"Ini buat kamu." Ucap Wulan gadis kecil berumur 8 tahun kepada Arsad kecil. Wulan memberikan sebuah gelang kayu terukirkan "W" dan "A" yang berarti nama mereka berdua. Wulan dan Arsad.
"Kamu harus janji sama Wulan, harus pakai gelang ini kemana pun kamu pergi!" Perintah gadis tersebut.
"Iya...." Jawab Arsad datar.
"Ehmmm Arsad juga punya sesuatu buat Wulan." Ucap Arsad sambil melihat disekelilingnya namun tak ada apa-apa yang dia lihat hanya beberapa batang ranting kayu tergeletak ditanah. Arsad kecil pun langsung mengambil salah satu ranting tersebut. Lalu diambilnya batu yang ujungnya runcing. Dalam sekejap Arsad menulis namanya di atas ranting kayu tersebut.
"Ini buat Wulan." Ucap Arsad sambil memberikan ranting kayu tersebut pada Wulan.
"Kalau Wulan kangen ma Arsad. Wulan pegang aja kayu itu!" Perintah Arsad pada Wulan yang dibalas dengan anggukan kepala Wulan.
Kringgg.... Kring.... Kring....
Suara handphone itu membuyarkan lamunan Arsad tentang masa lalunya. Masa dimana ia harus berpisah dengan sahabat semasa kecilnya.
Arsad pun mengambil handphonenya dan mengangkat panggilan tersebut.
"Iya, Hallo.."
"Anterin aku yuk, Sad."
"Salam gitu kek, maen nyerocos aja sih lo!"
"Hehehehe, Sorry. Kamu sibuk nggak?" Tanya Aida di seberang sana.
"Nggak ngapa-ngapain kok, ayuk gua anterin. Tapi.. kemana?" tanya Arsad penasaran.
"Anterin aku ke MiniMarket!" Jawab Aida.
"Okey. Aku berangkat."
"Aku tunggu di depan rumah ya Sad."
"Okey." Arsad pun menutup panggilan Aida dan bergegas memakai jaket abu-abunya. Lalu ia ambil sepeda gayungnya, dab siap berangkat kerumah Aida.
***
"Lo mau beli apa sih?" Tanya Arsad penasaran.
"Coklat." Jawab Aida sambil membuka pintu Minimarket tersebut.
"Lo nyuruh gua jemput lo jam segini cuman buat beli coklat?"
"Iya maaf, aku lagi pengeb banget Sad, tapi tenang aja bukan cuman coklat kok."
"Kenapa nggak lo nyuruh gua aja yang beliin, trus gua anter kerumah lo, beres kan?"
"Aku nggak mau ngerepotin Sad."
"Nggak mau ngerepotin, la trus lo nyuruh gua nganterin lo nggak ngerepotin gitu?" Ejek Arsad.
"Ih rese banget sih kamu Sad, aku pengen beli sendiri tapi di anterin kamu."
"Bilang aja kangen."
"Udah ah, cariin coklatnya dong, nggak ketemu nih." Pinta Aida yang sedari tadi hanya mengambil makanan ringan sementara matanya sedang sibuk mencari coklat yang ia inginkan.
"Okey, gua cari sebelah sana." Ujar Arsad sambil pergi mencari coklat yang dimaksud Aida. Sementara Aida sibuk memilih makanan yang akan ia beli. Disaat Aida tengah asik memilih makanan tiba-tiba disebelahnya Yana menjatuhkan beberapa makanan dari rak makanan di depannya. Aida reflek menengok ke arah Yana, lalu segera menolongnya mengambil makanan yang telah berserakan dilantai.
"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Aida.
"Nggak gua nggak pa-pa, cuman kesenggol tadi." Jelas Yana sambil membereskan makanan yang ia jatuhkan.
"Thanks maaf merepotkan." Ucap Yana yang dibalas senyuman sama Aida.
"Aku Aida." Aida memperkenalkan dirinya sambil menjulurkan tangannya ke arah Yana.
KAMU SEDANG MEMBACA
ESOK
Teen FictionBerawal dari hukuman diawal Ospek karena keterlambatan, disanalah Aida dan Arsad bertemu. Arsad sesosok Mahasiswa Kaya namun tak menunjukkan kekayaannya sedakan Aida mahasiswi sederhana namun kecantikannya mengalahkan kecantikan Bintang Kampus dikam...
