semata wayangnya itu, dalam hati Sam ia sudah mengira hal ini akan terjadi pada putrinya.

"Maafkan Daddy sayang, karena Daddy kau harus menderita seperti ini" Ujar Sam

Laura mendongak menatap ke arah ayahnya itu,

"Apa yang Daddy katakan? aku baik Daddy, aku hanya lelah saja" Elaknya dan pada kenyataannya bukan karena itu ia menangis

"Bersabarlah sayang, cinta itu akan datang dengan sendirinya, hanya butuh sedikit waktu"

"Daddy,sudahlah aku ga papa," jawab Laura.

......

(Mike pov)

Apa yang sudah ku lakukan, aku terlalu egois dengan kemauanku sendiri.
Karena keegoisanku itu kini mungkin laura sakit hati karena ulahku.

Tapi mau bagaimana lagi, aku tak mencintainya, aku hanya tak ingin Dia berharap lebih dariku karena aku lebih mencintai Diana.

Diana yang selalu ada untukku, Diana yang selalu memberiku semangat saat aku down dan Diana pula yang selalu mendukung setiap langkahku.

Dan tiba tiba Laura datang, merebut tempat yang seharusnya untuk diana,dan cincin itu, yang seharusnya kubeli untuk Diana terpaksa ku berikan untuknya.

Semua telah di renggutnya, jadi sampai kapanpun tak kan kuberikan cinta ku untuknya Hatiku milik Diana seorang sampai kapanpun.

"Mike, apa kau sedang memikirkan sesuatu?"

Ku tatap wajah kekasihku Diana yang sekarang sedang berbaring di dalam dekapanku.

"Nothing, aku hanya bisa memikirkanmu nona Diana" ucapku berkilah, namun ia tak sedikitpun curiga, Aku tak ingin diana mengetahui pertunangan itu, aku tak mau jika ia meninggalkanku.

Kami Sedang menghabiskan malam bersama sekarang, kami sering melakukannya bila ia tak sibuk dengan siaran radionya karena dia seorang penyiar radio.

Aku suka saat saat seperti ini, Diana nampak cantik dengan tubuh polosnya itu, di antara remang remang lampu dalam kamar hotel ini, kami menikmati malam kami berdua.Tidur dalam kehangatan cinta.

......

(Laura pov)

Aku seperti burung yang terbang di langit lepas. Dengan menari aku dapat melepas segala beban hidupku dan wajah wajah polos mereka mampu menghapus kesedihan dihatiku.

"Baiklah, apakah kalian sudah siap untuk pentas minggu depan?" tanyaku pada mereka

"Ya kak, kami sudah siap, karena ada kak Laura yang mendukung kami" jawab seluruh murid muridku.

Mereka sungguh polos, rasanya aku ingin sekali kembali seperti mereka, hidup bebas tanpa ada sedikitpun masalah.

"Okey, ayo kita mulai latihan lagi" ujarku dan kembali aku menari di hadapan mereka.

........

Huft, akhirnya sudah sampai Chapter 5.

Tetap setia baca cerita ku ya, jangan lupa vote and comment..Makasiiih 😊😊😊

The love of the ringsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang