Maafkan atas kehiatusan😊😅
Vote dan commentnya ya
Oh iya, jangan lupa baca ff bru kuh "INSTAGRAM" tengkyu...
~Happy Reading~
"Om apa-apaan sih?" gue berdiri sambil menggoyang-goyangkan lengan dia.
"Saya lapar, om"
"Saya gak peduli" dia menepis tangan gue dan tidur diranjang.
Kruyukkk
Sial.
"Ommm" panggil gue dengan nada yang merengek.
Dia mendengus sebelum akhirnya membuka pintu dan berjalan kearah dapur.
Cih, itu yang namanya gak peduli?
Gue hanya ngintilin dibelakang dia dan langsung duduk manis di meja makan.
Dia ngidupin kompor dan mengambil beberapa bahan masakan.
Kruyukkkk
Ini perut jangan bikin gue malu-_- dong.
Gue menangkup pipi gue dengan kedua tangan, menatap bosan si om yang lagi sibuk.
Tiba-tiba ada yang noel pipi gue.
"Apa?" yah siapa lagi kalo bukan Jihoon.
"Galak euy" dia menarik bangku di depan gue dan langsung duduk.
"Eummn wangi banget, ade gue emang paling jago kalo urusan masak"
Wattt? Ade? Jadi dia abangnya si om? Lah. Bisa begitu.
"Ade? Jadi si-"
"Ya, dia adik kandung aku, emang sih dilihat dari sisi manapun kami gak pantes disebut kaka adik" potong Jihoon sambil tersenyum manis
Lah emang iya, mulai dari sifatnya yang emang beda banget.
"Gak usah kaget sih" si om meletakan mangkuk sayur dan piring nugget.
Sayur? Sejak kapan gue nyimpen sayur?
"Cuma ini doang?" gue mengambil nasi dan lauk.
"Masih bagus saya mau masak"
"Sayur nya dimakan juga" dia langsung ngambil sayur dan menaruhnya di piring gue.
"Noooo saya gak mau om" gue mengambil kembali sayur yang diberikannya.
"Makan, mama kamu yang nyuruh saya masak sayur buat kamu"
Idih, mama gue mulu-_-
"Sayur kan bagus, walaupun saya juga gak suka sih" gue hanya melirik males sih Jihoon yang lagi menggaruk tengkuknya.
"Saya ada urusan sebentar, kalian makan aja ya" dia berdiri dan berjalan melewati gue.
Hap.
Tangan gue hinggap di tangannya. Menahannya.
"Om mau kemana?"
Dia membalikan badan dan melihat kearah tangannya.
Reflek gue menarik kembali tangan gue.
"Kamu budek? Kan saya tadi udah bilang, kalo saya ada urusan"
Gue langsung kicep-kicep.
"Tapi kan om belum makan"
"Gak usah ngurusin saya, urusin aja diri kamu sendiri" dia melenggang pergi.
Sial. Padahal kan niat gue baik.
Sumpah ya, kalo gak ada abangnya udah gue bejek-bejek tuh orang.
Gue cemberut sambil menundukkan kepala, berusaha menahan airmata yang udah siap meluncur.
"Gak usah dipikirin, dia emang gituh, mulutnya pedes, tapi hatinya mah baik" gue mengangkat kepala.
"Tapi kan, niat saya baik, cuma mau nyuruh dia makan"
"Hehe, kamu berarti belum tau ya? Dia gak akan pernah makan-makanan yang kayak gini" Jihoon menganggkat piring nugget.
•••
Wahhh tau apaan ya kira2???
Gimana part ini?
Minta sarannya yah:))))))))
Vote dan commentnya jgn lupa:D
KAMU SEDANG MEMBACA
Papi ; GUANLIN✔️
Fanfiction#1 in fiksipenggemar (30 Desember 2019) {COMPLETE} Untung masih calon papih, jadi masih bisa nikung dikit^^ ⚠️hardword ⚠️non-baku ⚠️un-faedah ⚠️banyak typo
