7(Bali)

9 6 0
                                    

Quotes

"Kemenangan tidak selalu berbentuk fisik, dari sikap hati memberi yang terbaik kita bisa dikatakan menang."
-Alea

°=°=°=°=°

Squad Abyss melesat cepat menuju pesawat.
Mereka berusaha berlari walau harus membawa koper dan barang bawaan lainnya.
Mereka telat, diakibatkan karena beberapa hal yang harus mereka tunggu.

Hana.

Dan sepupu Alea, Dean.

Sebenarnya ini terasa berat, jika tahu bahwa mereka baru saja memulai tahun ajaran baru di sekolah baru mereka.

Entah idiot atau apalah, liburan semester kemarin mereka sebenarnya sudah berkeliling Malaysia.

Kebiasaan mereka disaat seperti ini ialah masih tetap peduli terhadap satu sama lain.

Mereka akan berusaha mencari satu dengan yang lain apabila dari salah satu itu tidak ada.

Jadi mereka selalu mengusahakan diri untuk absen setiap akan berangkat kemanapun mereka pergi, walau hanya ke mall.

"WOY INI UDAH SEMUA??DELFIN MANA??" Seru Olive yang berlari sedikit demi sedikit dikarenakan bawaannya.

"EH GUA DISINI COEG(cuy)!!" Seru Delfin, dia tidak terlihat oleh Olive karna di tertutupi oleh Marvel.

"SEMUA CEPET AYO, EH!! KITA TELAT ABIIIISS!!!"

"ANJIR MIPER BANGKEE!!! KAKI GUA PEGEEEL!!!"

"SUMPAH ALEA BROJOLAN MIPER NIH SEMUA GARA-GARA ELU!!"

"EH KOK GUAAA??!"

"BAWAIN KOPER GUAA!!HUAAA BERAATT!!APA SALAH HAMBA!!"

"LAGI LU BAWA BAWAAN KEK MAU PINDAH TAU GAK?!"

"IYA GUA MAU PINDAH KESONO BIAR DAPET CENG-CENGAN BULE!WUAHAHAH!"

"TOLOL LU AH!"

"LEA GUA CAPE LE!"

"IH BANGKE KAMERA GUA LUPA KEBAWAA!!"

"GAUSAH KEK APAAN!LU KIRA GUA GA BAWA HAAH??!!"

"BIASA!!BIASA!!TU MULUT BELOM GUA SUMPEL BIKINI GUA YA??!!!"

"MAU DOONG ABANG!!!"

"NAJIS VEL!DASAR GESREK!!"

"BTW NEZA NYUSUL YA GUYS!!JANGAN LUPA!!"

"WOY TUNGGU!!! KAYANYA GUA LUPA CELANA DALEM MINIONS GUAAA!!HUAAAA!!" Seru Alan merengek seperti anak kecil.

"GOBLOK JIJIK LAN!!" Sentak Reza sambil sedikit tertawa, semua mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

Mereka sampai di pemeriksaan barang bawaan.

Kadang squad ini, punya sikap yang berganti-ganti.

Bergiliran. Untuk gila.

Dalam hal gila, mereka dikatakan Queen and King.

Betapa banyak, banyak kenangan manis maupun pahit yang mereka rasakan. Hari terus berganti sejak mereka masih menginjak kelas 1 SMP.

Dari mulai merayakan ulang tahun ke-13 Alan mereka mengerjai Alan dengan mengatakan bahwa Olin sakit parah dan harus pindah ke luar negri. Hasilnya, Alan menangis tersedu-sedu melihat Olin yang pura-pura terbaring dengan polesan make-up Olive memberikan kesan pucat pasi pada Olin. Keesokan harinya, Olin kembali ke sekolah dengan tawa yang tidak ada hentinya mengingat betapa konyolnya wajah Alan saat meratapi Olin yang hampir tertawa dalam tidur pura-puranya.

Sampai sekarang, saat Olin mendaftarkan eskul yang hampir mereka tidak sukai.
~


Ha-ha.

Setelah selesai dengan barang mereka, mereka tiba dipintu pesawat.

Tiba-tiba ada yang menabrak Cara dari belakang.

"AWHH! Ih siapa sih yang ngedorong GUAA?!" Seru Cara tak terima.

Pria itu-yang menabrak Cara-dengan aneh menatap gadis ini, rambutnya jabrik dengan gaya pakaian bad boy terlihat jelas bahwa dia cowok nakal. Tapi dia membawa gitar hitamnya.

"Eh sorry, kan gua ga sengaja. Gua juga buru-buru masuk nih." Ketus si Pria agak kesal.

"Yeh ngajak ribut ni anak, liat kaki gua kegiling koper gua sendiri!!" Seru Cara kesal, badmoodnya bertambah.

"Kok lu jadi sewot sih?!kan gua udah bilang sorry!" Seru pria ini tidak kalah sewot.

Dalam hal ini, Cara gadis yang tidak mau kalah.

Tapi keadaan saat ini tidak memadai untuk mengajak pria itu berkelahi dengannya.

Mukanya memerah, Cara meredam emosinya.

"Minggir cewek bar-bar!" Seru si pria melenggang santai melewati pramugara dan pramugari yang melongo menyaksikan kejadian yang baru saja terjadi.

"Eta terangkanlah." Gumam pramugara disamping Cara.

Cara menoleh terkejut.

"WHAT THE FUCK THEY ARE?!!" Serunya berjalan sambil mengentak-ngentakkan sepatunya dengan kasar.

Pada akhirnya Cara duduk di sebelah Delfin dengan raut wajah murung.

"Ngapa lu? Itu muka kek cucian kotor bekas olahraga aja." Tanya Delfin.

Cara diam hanya menopang kepalanya dengan tangan kanannya.

"Permisi mbak." Orang yang ingin duduk itu tersenyum ramah-si Pria yang mendorong Cara di pintu masuk pesawat.

°=°=°=°=°=°=°=°=°=°=°=°=°=°

Tbc

p.s:Vote+comentnya dong gua males nulis kalo kaga ada yanh respon sumvah.

Akutu gabisa diginiin.

Keknya emang story gue gaseru😞

ABYSS SQUADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang