Short Story

1.2K 54 23
                                        

"uh? Sinb?" ucap seorang perempuan menghampiri sesosok laki-laki yang tengah duduk memperhatikan lincahnya anak-anak bermain di wahana permainan anak kecil didalam mall.

"oh hai" sapa balik sinb sambil membenarkan kaca matanya.

"hem... anak kamu disini juga?"

"oh enggak" ucap sinb diakhiri memamerkan jemarinya dihadapan yerin. "aku belum nikah" lanjutnya.

"ooh gitu..."

"hemm" angguk sinb sambil mengalihkan pandangnya kembali ke anak-anak yang sedang bermain disana.

-

-

"seneng aja liat anak-anak" ucap sinb tiba-tiba memecah keheningan.

"nikah dong makanya, biar punya anak, eehehe" ejek yerin, teman SMA nya dahulu.

"ahahaha... hemm" sinb membuang nafas berat "secepatnya"

"undang aku yaa"

"heng" sinb mengangguk, mengiyakan.

"uh.. itu suamiku, aku pulang dulu yaaa?" ucap yerin sambil berdiri, berjalan kearah anak-anak yang bermain.

"yeju-yaaa.. kajja, appa sudah selesai membeli hadiah natal" ucap yerin pada seorang anak perempuan.

"ssttt eomma jangan kenceng-kenceng, nanti semua tahu kalau appa adalah santa"

Yeju tidak tahu kalau appanya adalah santa untuk dirinya bukan santa untuk anak-anak diseluruh dunia.

"aah.. iya eomma lupa" ucap yerin sambil menggendong yeju berjalan kearah seorang pria yang kita tahu sebagai suami dari yerin, Yuju.

-

-

-

-

-

"hallo detektif? Bagaimana, apa sudah ada kabar?"

"......"

"baik saya akan menunggu"

"gimana?"

"belum ada kabar kata detektifnya"

"kalian benar nggak ada pertengkaran sebeumnya?" tanya sinb.

"enggak, kita baik-baik aja, aku pikir yerin sama yeju tuh ke rumah eomma, habis seharian mreka ngilang aku baru tlpn eomma dan tanya apa yerin disana, ternyata enggak" cerita yuju khawatir. Sebab ini sudah 1 minggu yerin dan yeju dinyatakan hilang.

"kabarin gue kalau butuh sesuatu ya, udah malem nih, kasian istri gue dirumah, gue pamit"

"yaa... thanks ya udah dateng"

"sip sip"

ONE SHOTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang