I can't say that

1.8K 81 297
                                    

"huh huh huh.."

"tumben kau telat" ucap seseorang yang kemudian berdiri menyambut kekasihnya yang baru saja datang.

"iya...um... ada pekerjaan tambahan tadi"

"um.. ini minum" ucap sang pria sambil menyodorkan satu botol air mineral.

"anniy.. gwaenchanna" tolaknya sopan.

Sinb kemudian menggeser tubuhnya agar yerin dapat duduk di sebelahnya.

-

-

Keduanya duduk dibawah sinar bulan disebuah taman kota yang cukup sepi.

-

-

"inget gak sih, hari pertama kita ketemu?"

"nde?" saut yerin.

"inget gak?"

"a... um i-inget lah hehe"

"malem itu... kamu lagi duduk dibangku ini sendirian, trus ada anak kecil yang lari-larian dan jatuh didepan kamu, lucu deh... kamu malah diem aja, eh malah kayak orang ketakutan sambil nutupin muka deng hahaha"

*buggg

"aaauch" teriak sinb.

"kamu kan tau aku takut darah" kesal yerin.

"iya tapikan itu luka kecil didengkul anak itu"

"tetep aja itu ada darahnya"

"ehehe sampai papah anak itu nyangkanya kamu yang jatuhin lho, coba kalo gak ada aku... bisa dimaki makikamu sama papah nya" ucap sinb.

"ya... kan anak kecil itu bisa ngomong kalo bukan aku yang jatuhin dia" jawab yerin dengan nada kesal.

"tapi anak itu kan lagi nangis sayang..." ucap sinb lembut.

Yerin hanya diam saja.

"hem... kita udah 6 tahun lho... mau gini-gini aja?" tanya sinb.

"hem?"

"aku mau kita nikah"

Yerin menunduk lesu. "kamu kan tau jawabannya"

"kenapa?"

"Aku gabisa"

"rin... kamu ragu sama perasaan aku?" tanya sinb.

"engga"

"trus kenapa?"

"aku gabisa" ucap yerin penuh sesal saat menjawab.

Sinb hanya menunduk menerima jawaban dari yerin.

-

-

Bukan sekali.

Bukan dua kali.

Sudah berkali-kali sinb meminta yerin untuk menjadi istrinya tapi... selalu ditolak dengan halus oleh yerin dengan alasan yang... sinb pun tidak tau apa alasannya. Dan... sinb tidak masalah dengan hal itu. Ia tetap mencintai dan ingin tetap bersama yerin.

-

-

-

*Ceklekk

"omoooo!"

"uh.. nuna?"

"yak.. kau pulang jam segini lagi?"

"anu.. ada... ada kerjaan tambahan" jawab sinb.

"ah kita bicara besok pagi, aku mengatuk. Oh iya, besok tolong panggilkan tukang buat checkin toilet kamarku, aku lelah harus turun kebawah untuk kekamar mandi"

ONE SHOTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang