Tak lama kami sampai juga disana
Terlihat Zuba dan Jigar sangat kewalahan
"Sudah cukup Zuba, Jigar, biar kami yang hadapi !" ujar Hajaw
"Leluhur ? Dejang kamu berhasil menemukan mereka ya, hebat kamu Dejang, " ucap Zuba sumringah
Disana terjadi lah pertarungan yang mengulang masa lalu antara Ahool dan Leled samak melawan Burung api, Harimau Jawa, Singa bersayap dan Ular bermahkota
"Paman Zuba, dimana kakaku ?"
"Mereka di sebelah sana "
Aku langsung bergegas menuju ke tempat Kakaku
Suasana disana sudah kondusip
Ardi dan anak buahnya sudah menyerah, apalagi Ardi kini sudah terbebas dari kekuatan hitam Jesica yang tadi telah mati
"Hey dejang... " ucap lantang Rifky dan Wildan
"Rifki, Wildan, terimakasih saat itu ya, " ucapku
"Itu sudah tugas kami, " jawab Wildan
Flasback
Waktu itu saat aku berlari ke arah selatan aku sempat terjatuh dan tertangkap anak buahnya Ardi
Tapi beruntung Wildan dan Rifki yang ikut mengejar membantu ku mereka membunuh 1 anak buah Ardi tapi ada satu 2 orang dari mereka begitu kuat. tapi mereka membiarkan Wildan dan Riffki hidup karna mereka adalah anak tuannya
Lalu kedua orang itu mengejar ku lagi hingga ku sampai di jalanan Talegong dan tertabrak mobil Leman.
"Pasti dia mati tertabrak begitu keras oleh mobil itu, ayo kita beri laporan pada tuan !" ucap salah satu dari mereka
Tapi tak sempat kedua anak buah itu menoleh ke belakang, Rifki dan Wildan sudah menghujamkan pedang mereka ke jantung kedua anak buah tadi
"Biar tak ada yang curiga
ayo kita bawa mayat mereka kehutan lagi !" ujar Rifky
---
"Aku tak tau jikalau tak ada kalian, akan bagaimana,"
"Aku juga berterimakasih, berkat kalian semua Ayahku sudah normal kembali, "
"Jang... Dejang... " teriak Leman
"Kak leman, maaf ya membuatmu cemas, "
Lman langsung memeluku dan menangis penuh kebahagiaan
Sementara itu kembali ke pertarungan disana, Ahool dan Leled samak tak mau menyerah, walau pun mereka sudah kalah telak
"Gimana Hajaw ?" tanya Burap
"Tak ada cara lain aku harus melenyapkan mereka, "
"Tapi nanti kau juga akan mati jika kau membunuh mereka "
"Kau tahu kita adalah keluarga dulunya, kalau kita membunuh mereka kita juga akan mati, " ujar Siap ( Singa bersayap )
Waktu kita mengurung mereka kita juga ikut terkurung, saat mereka berdebat tiba - tiba Ahool menyerang cepat, dengan replex burung api menghalanginya dan menusuknya dengan sayap apinya hingga Ahool pun mati
"Tidak... " ujar Hajaw
"Tak apa Hanaw, ini jalan terbaik untuk masa depan, " ucap Burap sesaat sebelum lenyap seketika
Lalu Sizap juga langsung menyerang Leled samak hingga Lesam pun mati
"Sajaw, Ulata, kami berikan sisanya pada kalian, jaga tempat ini dengan baik dan benar !"
kemudian dia pun lenyap seketika menjadi abu
"Saudaraku, pengorbanan kalian takan ku sia siakan, "
"Alhmdllah semua telah usai, ucap Syukur Pak Asep
" Ayah... Ayah..." teriak Dyas
"Dyas, Sef kalian juga disini, eh Lilis juga Dani sama Feri, maaf ya Ayah tak bisa menjaga Anang,"
"Kami sudah tau ceritanya Ayah, jadi tenang saja, "
Melihat mereka bersedih aku langsung menghampirinya
"Paman, "
"Iya Dejang,
" Aku ada permintaan, "
"Iya, katakan saja !"
"Aku ingin kau menganggapku anakmu dan aku juga memanggilmu ayah, "
Panlman Asep langsung memeluk ku
Setelah semua berlalu kami sekarang ada di Kampung Cikondang lagi
Tapi sebelum kami pulang saat itu Hajaw meminta semua orang yang ada disana untuk merahasiakan semua yang terjadi demi keamanan
Dia takut nanti ada orang jahat yang memanfaatkan keadaan
"Lean jadi sekarang gimana ?" tanya Tino
"Aku juga tak tahu, tadinya aku mau beri tahu Ayah dan Ibu tentang yang terjadi ini, tapi di sini tak ada sinyal untuk menelpon mereka "
Aku datang menghampiri mereka
"Kak aku mau pulang dulu ya, "
"Mau kemana lagi ?"tanya Leman khawatir
"Aku harus membawa obat ini ke keluargaku di Ciwidey, "
"Kalau gitu kami ikut, tak apa kan ?" ujar Tino
"Baiklah kalau kalian mau ikut, "
Setelah seharian beristirahat kami memutuskan bergegas pergi
"Ayah, Dyas, aku harus pergi dulu "
"Jangan lupakan kami yah Nak !"
"Iya Kak, sering lah mengunjungi kami di Cimulu !"
'Lis kamu nampak sangat sedih begitu sih ?" tanya Dani
"Maklum aja dia mungkin masih bingung harus bertanya apa sama Anang eh Dejang, " jawab Feri
"Oya Lis aku tau dari Dyas kalau kamu itu teman terbaiknya Anang, maka anggaplah aku juga seperti itu," ujarku
"Iya " sambil memeluku dan menangis penuh haru
"Pak Edi dan warga, terima ksih ya kami harus pergi dulu, " ucap Leman
"Sering kesini ya Nak !"
"Itu pasti pak, " ucap Irwan semangat
KAMU SEDANG MEMBACA
Jati Diri ( Tamat )
FantasyMenceritakan tentang Petualangan seseorang yang mencari Jati Dirinya setelah dia mengalami kecelakaan yang membuatnya Amnesia. Dia tak sendiri berpetualang, dia ditemani oleh orang yang menyelamatkannya yang sudah menganggapnya keluarga sendiri. Ber...
