Chapter 25

5.2K 213 3
                                        

(Laura pov)

"YA, Bayi itu anak kandung dari Tuan Mike atkinson dan Ny. Diana Rose"


Aku limbung seketika mendengar pernyataan Dokter di hadapanku.

Ku lirik Dad hanya diam dengan raut muka tak terbaca, rahangnya mengeras dan tangannya mengepal, di sisiku yang lain Mike melihat ke arahku, ia seolah berkata 'Maafkan aku Laura' Kata yang tak terucap namun aku sudah mengerti saat melihat kedua mata birunya yang terlihat sendu.

"Aku bilang juga apa, Dia memang anakmu Mike, anakku tak mungkin berbohong pada keluarga kalian" Tukas Rose , " Sesuai perjanjian, kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu! Bukannya aku tak mau merawat dan membesarkan bayi itu, namun aku hanya tak ingin masa depannya hancur karena dibesarkan wanita sepertiku!" Tambahnya

"Saya akan bertanggung jawab" Kata Mike

Dad Berlalu tanpa sepatah katapun, dan aku disini hanya membisu dan tak dapat bergeming.

Rose mendekat kearahku, ia menyentuh pundakku dan berkata " Sayangilah dia seperti putramu sendiri" setelah itu ia pergi.

'Sayangilah dia seperti putramu sendiri' Kata itu terus berputar dalam otakku, Apa aku mampu?, Apa aku bisa?, Mengingat sebuah dosa besar itu apakah bisa aku menyayanginya?!.

Aku keluar dari ruangan itu di ikuti Mike yang berjalan di belakangku, Dokter pun ikut serta bersama kami, dia menggiring kami ke tempat bayi itu di letakkan.

Dokter memberi akses masuk untuk ku dan Mike dan setelahnya ia meninggalkan kami berdua saja bersama bayi itu.

Masih seperti tadi, bayi itu masih tertidur pulas dengan selang infus dan oksigen yang melekat di tubuh mungilnya, ia belum bisa keluar dari sana karena kondisinya yang belum stabil.

Aku mendekatkan wajahku di dinding Inkubator, aku tak dapat menahannya lagi, rasa sakit yang sedari tadi kurasakan akhirnya tumpah setelah melihat wajah anak Diana, aku menangis bukan karena bayi itu namun aku sedih karena Suamiku sudah memiliki anak dengan wanita lain, Bukankah itu sangat menyakitkan!!!

"Laura, maafkan aku! Aku tahu kau pasti sangat marah, kau pasti sangat kecewa, kau pasti sangat membenciku sekarang... Aku bisa terima apapun yang akan kau lakukan padaku, tapi Laura" Mike menggenggam tanganku dengan erat, sedang aku pun tak berniat melihat wajahnya untuk saat ini, "Laura Jangan pernah tinggalkan aku!!" Pintanya sambil mencium tanganku aku pun menepisnya, hatiku masih tak karuan saat ini, untuk mendengar suaranya pun aku tak sanggup.

Aku berbalik dan keluar dari tempat itu, aku sudah tak kuasa lagi menahan air mataku, mataku sudah amat berat, aku pun masuk ke dalam toilet wanita untuk menumpahkan semuanya disana, aku tak peduli jika ada yang melihatku, aku tak peduli bila suara tangisku mengganggu, persetan dengan semuanya, aku sudah tak dapat berfikir jernih, rasanya duniaku kini telah hancur, hancur hanya dalam waktu kurang dari sehari.

Kembali ku ingat calon bayiku yang saat ini ku kandung, bila aku pergi dari kehidupan Mike bukankah dia akan lebih menderita kelak? Lahir dan besar tanpa sosok seorang ayah, aku tak mau itu terjadi, aku tak mau hanya karena keegoisanku, anakku harus menderita, cukup aku saja yang merasakan penderitaan ini, jangan sampai anakku pun ikut merasakannya.

Lagi, aku menata hatiku, akan ku terima Permintaan maaf Mike, ingat! ini untuk anakku bukan untuk ku atau untuk siapapun, anakku harus mendapat cinta dan kasih sayang ayahnya, Jangan sampai anakku menderita karena ku.

Aku kembali ketempat tadi, dan disana masih ada Mike sedang menunduk dan menangis, namun entah sedang menangisi apa. Menangisi aku? Atau menangisi kematian Diana?, Entahlah.

"Mike" Ujarku, mike menegakkan kepalanya melihat kearahku, ia langsung merengkuhku, menciumi seluruh wajahku dan kau tau aku hanya diam saja seperti orang bodoh.

"Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku Laura, seberapa banyakpun aku meminta maaf padamu, aku tau itu tak akan cukup. Kau boleh menamparku, memukulku, lakukan sesukamu, tapi Please Laura jangan pernah pergi, tetaplah denganku, Aku tak tau harus bagaimana bila kau pergi, aku mungkin Akan gila atau bahkan aku akan Mat---"

Sebelum Mike menyelesaikan kata kata nya aku sudah penempelkan Jari telunjukku di bibirnya "Cukup Mike, aku tak ingin mendengar semua itu, aku sudah memaafkanmu"

Ia memelukku kembali," Terima kasih Laura, Aku sangat mencintaimu."

Cinta? Ah, sebuah kata yang aku sendiri masih bingung mendefinisikannya, jika memang aku tau dari awal Cinta akan membuatku sesakit ini mungkin lebih baik aku tak akan mau merasakan rasanya mencintai seseorang untuk selamanya.

........


Setelah pemakaman Diana, Aku dan Mike kembali ke rumah sakit.

Mecca, Mom, dan Dad bahkan tak berniat hadir, Sebenarnya aku pun dilarang Mom pergi namun aku melihat Mike yang begitu Ingin aku turut bersamanya, jadilah aku pergi dengannya.

Hari ini Putra Diana sudah dalam keadaan Normal. maaf aku belum bisa menyebutnya putra Mike, hatiku sangat sakit bila mengucap kata itu.

Dokter tersenyum saat melihat kedatanganku dan Mike, Ia sudah menggendong Putra Diana saat ini.

"Ny. Laura, Tuan Mike, Ini Putra kalian, Dia sudah dapat pulang bersama kalian sekarang."

Dokter menggendongkannya ke arahku, awalnya aku ragu, namun Mike mendesakku hingga akhirnya aku pun Merengkuhnya dalam dekapanku.

Ia mulai menggeliat, wajahnya memerah saat ia Menggeliat seperti ini, Tanpa sadar aku tersenyum melihat Tingkahnya yang menurutku Lucunya.

"Lihat, dia bahkan terlihat sangat nyaman dalam dekapanmu Nyonya" Ujar Dokter dan sekali lagi aku hanya tersenyum

Ku pandangi lekat wajah Bayi itu, mata, hidung, bibir hampir semua Mirip Diana, pantas aku kemarin sepertinya sangat Familiar saat pertama melihatnya, Ow, bahkan rambut Ikalnya pun tak lepas dari Diana.

"Ayo kita pulang Laura" Ajak Mike, aku hanya mengangguk mengiyakan.

. .......

Makin Riwet....Ribut + Ruwet!!!

Jangan lupa Vomentnya Guys....👍😁

The love of the ringsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang