Please, don't kill me after this.
*****
Rara memarkir mobilnya di rumah sakit dan langsung berlari ke ruangan bernomor 317 itu sedangkan Harris berlari di belakangnya. Ruangan itu sama, dengan ruangan saat ayahnya dirawat.
Rara memandang sahabatnya yang duduk diluar kamar itu, Yuna dan Keanu. Mereka berdua sama-sama berantakan. Rara berhenti berlari dan berjalan seperti mayat hidup. Langkahnya diseret, pandangannya hampa.
Jangan lagi, batin Rara dalam hati.
"Ra," Yuna yang pertama kali sadar akan kedatangan Rara. Yuna memeluk Rara. Rara balas memeluknya dan menangis di pundak Rara.
"Kok- gimana- kecelakaan?" gumam Rara tidak jelas.
"Kita siapin semuanya, Ra. Rencananya abis dari Vintage Cafe, lo sama Vince ke pasar malam. Kita bakal nonton petasan bareng-bareng," jelas Yuna sambil menuntun Rara untuk duduk di kursi.
"Terus?"
"Vince udah nunggu di Vintage Cafe tadi, tapi dia nelfon Harris, katanya ada yang ketinggalan. Kita gak tau Vince kemana. Yang gue tau, Harris di telfon sama Vincent. Vincent bilang kalo dia kecelakaan."
"Vincent gak apa-apa, kan?" tanya Rara langsung.
"Dia nabrak pohon gara-gara kucing lewat. Kakinya kejepit mobil, tapi dia masih sempet main game kok pas nunggu kita. Dia udah di ronsen. Gak ada apa-apa selain kakinya yang retak," Yuna mengambil nafasnya sejenak. "Sekarang dia lagi tidur," kata Yuna sambil tersenyum, memberi kekuatan untuk Rara.
Rara berjalan memasuki ruangan itu. Ia mendekat ke arah ranjang Vincent dan duduk di pinggir ranjang. "Lo jahat.. Lo udah bikin gue khawatir, tau! Lo gak pernah ngerasain rasanya kehilangan orang yang lo suka. Lo jahat!" kata Rara sambil memukul dada Vincent pelan.
"Tapi gue sayang sama lo," kata Rara sambil memeluk tubuh Vincent dan menangis di dadanya. "Jangan pernah ngelakuin hal idiot kayak gitu lagi," gumam Rara.
Keanu menepuk bahu Rara, membuat gadis itu kembali duduk.
"Ini," Keanu memberikan sebuah kotak berwarna emas. "Ada di kursi penumpangnya Vince. Harusnya dia kasih ini ke lo pas di Vintage Cafe," kata Keanu.
Rara mengambil kotak itu, duduk di sofa, dan membukanya.
Sekali lagi, happy anniversary one month, Ra. Gue tau ini simple soalnya gue gak tau mau ngasih lo apa lagi.
Udah romantis belom sih? Hehehe :D
Sebenernya gue gak mau ngejadiin hari ini sebagai hari jadi doang. Yang gue mau itu hari ini jadi hari kedua terspesial dalam hidup lo.
Yang pertama? Pas wedding day kita.
Jadi... will you be my fiance and marry me after we graduate? Gue tau ini cepet banget, tapi gue gak mau kehilangan lo. Gue janji bakal nunggu sampai lo siap. Kalau kita putus di tengah jalan, it's okay. We're a couple with rings and it doesn't make any different.
Kalo lo jawab iya, ambil cincin di kotak itu dan pake. Kalo engga... balikin cincinnya ke gue.
ps: say yes, please :)
-VY-
Rara mengambil sebuah kotak beludru dari dalam kotak itu dan membukanya. Sebuah cincin emas putih dengan lambang infinity ditengahnya. Mirip seperti gelang yang waktu itu Vincent berikan. Vincent pulang untuk mengambil cincin ini dan kecelakaan. Vincent kecelakaan karenanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ask.me
Teen FictionSemua berawal dari segmen yang dibuat Rara di Radiouth, ask.me! dimana semua orang boleh bertanya, curhat, atau menyampaikan pesan melalui ask.fm. Disaat semua orang berburu untuk bertanya pada sang ratu kampus itu, Vincent hanya diam menden...
