Aku berjanji akan selalu menemninya

6.3K 182 69
                                        

Cerita ini benar-benar bukan untuk anak-anak.
Kids stay away juseyooo 🙏

"kenaapa tidak mengatakannya jika kau disini!?"

"si-sinb? Aku-"

"pulang sekarang" ucap sinb dingin namun tegas.

Sinb POV

Aku tidak suka jika gadisku pergi tanpa izinku, aku tidak suka jika dia bersama wanita lain. Aku tidak suka.

Yerin POV

Aku menyayanginya, dulu maupun sekarang. Saat kami hanya berstatus teman dan kini menjadi pacar.

-

"kau tahu aku tidak suka! Kenapa masih melakukannya!" ucap sinb didalam mobil yang sedang melaju cepat.

"sejak kapan kau berubah?! Kau bahkan akan melarangku sekalipun aku meminta izinmu!" jawab yerin tak mau kalah.

Mobil melaju semakin cepat.

"sinb ya!! Pelankan!!!" teriak yerin yang sudah mengeluarkan air matanya karena takut.

*TINNNNNNNNN *CKITTTTT

Sambil menekan klakson sinb mengerem mobilnya dengan mendadak, hingga decitan dari gesekan ban mobil dengan aspal jalanpun terdengar sangat keras.

Sinb keluar dari dalam mobil, menyandarkan dirinya didepan mobil. Menatap lurus pada jalanan yang sepi. Jalan akses khusus menuju rumah mewahnya.

Yerin masih didalam mobil. Menangis sekencang mungkin. Kejadian seperti ini bukan yang pertama untuknya. Harusnya dia sudah terbiasa, tapi entah mengapa yerin tetap merasakan sakitnya.

Yerin berusaha menenangkan dirinya dan memberanikan diri keluar mobil. Mendekati sinb yang sudah jelas sedang dipuncak emosinya.

Sinb duduk bersandar didepan mobil, kedua tangannya berada di belakang, menyangga tubuhnya, kaki kirinya ia taikan di bamper mobil. Ia memejamkan mata dan mendongakan kepalanya. Menghirup udara segar sebanyak mungkin.

Yerin melingkarkan kedua tangannya di lengan sinb.

"mianne" ucap yerin menyesal.

"ck, kau selalu melakukan apa yang aku tidak suka" ucap sinb berdecak sambil melihat kearah lain.

"kau pasti mengingatnya, dia joy, teman sekelasku saat aku bersekolah"

"kau juga temanku saat kita masih bersekolah"

"aku tidak mungkin memiliki hubungan lebih dari sekedar teman dengannya, kau-"

"pada awalnya kita juga hanya berteman" tegas sinb.

"yak sinb yaaa... mianne" ucap yerin menghentikan perdebatannya dengan sinb.

Yerin memeluk sinb dari depan, erat... Sangat erat namun tanpa balasan dari sinb. Sinb tetap dengan pose yang sama. Membiarkan tubuh yerin menyatu dengannya beberapa saat.

Lama sudah yerin memeluk sinb.

Sinb mulai membalas pelukan yerin. Ia meletakan kedua tangannya tepat di pantat yerin, meremas dan menariknya agar menempel lebih erat dengan sinb.

Aroma tubuh yerin yang seperti vanilla meluluhkan benteng amarah sinb, menggantinya dengan nafsu.

"ah.." desah yerin merasakan remasan sinb terlalu keras di pantatnya.

Sinb membalik badan yerin, mengunci tubuh yerin diantaranya dan mobil. Sinb mendorong yerin agar sedikit duduk diatas mobil. Yerin pasrah dengan tatapan sinb. Dia tahu jika kesalahannya akan membuatnya dihukum oleh sinb.

ONE SHOTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang