Memiliki status mahasiswa baru itu adalah salah satu momok paling menakutkan bagi Aida, ia paling malas berurusan dengan yang namanya Ospek, apalagi dengan Senior-Senior yang sok killer dan sok berkuasa.
Hari ini adalah hari pertama Ospek di kampus barunya, namun sialnya hari ini Aida sedikit terlambat. Alhasil tiga senior killer itu sudah berjaga bagai ular yang sedang menunggu mangsanya.
"Mampus dah!" Aida menepuk jidatnya saat melihat ketiga sosok mengerikan itu memanggilnya. Tubuhnya seketika berkeringat, rasa takut pun nggak mau kalah menghampirinya.
"Sini lo....!" Perintah senior yang memiliki paras cantik dan tubuh ramping namun mengerikan itu.
"I-iya kak." Aida mengaguk ketakutan.
"Ma-maaf kak, tadi dijalan macet. Nunggu angkutan lama."
"Alah alesan dia, Win. Udah hukum aja!"
"Bener kata Bella, Win. Hukum aja!"
"Ta-tapi kak, kan aku cuman telat lima menit aja. Harus dihukum juga ya?" Tanya Aida dengan nada gemetar.
"Lo mau ngatur gue?. Udah sekarang lo lari keliling lapangan sana!"
"I-iya kak."
Belum sempat Aida lari, tiba-tiba sesosok anak laki-laki berada disampingnya dengan napas tersengal-sengal.
"Gila, Win. Itu maba ya? cakep bener." Mata Siska terbelalak melihat laki-laki didepannya.
"Ini bagian gue, kalian berdua urus cewek tengil itu!" Perintahnya sambil menghampiri laki-laki itu.
"Kamu maba ya? kok telat?"
"Maaf gue bangun kesingan tadi"
"It's Okey. No problem. Kamu masuk aja!. By the way, kenalin gue Wina." Wina menjulurkan tangannya.
"Gue Arsad." Jawabnya tanpa menghiraukan tangan Wina yang sudah bertengger didepannya.
***
Dengan rasa bosan, Aida terus berlari mengelilingi lapangan dengan di ikuti pandangan dari maba-maba yang lainnya.
"Sial banget sih, hari ini. Nggak adil banget, sih!"
"Kenalin, gua Arsad." Tiba-tiba suara itu menghentikan langkah Aida.
"Kamu....?Ngapain disini....? bukannya kamu udah diizini masuk barisan ya?"
"Iya, kenapa....? nggak boleh? Lagian nggak adil banget gua telat, tapi kagak dihukum kayak lo. Itung-itung olahraga."
"Aneh kamu." Aida meneruskan larinya.
"Aneh....?"
"Iya, kamu aneh. Nggak dihukum kok nggak mau."
"Emang gua aneh. Lagian males, gua bakalan diikutin terus sama senior-senior ganjen itu. Bener sih gua ganteng. Tapi, males ahh."
"Pede banget kamu, kata siapa kamu ganteng?"
"Loh....? lo nggak nyadar ya sama kegantengan gua?"
"Enggak, menurut aku yang ganteng itu kayak Aliando, Rafi Ahmad, gitu. Lah kamu....?"
"Ealah disamain sama artis! ya kalah lah gua. Oh ya nama lo siapa?"
"Aku Aida. Udah lima kali putaran nih! Aku kebarisanku dulu, yah? sampai ketemu lagi?" Aida pun pergi menjauh dari Arsyad.
KAMU SEDANG MEMBACA
ESOK
Teen FictionBerawal dari hukuman diawal Ospek karena keterlambatan, disanalah Aida dan Arsad bertemu. Arsad sesosok Mahasiswa Kaya namun tak menunjukkan kekayaannya sedakan Aida mahasiswi sederhana namun kecantikannya mengalahkan kecantikan Bintang Kampus dikam...
