"Aku lupa bahwa tadinya aku menangis sebelum tertawa bersamamu. Bahagia... memang se-sederhana itu yah?"
***
"Kakak, bangun,"
Gad terlihat kepayahan membangunkan kakaknya. Tangan kecilnya terus-terus saja mengguncang tubuh Anya.
Anya menggeliat lalu mengerang kecil, "Mama suruh kakak makan dulu," ujar Gad di samping kakaknya.
Anya perlahan berusaha mendudukkan tubuhnya lalu mengumpulkan kesadarannya, "Jam berapa sekarang?" lirihnya. Matanya berusaha melihat kearah jam digital di dinding kamarnya.
20.42
Yaampun, kebo banget gue.
"Makan kakak!" seru Gad kesal.
Anya mengelus rambut Gad, "Iya,nanti kakak turun. Mau cuci muka dulu. Makasih udah bangunin," Anya mengecup pipi tembem Gad.
Setelah membasuh wajahnya, Anya melangkah meninggalkan kamarnya namun tiba-tiba ia teringat sesuatu, handphone-nya
Dengan cepat, Anya mengacak kasurnya, mencari-cari ponselnya sampai jempol kakinya menginjak sesuatu yang bergetar.
Anya meraih ponselnya yang terjatuh dari tempat tidur namun baik-baik saja. Strong seperti pemiliknya, ehh?
Layar ponselnya tiba-tiba mati sedetik lalu menampilkan pemberitahuan,
31 missed call
Kiyeel
_____
Kiel melempar ponselnya dengan kesal. Ia mendesah frustasi.
Dari dalam mobilnya, ia menatap ke arah halaman rumah Anya. Dua jam lebih ia habiskan hanya untuk memarkirkan mobilnya di depan rumah Anya. Tak berani masuk entah karena alasan apa dan selalu gagal menghubungi gadis itu.
Apa yang gue lakukan disini?
Daritadi pertanyaan itu selalu ia tanyakan pada dirinya sendiri, tapi tak ada sedikit pun niatnya untuk pergi dari situ.
Ponsel di bawah kakinya berdering. Kiel segera meraihnya.
Anyess is calling
Kiel menerima panggilan tersebut.
"Ki,lo kenapa?" sambar Anya langsung di seberang sana
"Hai, An." Kiel menjawab.
Samar-samar terdengar helaan nafas di ujung sana, "Ki.." panggil Anya. "Lo kenapa?"
Hening.
Kiel meremas ponselnya.
"Kiel, gue serius. Gue khawatir sama lo sekarang. Maaf karena ga jawab telfon dari lo, gue tadi ketiduran, capek banget soalnya."
"Lo dimana? Lo kenapa?" Anya was-was di seberang sana.
"Emangnya gue kenapa?" Kiel tertawa renyah, "Gue gatau gue kenapa, yang gue tau..." Kiel menelan ludahnya.
"Gue butuh lo sekarang, An."
_____
Plakk
Suara tamparan yang menyakitkan itu menggema di ruang tengah kediaman keluarga—yang dulunya bernama keluarga Bagaskara.
"MAMA!" teriak si bungsu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flirtationship
Teen Fiction#890 in teenfic 21/08/2017 amazing cover by @loliluu Flirtationship ; More than a friendship less than a relationship. Ini tentang Yehezkiel Salvanio yang egois atas perasaannya dan juga tentang Zefanya Fricellia yang tak bisa memaksa dan menuntut t...
