"Himawan, nama depan pelakunya Himawan dan Age bilang kalau pelakunya Himawan Sadega," Tanu memijat keningnya, kasus pembunuhan Shadow membuat kepalanya panas sekaranga, "maksud kalian, eksekutornya adalah si Himawan Sadega ini dan tangan kanannya adalah Adelia. Motif pembunuhan mereka kemungkinan dendam dan pembunuh Dokter Dhanu itu berbeda dengan Shadow?"
"Ini mungkin bukan tanpa sengaja, tapi memang sudah direncanakan supaya tersangka utama bisa berkeliaran lebih lama." Sahut Diana, polwan yang mengejar Age sewaktu kebut-kebutan ke rumah lama keluarga Darmawan.
"Gini, Levin itu indigo dan dia dihantui sama kembaran Sadega. Gue nggak tahu persis sebenarnya siapa yang membunuh, tapi berdasarkan apa yang terjadi empat tahun lalu sama keluarga gue, Himawan Sadega itu menderita Multi-identity Disorder dan membunuh orang tuanya, dua minggu sesudahnya, Dirga meninggal gantung diri."
"Tunggu," Levin menyela penjelasan Age, "maksud lo, Himawan Sadega itu," Levin tidak tahu pasti, hanya saja, ia pernah melihat bingkai foto di ruang tengah unit Flat Nata, "Rega, bukan?" Levin ingat kalau dalam foto itu ada Nata dan dua laki-laki berwajah sama persis, ketiganya mengenakan seragam SMA.
"Himawan Sadega dan Dirga Himawan itu kembar identik. Saya pernah lihat berkas pembunuhan lama itu." Tanu melanjutkan.
Kepala Levin berdenyut, semua keterangan itu membuatnya makin pusing. Kepingan masa lalu dari sosok laki-laki penguntit Nata perlahan dirangkai dan membawanya ke dalam kasus pembunuhan penuh dendam dan tidak ada kejelasan siapa yang gila sebenarnya. Age selama ini mengetahui tentang pembunuhan Shadow lebih dari dirinya, bahkan tebakan Age benar kalau Shadow adalah Rega dan yang lebih gila lagi, Rega adalah sahabat baik Nata yang pernah dikenalkan pada Levin.
"Nata, kalian udah hubungi Nata?" Levin bertanya setelah didera sakit kepala hebat.
"Jihan bilang, Nata pulang ke Karawang, dia juga cuti kerja." Jelas Age.
"Gue nggak ngerti lagi," Levin menyerah, ia tidak bisa mencerna semua fakta dalam satu waktu. Ia sendiri menyesal sudah terlibat sedalam itu bahkan membahayakan nyawanya sendiri.
"Levin, kamu sudah menjelaskan semuanya. Kamu bisa pulang dan istirahat, Age akan tetap tinggal di sini. Target terakhir Shadow mungkin saja Age, selama Nata ada di rumah bersama keluarganya, dia pasti aman, saya akan kirim Tim untuk ke Karawang." Tanu mempersilahkan Levin untuk kembali ke rumahnya, "tapi sebelum pulang, kamu harus cek kondisi kamu ke rumah sakit, anggota saya yang mengantar kamu."
______
"Lo bisa sembuh kalau ikut konseling lanjutannya. Ga, lo nggak kasihan lihat Mama nangis?"
Kalimat itu meluncur bebas dari dirinya. Levin menyadari ia berada dalam tubuh Dirga masa lalu.
"Gue nggak gila!" Levin hanya diam, mengikuti apa yang tubuh Dirga lakukan.
Tubuhnya berjalan ke kamar dan keluar ke balkon. Levin dan tubuh Dirga kemudian terpisah bagai roh Levin yang lepas dari raganya. Levin memperhatikan sekitar dan matanya tertuju ke halaman di bawah, Rega pergi dengan motornya tanpa helm. Dirga atau Rega? Gue masih nggak bisa bedain mereka berdua.
Dirga bergerak masuk ke kamar, menghempaskan tubuhnya ke kasur dan memejamkan mata. Penasaran, Levin akhirnya menyamakan posisi dengan tubuh Dirga itu dan berbaring. Sesak menyusupi dadanya sampai akhirnya ia ikut terpejam dan berada dalam tubuh Dirga. Ini pertama kalinya Levin bisa masuk ke dalam kehidupan lama arwah yang menghantuinya. Bukan lagi berbagi masa lalu tapi Levin menghadapi masa lalu itu sendiri sebagai arwah Dirga.
KAMU SEDANG MEMBACA
TS[2] : SHADOW
Misterio / SuspensoTime Series [2] : SHADOW He's not a vampire, not a night ghost. Just a Shadow. ••• RAYREBLUE Present ; SHADOW A Paranormal-Thriller Story. Copyright @April 2017
![TS[2] : SHADOW](https://img.wattpad.com/cover/96125610-64-k54631.jpg)