06. Hadiah dan Permintaan

18.8K 2.3K 319
                                        


Wedding organizer milik Dimas ini baru berdiri empat tahun belakangan. Meskipun masih muda, jasa perencanaan pernikahan ini terbilang berkembang pesat. Dari yang seluruhnya dikerjakan oleh sepasang tangan Dimas dibantu dengan sepupunya, sekarang sudah dihandle oleh—sekitar—30 orang yang masing-masing terbagi jadi lima tim. Dari yang semula bermarkas di ruang tamu kediaman orang tuanya, sekarang sudah menetap di sebuah ruko dua lantai dengan status milik pribadi.

Seperti yang sudah Maira katakan, bekerja di perusahaan penyedia jasa seperti ini susah-susah gampang. Jika tidak sedang ada proyek yang jatuh tanggal, maka pekerjaan Maira hanya bertopang dagu malas di ruangan timnya. Melamun tinggi, berkhayal indah. Sesekali saja, ia akan berbagi tugas dengan rekan timnya yang lain untuk memutari kota guna menemani para klien memilih beberapa vendor terbaik.

Di akhir pekan, biasanya Boss Dimas akan selalu mengadakan breafing pagi. Tidak semua karyawan diwajibkan hadir, yang bisa saja dengan catatan yang paling bersangkutan akan dikirimi sebuah undangan bernada resmi agar tidak ada agenda mangkir. Selain membahas hasil kerja tim, biasanya Boss Dimas akan menyampaikan seluruh komplain bahkan aspirasi yang boss tampan ini dapat dari bibir para klien. Karyawan santai menanggapi pujian bahkan ceramah panjang lebar boss Dimas. Breafing pagi bukan selayaknya sidang di perusahaan lain, ini lahan sharing di perusahaan kecil mereka.

“Kemarin ada sepupu saya yang datang ke rumah saya secara langsung,” suara rendah Dimas menggema di seluruh penjuru ruang meeting dengan konsep selayaknya studio tari ini. “Dia ngotot tanggal 21 oktober untuk jadi hari akad lalu diteruskan dengan malam resepsinya. Jadi, ada tidak yang bisa mengambil proyek ini?”

Maira diam, lalu menghitung cepat dalam hati. Seluruh ketua tim di ruangan ini melakukan hal serupa. Tiga minggu dari sekarang, artinya proyek ini bisa dibilang berat nan menyebalkan. Tidak mudah menolak, Maira membuka agendanya. Melihat sekali lagi proyek jatuh tanggal pada bulan oktober. Lingkaran dengan tinta merah itu memenjara angka 2, kemudian angka 10, dan terakhir angka 31.

“Jadi, siapa yang bisa?” tanya Dimas sekali lagi, sama sekali tak sabaran.

“Saya ada proyek dalam minggu yang sama, Mas,” ini jawaban Angel. Gadis putih berambut keriting dari tim B.

“Oke. Pastikan yang sudah kamu pegang saja,” jawab Dimas kalem. “yang lain? Devi? Maira?”

“Saya memang kosong dalam minggu itu Mas, cuma dalam bulan oktober saya sudah handle empat proyek. Saya takut keteteran.”

Dan tentu saja, mata Dimas berhenti pada mata Maira. Wanita itu tidak punya argumen sebagus Angel dan Maya, karena pada kenyataannya, ia luang di minggu tersebut. Ia hanya memegang tiga proyek di bulan ini, dan artinya Maira yang paling berkompeten untuk menangani perencanaan pernikahan sahabat Dimas. Seharusnya...

“Jadi, kamu yang ambil ya, Ra?”

Maira menggigit bibir, “gimana kalau ditawarkan ke Farhan atau Mika dulu, Mas?”

“Kenapa memangnya? Kamu nggak bisa?” Dimas menyipit, mengambil map biru yang entah berisi apa. “Menurut catatan Rani, kamu cuma pegang tiga proyek bulan ini. dan kamu luang hampir dua minggu setelah proyek terakhir. Jadi kenapa kamu nggak bisa?”

“Terlalu mepet, Mas. Saya takut nggak bisa kasih yang maksimal.”

“Bisa. Saya yakin kamu bisa. Ambil saja. Oke?”

Maira hampir menggeleng. Ia benar-benar tidak antusias pada tipikal klien yang serba memaksa dan dadakan seperti ini. Pasti ada apa-apanya. Pasti akan rewel, pasti akan menyusahkannya dengan sugadang tuntutan sempurna.

“Ambil saja, Ra. aku butuh banyak uang bulan ini.”

Kalau saja Laily—teman satu timnya—tidak berbisik seperti itu, Maira tidak akan pernah mengangguk. Dalam bekerja, ia dibiasakan untuk bahu membahu bersama rekan. Maira tidak boleh egois. memaksakan diri untuk menolak dengan alasan malas padahal temannya membutuhkan banyak uang bonus dari sebuah proyek yang sukses. Baiklah, Maira akan membanting tulangnya lagi demi para teman-temannya yang mungkin juga sedang membutuhkan banyak dana.

Cinta berselimut TabuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang