"Aida sini lo, ikut gue!" teriak Siska dari pintu ruangan latihan dance itu dengan nada sedikit marah. Saat itu Aida tengah asik dengan latihannya, namun seketika rasa takut menghampirinya saat Siska memanggilnya.
"Sial, bakalan jadi korban aku hari ini, Arsad kamu dimana? Aku butuh kamu saat ini." Ujar Aida dalam hatinya, sementara tanganya tengah meremas-remas ujung pakaiannya.
"Woiii, lo punya telingakan, buruan ikut gue ngapain lo masih diem disana?" Teriak Siska ulang sambil menggebrak pintu yang ada disampingnya, seketika seluruh isi ruangan menjadi hening dan beberapa saat kemudian bisikan demi bisikan mulai tercipta diruangan tersebut.
"I-iya kak, sebentar." Jawab Aida.
"Buruan!!" Teriak Siska lagi sementara Aida mulai tergesa-gesa mendekati Siska.
"I-iya kak ada apa ya kak?" Ujar Aida dengan nada polos dan rasa takutnya.
"Lo ikut gue sekarang!" Ujar Siska dengan nada tinggi sambil menarik tangan Aida dengan kasar, sementara Aida hanya bisa pasrah dan terus mengikuti langkah kaki Siska sekaligus menahan rasa sakit dipergelangan tanganya karena genggaman tangan Siska yang sangat kencang.
"Arsad, kamu dimana? Bantu aku Sad, aku butuh kamu." Ujar Aida dalam hatinya.
Mereka berdua pun terus berjalan, sampai akhirnya mereka sampai di sebuah tempat parkiran. Parkiran pada saat itu sangat sepi karena para mahasiswa dan mahasiswi belum ada yang datang kecuali para peserta Bulan dan Bintang kampus, yang ada hanya dua sahabat Siska, Wina dan Bella.
"Akhirnya kalian datang juga." Ujar Bella dari kejauhan dengan senyum sinisnya kepada Aida.
"Ini ada apa ya kak? Kok kita ketempat ini?" Aida memberanikan dirinya untuk bicara.
"Udah jangan banyak bacot lo!" Teriak Siska sambil mendorong Aida hingga tersungkur ke tanah.
"Auuu." Aida kesakitan.
"Mau lo tu apa sih, lo mau cari mati?" teriak Siska sambil menarik rambut Aida.
"Ma-maksudnya kak? Ida nggak paham." Tanya Aida sambil menahan rasa sakit dikepalanya.
"Jangan sok bego dah lo, waktu itu mungkin lo bisa lolos, kali ini, gue bakalan kasih pelajaran buat lo." Jelas Siska dengan nada tinggi yang penuh dengan amarah, sementara Aida masih tetap tersungkur dengan rasa sakit dikepalanya karena tangan Siska masih menjambak rambut Aida.
"Win, sekarang lo bebas mainin boneka baru kita, buat dia jera dengan sikap sok beraninya itu" perintah Siska kepada Wina.
"Ini yang gue sama Bella tunggu dari tadi, gue udah nggak sabar liat dia gembira dengan hadiah diri kita Bel." Ujar Wina sambil mengambil ember yang berisi Air penuh, tak lupa pula Bella ikut mengambil Seember Air yang sudah meraka siapkan sebelumnya.
"Siksaan buat lo dimulai sekarang." Ujar Siska sambil melepas cengraman tangannya dari rambut Aida, lalu mengambil seember air yang diberikan oleh Wina.
"Ini buat lo yang udah, ikut campur dengan urusan gue dikamar mandi minggu lalu." Ujar Siska sambil mengguyurkan air ketubuh Aida, Aida hanya diam sambil menangis menahan dingin Air sekaligus rasa sakit yang masih tersisa di kepala Aida.
"Vierna, Yana, Arsad kalian dimana? Kalian dimana saat aku butuh kalian?" Jerit Aida dalam batinnya.
"Dan ini adalah buat lo yang udah berani-beraninya dekatin Abi dan Arsad, cowok yang kita suka." Ujar Siska sambil menyiraminya dengan Air seember lagi yang disusul siraman seember air lagi oleh Bella.
KAMU SEDANG MEMBACA
ESOK
Teen FictionBerawal dari hukuman diawal Ospek karena keterlambatan, disanalah Aida dan Arsad bertemu. Arsad sesosok Mahasiswa Kaya namun tak menunjukkan kekayaannya sedakan Aida mahasiswi sederhana namun kecantikannya mengalahkan kecantikan Bintang Kampus dikam...
